RSS

ULUK SALAM KEPADA PARA AULIA

13 Feb

Assalamu’alaikum wr.wb…
Semoga seluruh saudaraku di
SONGGOBUMI
dimanapun anda berada dalam
keadaan sehat wal ‘afiat,
dimudahkan
segala urusannya, diberikan
ridho dan berkah dunia-akhirat,
serta
selalu dalam lindungan alloh
ta’ala … aamiiin.
Sebelumnya ijinkan saya untuk
belajar, bertanya, dan share
pengetahuan
serta pengalaman yang saya
dapatkan semasa masih gemar
bersilatuhrahmi
kepada para kyai, sekalian
jalan-jalan berkeliling kota
untuk ngukur
jalanan dan sambil lihat
pemandangan alam. Asyiiik
kan? … nah dalam
masa itulah saya mendapatkan
instruksi dari seorang kyai untuk
berziarah kubur ke makam para
auliya, dengan urutan sebagai
berikut:
[1 ] Raden Syahid – Sunan
Kalijogo – Kadilangu – Demak
[2 ] Raden Fattah – Sultan
Demak Bintoro – Demak
[3 ] Syarif Hidayatullooh -
Sunan Gunung Jati – Cirebon
[4 ] Dzatul Kahfi – Gunung Jati -
Cirebon
[5 ] ‘Umar Sa’id – Sunan Muria -
Gunung Muria – Kudus
[6 ] Khabib Ahmad -
Pekalongan
[7 ] Sayyid Ja’far Shodiq – Sunan
Kudus – Kudus
[8 ] Makhdum Ibrahim – Sunan
Bonang – Tuban
[9 ] Raden Qosim – Sunan
Drajat – Sedayu – Lamongan
[10] ‘Ainul Yaqin – Sunan Giri -
Gunung Giri – Gresik
[11] Maulana Malik Ibrahim -
Sunan Gresik – Gresik
[12] Raden Rahmatulloh -
Sunan Ampel – Ampel -
Surabaya
[13] Shonhaji – Ampel -
Surabaya
[14] Sholeh – Ampel – Surabaya
[15] Abu Syamsuddin – Batu
Ampar – Madura
[16] Kholil – Bangkalan -
Madura
[17] Khamid – Pasuruan
[18] Mbah Bolong – Ampel -
Surabaya
[19] Mbah Walisongo – Ampel -
Surabaya
[20] Sayyid Mukhyi – Pamijahan
– Tasikmalaya.
Masya allooh …
waaduuuh …. ? …. sambil
meringis kecut, dalam
benak reflek berkecamuk
beberapa pertanyaan, kog mau
ziarah kubur para
auliya, urutan dan arahnya jadi
molak-malik gini? …. dengan
tidak
enak hati, mencoba kembali
untuk meminta penjelasan,
dengan dialog
singkat berikut:
PENULIS
Yai … boleh tidak saya
melakukan ziarah kubur auliya,
tetapi tidak
sesuai dengan urutan tersebut
diatas? misal diurut dari arah
jkt-sby-madura …
SANG KYAI
Ya boleh saja, siapa yang
melarang ? … tapi ikuti saja
urutan ziarah tersebut.
PENULIS
Jiaaahh .. kena batunya nih ..
jawaban yang singkat dan
padat, sama
dengan tingkah saya kalau lagi
makan di warung … ”tolong
sediakan
makan (nasi) lauknya apa aja,
tapi saya maunya pake iwak
endog sama
iwak tempe”. trus kalimat
sambungannya (kalo kebetulan
yang melayani
adalah perempuan) … mbak
sekalian tolong sediakan
susu …. loro
(dua) … di-eler (dijembreng) …
pasti deh orang itu kaget, tapi
sambil senyum-senyum, paling
dalam hatinya bilang … hihihihi
dasar
uueeedyaan.
Karena masih penasaran
mengenai fatsal ziarah kubur
auliya, tanya
lagi, yai .. kenapa urutannya
mesti begitu?
SANG KYAI
Wis cah … dilakoni disek ….
mengko ngerti dewe
kedhadheane, opo ra
pingin ngerti dewe rupo sing
diziarahi …
PENULIS
(Wah yai-nya ngambek) ….
akhirnya saya stop
pembicaraan.
Itulah sedikit dialog, hanya
untuk menggambarkan betapa
sulitnya
belajar pada waktu dulu,
keterangan serba sedikit, tetapi
kita diharap
untuk menjalani tanpa banyak
tanya. mungkin dengan tujuan
supaya kita
menjadi ikhlas, merasakan
sendiri kejadiannya, serta
semata-mata
mencari ridho dan berkah dunia
akhirat. tidak seperti sekarang
yang
serba modern, berbagai
informasi penting, dengan
sangat mudah dapat
diakses melalui internet atau
media lainnya. dan
alhamdulillah,
urusan ziarah kubur seperti
urutan di atas dicapai selama
+/- dua (2)
tahun (kecuali ziarah kubur Abu
Syamsuddin – Batu Ampar -
Madura belum
kesampean); hal ini karena
masalah waktu, tenaga, dan
biaya (secara
lahiriah). sedangkan secara
bathiniah, allohnya yg
mengatur
semuanya ini.ULUK SALAM
“Assalaamu’alaika ya
waliyyallooH …. (sbt nama
auliya) ….
shohibal karoomati ji’naaka
zaairiin, wa ‘alaa maqoomika
waaqifiina
auda’naa ‘indaka syaHadaata
anlaa ilaaHa illallooH, wa anna
MuhammadarrosuulullooH
shollallooHu ‘alaiHi wasallam”.
setelah itu
lanjutkan dgn membaca
qoshidah.
SalaamullooHu warrohmaH -
‘alaikum yaa waliyyallooH
Atainaakum wazurnakum -
waqofnaa yaa waliyallooH
Sa’idnaa idz laqiinaakum -
qoshodnaa yaa waliyyallooH
Tawassalnaa bikum lillah – ajiibu
yaa waliyyallooH
Rojaunaa min mazaayakum -
litad’uu yaa waliyallooH
Ilaarrohmaani maayuroom -
ladainaa yaa waliyallooH
Tholabnaa was’atal arzaaq -
halalan yaa waliyallooH
Wa hajjal baiti fiil haroom -
mirooron ya waliyallooH
Wa husnan fii akhtitaaminaa -
kiromaan yaa waliyallooH
‘Asaa nurdlo ‘asaa nuhdhoo -
bikurbin yaa waliyallooH
Wa sholla sallaaman ‘alaa -
muhammadan yaa waliyallooH
Wa hamdan lil muHaimin – wa
syukron ya waliyallooH
Setelah itu, membaca amalan/
aurod.
AMALAN/AUROD
Amalan/aurod yg dibaca
disini, dpt berupa surah al-
fatihah, surah
yaasiin, qulhu/falaq/binnas, atau
amalan/aurod lainnya.
DO’A
Pada fatsal ini, berdo’alah untuk
mengirimkan berkah bacaan
amalan/aurod yg tlah kita
wiridkan tersebut,ntuk ahli
kubur yg telah disebutkan di atas sesuai
dgn tuntunan syariah islam.
AKHIR
Setelah berdo’a selesai,
lanjutkan bc … (yaa saadatii …
3x) man
ammakum liroghbatin fiikum
khubir. wa man takuunuunaa
shiriiHi
yantashiir …. 3x
Diakhiri dgn membaca
sholawat: “Alloohumma sholli ‘alaa ruuhi
sayyidinaa muhammadin saw, fiil
arwaahi
wa ‘alaa jasadiHi fiil ajsaadi wa
‘alaa qobriHi fiil qubuur. wa
‘alaa
aaliHi washohbiHi wasallam.
Alloohumma sholli ‘alaa
sayyidinaa
muhammadin saw, kullamaa
dzakaroHudzdzaakiruun.
Alloohumma sholli
‘alaa sayyidina muhammadin
saw, kullama ghofala ‘an
dzikriHil
ghoofiluun. yaa waliyallooH …
(sebut nama auliya)”
Catatan: byk kejadian yg
tidak masuk akal selama sy
melakukan
ziarah dengan tatacara tersebut;
NAMUN YG TERPENTING
PADA SAAT
MELAKUKAN ZIARAH KUBUR
ADALAH MENGINGAT
KEMATIAN DIRI KITA, YG
INSYA
ALLOOH AKAN TERJADI PADA
SAAT YG SUDAH
DITENTUKAN NANTI.
Sblm dan selama
pelaksanaan ziarah kubur,
bersihkan hati dan
pikiran kita dr hal yg aneh-aneh. fokuskan sj bahwa kita
akan
mendo’akan orang yg sdh
meninggal serta bertafakur
utk mengingat
kematian diri kita suatu saat
nanti. jgn meminta ini dan
itu
kpd ahli kubur, tapi
mintalah melalui do’a hanya
kpd allooh
ta’aala. hal ini sangat
dianjurkan. dan utk menghindari berbagai
godaan slma kita melakukan
ziarah kubur.
artikel singkat ini
semoga bermanfaat, dan
sekiranya terdapat
kalimat yg salah, mhn
koreksi dari sedulur sekalian.
Wasallam. @denwiek, noto-
boto-limo-mangku-wanito-
mboten-nopo-nopo.

About these ads
 
59 Komentar

Ditulis oleh pada 13 Februari 2012 in Artikel

 

Tag:

59 responses to “ULUK SALAM KEPADA PARA AULIA

  1. rob

    17 Desember 2013 at 15:18

    ijin mengamalkan tuntunan ziarah mas

     

↓ ungkapan SILATURAHMI .~terima kasih atas kunjungannya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: