CERITA TENTANG ASMA’ YAA WAHAB

SEKELUMIT CERITA TENTANG HIKMAH ASMAAUL HUSNA – YAA WAHHAB
Assalamu’alaikum wr.wb.
Ijinkan saya untuk berbagi sedikit cerita tentang hikmah asmaaul husna – yaa wahhab  (Wahai Dzat Yang Maha Memberi).  Konon menurut para ahli ilmu hikmah,  Barangsiapa yang membiasakan diri membaca asma Allah ”Yaa Wahhab”, sebanyak 300 kali setiap hari setelah mengerjakan shalat fardhu, Insya Allah ia akan mendapatkan harta yang berlimpah, mendapatkan kewibawaan, dibukakan pintu rezeki, dan disenangi orang banyak, dan banyak lagi hikmah yang belum terungkap,hanya allohlah yang mengetahuinya.
Lantas yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah setelah kita mengamalkan asma yaa wahhab beserta do’anya secara yaqin sampai haqqul yaqin, kita langsung bisa mendapatkan harta yang berlimpah (misal dapet uang yang berlimpah), atau memiliki wibawa yang tinggi, dan lainnya.  Jawabnya, belum tentu!!!.
Kita sebagai manusia yang memiliki derajat tinggi dihadapan alloh swt. seringkali lupa terhadap status kita sebagai hamba alloh.  Bagaikan seorang jawara, si hamba memohon (sekali atau beberapa kali) kepada alloh (dengan nada memerintah), menggunakan aurod (amalan) yang dianggap cespleng dandiyakini pasti berhasil.  Ketika esoknya, ternyata permintaan si hamba kepada alloh tidak (belum) dikabulkan, mulailah goyah keyakinannya.  Kemudian merasa bahwa aurod (amalan) tersebut tidak ada energinya atau tidak manjur, dsb.  Sebaliknya, jika permohonannya kepada alloh langsung dikabulkan, dan kemudian dengan bangganya mengatakan kepada koleganya bahwa dengan aurod (amalan)inilah saya bisa dapat uang banyak atau lainnya.  Hati2 ya den, salah2 bisa terkena hukum syirik dan bisa menjadi musyrik.
Kita sebagai hamba alloh, memang memilikisifat kurang sabar dansering mendahulukan nafsu. Maunya sih, begitu berdo’a langsung terbukti hasilnya. Den, janganlah sifat2 tersebut diteruskan dan dilebih-lebihkan. Mulailah untuk mencoba berpikir secara logis (masuk akal) dan realistis, jangan terlalu banyak ber-angan2 yang tidak-tidak.  Coba sedikit saja kita berpikir tentang diri kita sendiri.  Seandainya kita telah memanjatkan do’a kepada alloh ta’ala (sekali atau beberapa kali) tapi belum diijabah juga, bolehlahkita analisis diri kita secara sederhana saja, misalnya tanyakanlah diri kita tentang sholat fardhu dan do’a yg telah dilakukan (dipanjatkan), apakah sudah sesuai dengan syareatnya, Atau sudah khusu’ kah kita pada saat melakukan sholat atau berdo’a, sudahkah kita selalu minta ampun atas segala kesalahan kita kepada alloh ta’ala, sudahkah kita tunaikan zakat yang menjadi kewajiban kita, sudahkah kita bersodaqoh, dll.  Dalam suatu kondisi yang jauh dari syareatdan seandainya kita berdo’a kemudian langsung dapat buktinya (ibarat orang makan cabe kemudian langsung terasa pedasnya), kalau saya,justru akan saya pertanyakan terlebih dahulu.  Benarkah bukti langsung atas do’a kita merupakan murni ijabah dari alloh ta’ala. Jangan-jangan ada unsur lain yang tidak kita ketahui, misalnya unsur bantuan makhluk halus, katakanlah bangsa lelembut.  Maklum mereka ini selalu berusaha untuk mengelabui pengamal suatu aurod (amalan) agar percaya bahwa kecepatan bukti atas do’a pengamal seolah-olah berasal dari alloh ta’ala, dan pada gilirannya, pengamal akan terjerumus kedalam lembah nista, dan akhirnya menjadi pengikut bangsa lelembut tersebut …… deh.
Saudaraku yang seiman, yang baik hati,dan tidak sombong, selalu berhati-hatilah jika mengamalkan suatu aurod (amalan). Sebelum mengamalkan suatu aurod, teliti dulumaknanya dan tatacara pelaksanaannya. Jangan asal main sikat diamalkan saja dan jangan terperangah (nanti bisa kemasukan laler lho) atau terfokuspada hikmah amalan tersebut, tetapi berusahalah untuk selalu lillahi ta’ala.  Terkadang, kita mengamalkan sesuatu aurod yang justru memanggil bangsa lelembut, untuk meminta bantuan kepada mereka (tanpa disadari). Dan ingatlah saudaraku, bahwa di dalam surah al-jin, ayat 6, secara tegas alloh berfirman (terjemahan ke dalam bahasa indonesia) “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.”
Kembali ke topik semula tentang hikmahasmaaul husna – yaa wahhab (Wahai Dzat Yang Maha Memberi).Singkat cerita, menurut pandangan saya pribadi, asmaaul husna- yaa wahhab mengandung hikmah untuk segala hajat (yang bersifat khusus maupun umum).  Pengalaman pribadi maupun info dari pengamal yang pernahmenggunakan aurod ini, bisa diuraikan sedikit, antara lain sebagai berikut:
*. Bulan desember 2005sampai januari 2006,sewaktu menunaikan ibadah haji, alhamdulillah waktu itu mendapatkan ujian yang sangat membahagiakan buatsaya pribadi. Yaitu tidak memiliki uang yang cukup untuk bekal hidup di kota Madinah dan kota suci Mekkah.  Jika saya tidak diuji seperti itu, mungkin saja bisa kurang mensyukuri nikmat dan rahmat alloh swt yang selalu dicurahkan kepada kita.  Naah, pada saat itulah, saya tergelitik untuk mencoba aurod ini, sekaligus untuk membuktikan bahwa Kota Mekkah adalah kota suci yang penuhberkah, dan segala do’a insya alloh segera diijabah oleh alloh swt.  Karena waktu itu saya tidak memiliki uang, ya do’a saja kepada alloh supaya ada yg ngasih uang.  Setelah wiridan, eh kog diruangan (kamar tidur ada uang sebesar US$ 100.  Kontan hati saya jadi kecut.  Sambil berpikir, tadi sapa yg naruh uang ya, memang sih tadi berasa ada orang ygnaruh uang, tapi kogtidak ada orangnya.  Karena niatnya ingin merasakan kebesaran dan kekuasaan alloh, maka uang tadi dinfaqkan kembali, karena merasa lebih nyaman tidak punya uang, daripada mikiriduniawi (waktu itu lho).
*. Pengalaman lain dan pada waktu yang lainpula.  Datanglah teman akrab saya untuk meminjam uang, dan alhamdulillah memang waktu itu saya tidak punya uang lebih untuk dipinjamkan.  Akhirnya, saya hanya bisa mengatakan, mas maaf banget nih saya lagi bokek, tapisaya hanya bisa memberikan aurod asmaaul husna – yaawahhab, sapa tau kalo mas berdo’a kepada alloh swt, mas bisa ada yg ngasih uang atau ada rejeki yang tidak terduga. Alhamdulillah beberapa waktu kemudian, teman saya tadi memberikan info bahwa permasalahannya sudah tersolusikan.
*. Pengalaman lain. Pangeran Sukemilung(Bang Enrico Burhan)yang pernah mengirim artikel di blog ini, sedang mencari solusi untuk mengatasi persoalan beliau.  Singkat cerita, beliau minta ijazah amalan ini, saya Cuma bilang, bang, saya ini bukan seorang guru, jadi ndak perlu ijazah segala.  Kalau memang berkenan silahkan saja mengamalkan amalantersebut. (sebenarnya saya enggan untuk menulis cerita ini, tapi karena beliau lebih dulu mengungkapkannya melalui artikel beliau di KWA (Kampus Wong Alus). Judul artikel “UNTUK SEBENTUK KEINGINAN”.  Walaupun sebelumnya saya sudah katakan, jangan diungkapkan di blog.  Eh, beliaunya bandel juga, akhirnya terungkap juga.  Ya konangan deh.
Sebagian pengalaman yg telah diungkapkan ini, janganlah dianggapsebagai iklan agar para pembaca artikel tertarik atau bergairahuntuk mengamalkan aurod (amalan) ini.  Sebaiknya tertariklah dan bergairahlah terhadap sesuatu yangmemang menggairahkan sesuai dengan syareatnya masing-masing.
Selanjutnya aurod (amalan) yang dimaksud diatas beserta tatacara pengamalannya, adalah sebagai berikut:
*. lakukan sholat hajat 2 rakaat, dan dilakukan setelah jam 12 malam.  Padarakaat pertama setelah membaca surah al-fatihah, lanjutkan dengan membaca ayat “kursy” (surah al-baqarah, ayat 255).  Pada rakaat kedua setelah membaca surat al-fatihah, lanjutkan dengan membaca ayat “aamanarrosuul… hingga akhir (surahal-baqarah ayat 285-286).  Pada saatsujud terakhir, panjatkanlah do’a secara spesifik sesuai dengan keperluan masing-masing. Khusus mengenai do’a pada sujud terakhir, jika menurut anda tidak sesuai dengan syareatnya, silahkanditinggalkan.
*. Baca ta’awudz 3x, Basmalah 3x, istighfar 100x, sholawat 300x, hauqolah 313x, dan tawasul.
*. Baca “Yaa Wahhab” 5.000x dan baca “Allohummarzuqni wawaasi’an katsiron li” 3x
*. Panjatkan do’a seperti do’a pada sujud terakhir sholathajat. Dan ikuti tatacara berdo’a yang sesuai dengan syareat.
catatan: untuk hal yang bersifat khusus, seperti tawasul dan tambahan tatacara wiridan, bagi yang berkenan mengamalkan, mohon memberikan info melalui e-mail disertai dengan identitas yg asli.
Sekian sekelumit ceritatentang hikmah asmaaul husna – Yaa Wahhab yang bisa saya sampaikan, semoga dapat dijadikan tambahan wawasan kita bersama,dan dapat dijadikan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kita kepada alloh ta’ala.  Seandainya di dalam artikel ini terdapat kata (kalimat) yg tidakberkenan, maka hal tersebut semata-mata merupakan kebodohansaya pribadi.  Oleh sebab itu, saya yang bodoh ini, mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya.
denwiek, denwiek@gmail.com
Wassalamu’alaikum wr.wb.

Iklan

423 thoughts on “CERITA TENTANG ASMA’ YAA WAHAB”

  1. Assalamualaikum Wr Wb, salam kenal dari sy Ari, di Bandar Lampung, Abah Denwiek alamat tempat tinggal dimana ? mohon dikasih alamatnya yg jelas, atau No Telp yg dapat sy hubungi, Trmksh .

    Suka

  2. Ass.. org berdoa ibarat org ngamen. kalau suara nya bagus, pasti gk langsung diberi uang tp didengarkan dulu lagu nya sampai selesai baru diberi uang. kalau suara nya jelek, langsung diberi uang biar cpt pergi.

    Suka

  3. kalau amalan agar mudah mendapatkan nasabah sama juga ya mas atau ada tambahanx, soalnya erwin sekarang kerja sebagai sales pada perusahaan pialang berjangka. trim’s atas infonya.

    Suka

↓ ungkapan SILATURAHMI .~terima kasih atas kunjungannya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s