KISAH PUTRI SHOLIHAH YG MENAKJUBKAN

Yudha Kelana
Donjuan483@gmail.com
Assalamu alaikum Wr. Wb.
Yang terhormat Ki Risang, Mas Ahmad R, serta Bolo
Bumi semuanya salam Sukses selalu. Ijinkanlah saya
berbagi setetes ilmu pengetahuan.
Kisah seorang wanita yang bernama ‘Abiir yang
sedang dilanda penyakit kanker. Ia mengirimkan
sebuah surat berisi kisahnya ke acara keluarga
mingguan “Buyuut Muthma’innah” (rumah idaman) di
Radio Qur’an Arab Saudi, lalu menuturkan kisahnya
yang membuat para pendengar tidak kuasa menahan
air mata mereka. Kisah yang sangat menyedihkan ini
dibacakan di salah satu hari dari sepuluh terakhir di
bulan Ramadhan lalu (tahun 2011). Berikut ini kisahnya
–sebagaimana dituturkan kembali oleh sang
pembawa acara DR Adil Alu Abdul Jabbaar- :
Ia adalah seorang wanita yang sangat cantik jelita
dan mengagumkan, bahkan mungkin tidak berlebihan
jika dikatakan bahwa kecantikannya merupakan
tanda kebesaran Allah. Setiap lelaki yang disekitarnya
berangan-angan untuk memperistrikannya atau
menjadikannya sebagai menantu putra-putranya. Hal
ini jelas dari pembicaraan ‘Abiir tatkala bercerita
tentang dirinya dalam acara Radio Qur’an Saudi
“Buyuut Muthma’innah”. Ia bertutur tentang dirinya:
“Umurku sekarang 28 tahun, seorang wanita yang
cantik dan kaya raya, ibu seorang putri yang berumur
9 tahun yang bernama Mayaa’. Kalian telah
berbincang-bincang tentang penyakit kanker, maka
izinkanlah aku untuk menceritakan kepada kalian
tentang kisahku yang menyedihkan….dan bagaimana
kondisiku dalam menghadapi pedihnya kankerku dan
sakitnya yang berkepanjangan, dan perjuangan keras
dalam menghadapinya. Bahkan sampai-sampai aku
menangis akibat keluhan rasa sakit dan kepayahan
yang aku rasakan. Aku tidak akan lupa saat-saat
dimana aku harus menggunakan obat-obat kimia,
terutama tatkala pertama kali aku mengkonsumsinya
karena kawatir dengan efek/dampak buruk yang
timbul…akan tetapi aku sabar
menghadapinya..meskipun hatiku teriris-iris karena
gelisah dan rasa takut. Setelah beberapa lama
mengkonsumsi obat-obatan kimia tersebut mulailah
rambutku berguguran…rambut yang sangat indah
yang dikenal oleh orang yang dekat maupun yang
jauh dariku. Sungguh…rambutku yang indah tersebut
merupakan mahkota yang selalu aku kenakan di atas
kepalaku. Akan tetapi penyakit kankerlah yang
menggugurkan mahkotaku…helai demi helai
berguguran di depan kedua mataku.
Pada suatu malam datanglah Mayaa’ putriku lalu
duduk di sampingku. Ia membawa sedikit manisan
(kue). Kamipun mulai menyaksikan sebuah acara di
salah satu stasiun televisi, lalu iapun mematikan
televisi, lalu memandang kepadaku dan berkata,
“Mama…engkau dalam keadaan baik..??”. Aku
menjawab, “Iya”. Lalu putriku memegang uraian
rambutku…ternyata uraian rambut itupun berguguran
di tangan putriku. Iapun mengelus-negelus rambutku
ternyata berguguran beberapa helai rambutku di
hadapannya. Lalu aku berkata kepada putriku,
“Bagaimana menurutmu dengan kondisiku ini wahai
Mayaa’..?”, iapun menangis. Lalu iapun mengusap air
matanya dengan kedua tangannya, seraya berkata,
“Waha mama…rambutmu yang gugur ini adalah
amalan-amalan kebaikan”, lalu iapun mulai
mengumpulkan rambut-rambutku yang berguguran
tadi dan meletakkannya di secarik tisu. Akupun
menangis melihatnya hingga teriris-iris hatiku karena
tangisanku, lalu aku memeluknya di dadaku, dan aku
berdoa kepada Allah agar menyembuhkan aku dan
memanjangkan umurku demi Mayaa’ putriku ini, dan
agar aku tidak meninggal karena penyakitku ini, dan
agar Allah menyabarkan aku menahan pedihnya
penyakitku ini….
Keeseokan harinya akupun meminta kepada suamiku
alat cukur, lalu akupun mencukur seluruh rambutku di
kamar mandi tanpa diketahui oleh seorangpun, agar
aku tidak lagi sedih melihat rambutku yang selalu
berguguran… di ruang tamu…, di dapur…di tempat
duduk…di tempat tidur…di mobil…tidak ada tempat
yang selamat dari bergugurnya rambutku.
Setelah itu akupun selalu memakai penutup kepala di
rumah, akan tetapi Mayaa putriku mengeluhkan akan
hal itu lalu melepaskan penutup kepalaku. Iapun
terperanjak melihat rambutku yang tercukur habis. Ia
berkata, “Mama..kenapa engkau melakukan ini ?!,
apakah engkau lupa bahwa aku telah berdoa kepada
Allah agar menyembuhkanmu, dan agar rambutmu
tidak berguguran lagi?!. Tidakkah engkau tahu
bahwasanya Allah akan mengabulkan doaku…Allah
akan menjawab permintaanku…!!, Allah tidak menolak
permintaanku…!!. Aku telah berdoa untukmu mama
dalam sujudku agar Allah mengembalikan rambutmu
lebih indah lagi dari sebelumnya…lebih banyak dan
lebih cantik. Mama…sudah sebulan aku tidak membeli
sarapan pagi di sekolah dengan uang jajanku, aku
selalu menyedekahkan uang jajanku untuk para
pembantu yang miskin di sekolah, dan aku meminta
kepada mereka untuk mendoakanmu. Mama…
tidakkah engkau tahu bahwasanya aku telah
meminta kepada sahabatku Manaal agar meminta
neneknya yang baik untuk mendoakan
kesembuhanmu??. Mamaa…aku cinta kepada Allah…
dan Dia akan mengabulkan doaku dan tidak akan
menolak permintaanku…dan Dia akan segera
menyembuhkanmu”
Mendengar tuturan putriku akupun tidak kuasa untuk
menahan air mataku…begitu yakinnya ia…, begitu
kuat dan berani jiwanya…lalu akupun memeluknya
sambil menangis…”.
Putriku lalu duduk bertelekan kedua lututnya
menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangannya
berdoa agar Allah menyembuhkanku sambil
menangis. Ia menoleh kepadaku dan berkata,
“Mama..hari ini adalah hari jum’at, dan saat ini adalah
waktu mustajaab (terkabulnya doa)…aku berdoa
untuk kesembuhanmu. Ustadzah Nuuroh hari ini
mengabarkan aku tentang waktu mustajab ini.”
Sungguh hatiku teriris-iris melihat sikap putriku
kepadaku… Akupun pergi ke kamarku dan tidur. Aku
tidak merasa dan tidak terjaga kecuali saat aku
mendengar lantunan ayat kursi dan surat Al-Fatihah
yang dibaca oleh putriku dengan suaranya yang
merdu dan lembut…aku merasakan ketentaraman…
aku merasakan kekuatan…aku merasakan semangat
yang lebih banyak. Sudah sering kali aku memintanya
untuk membacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-
Naas kepadaku jika aku tidak bisa tidur karena rasa
sakit yang parah…akupun memanggilnya untuk
membacakan al-Qur’an untukku.
Sebulan kemudian –setelah menggunakan obat-
obatan kimia- akupun kembali periksa di rumah sakit.
Para dokter mengabarkan kepadaku bahwa saat ini
aku sudah tidak membutuhkan lagi obat-obatan kimia
tersebut, dan kondisiku telah semakin membaik.
Akupun menangis karena saking gembiranya
mendengar hal ini. Dan dokter marah kepadaku
karena aku telah mencukur rambutku dan ia
mengingatkan aku bahwasanya aku harus kuat dan
beriman kepada Allah serta yakin bahwasanya
kesembuhan ada di tangan Allah.
Lalu aku kembali ke rumah dengan sangat gembira…
dengan perasaan sangat penuh pengharapan…putriku
Mayaa’ tertawa karena kebahagiaan dan
kegembiraanku. Ia berkata kepadaku di mobil,
“Mama…dokter itu tidak ngerti apa-apa, Robku yang
mengetahui segala-galanya”. Aku berkata,
“Maksudmu?”. Ia berkata, “Aku mendengar papa
berbicara dengan sahabatnya di HP, papa berkata
padanya bahwasanya keuntungan toko bulan ini
seluruhnya ia berikan kepada yayasan sosial panti
asuhan agar Allah menyembuhkan uminya Mayaa”.
Akupun menangis mendengar tuturannya…karena
keuntungan toko tidak kurang dari 200 ribu real
(sekitar 500 juta rupiah), dan terkadang lebih dari itu.
Sekarang kondisiku –Alhamdulillah- terus membaik,
pertama karena karunia Allah, kemudian karena
kuatnya Mayaa putriku yang telah membantuku
dalam perjuangan melawan penyakit kanker yang
sangat buruk ini. Ia telah mengingatkan aku kepada
Allah dan bahwasanya kesembuhan di tangan-Nya…
sebagaimana aku tidak lupa dengan jasa suamiku
yang mulia yang telah bersedekah secara diam-diam
tanpa mengabariku yang merupakan sebab
berkurangnya rasa sakit yang aku rasakan.
Aku berdoa kepada Allah agar menyegerakan
kesembuhanku dan juga bagi setiap lelaki atau
wanita yang terkena penyakit kanker. Sungguh kami
menghadapi rasa sakit yang pedih yang merusak
tubuh kami dan juga jiwa kami…akan tetapi rahmat
Allah dan karuniaNya lebih besar dan lebih luas
sebelum dan susudahnya”
Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 22-02-1433
H / 16 Januari 2011 M
Semoga bisa diambil hikmahnya dan semoga
bermanfaat buat Bolobumi semuanya, Amiin.
Wassalamu alaikum Wr. Wb.

Iklan

61 thoughts on “KISAH PUTRI SHOLIHAH YG MENAKJUBKAN”

↓ ungkapan SILATURAHMI .~terima kasih atas kunjungannya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s