BERSEDIHKAH KITA ATAS WAFATNYA ULAMA.

Asalamualaikum.Bersedih hati karena meninggalnya seorang ulama
adalah sebuah perkara yang besar di sisi Allah.
Sebuah perkara yang akan mendatangkan
konsekuensi bagi kita yang ditinggalkan jika kita
ternyata bukan orang-orang yang senantisa
mendengar petuah mereka. Menangislah jika kita
ternyata selama ini belum ada rasa cinta di hati kita
kepada para ulama.
Ulama adalah pewaris para Nabi. Mereka adalah
‘cahaya’ dalam kehidupan umat. Meninggalnya
seorang ulama adalah ujian besar bagi umat.
Kepergian ulama menuju Tuhannya
sesungguhnya lebih berat kita terima dari urusan
apa pun yang selama ini memberatkan kita. Maka
kita layak menangis setiap kali ditinggal pergi oleh
seorang ulama.
Rosulullah SAW bersabda: “Akan datang satu
zaman pada ummatku, dimana mereka lari dari
ulama dan fuqoha, oleh sebab itu ALLAH
menimpakan kepada mereka tiga macam bencana,
bencana yang pertama: ALLAH MENGHILANGKAN
KEBERKAHAN DARI USAHA MEREKA,
bencana yang kedua : ALLAH TA’ALA
MENGUASAKAN PADA MEREKA PENGUASA YANG
ZOLIM,
bencana yang ketiga : MEREKA KELUAR DARI
KEHIDUPAN DI DUNIA INI DENGAN TANPA IMAN”
Rasulullah telah mengingatkan, “Sesungguhnya
Allah tidaklah mencabut ilmu begitu saja dari diri
para ulama, akan tetapi Allah mencabut ilmu
dengan matinya para ulama, sehingga jika tidak
tersisa seorang ulama pun, maka masyarakat akan
mengambil orang-orang bodoh sebagai
pemimpin, jika mereka ditanya mereka menjawab
tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan
menyesatkan.” (HR Bukhari).
Hadis ini menjelaskan tentang konsekuensi
meninggalnya seorang ulama, yaitu akan
menimbulkan bahaya bagi umat. Di sisi lain, hadis
ini juga menunjukkan bahwa keberadaan ulama di
tengah kaum muslimin merupakan suatu rahmat
dan keberakahan dari Allah. Hadis ini, barangkali,
cukup sebagai alasan mengapa kita patut berduka
setiap kali ditinggal pergi oleh seorang ulama.
Ulama adalah pelita. Mereka adalah cahaya yang
menerangi umat dengan ilmunya. Mereka adalah
pewaris para Nabi.
Selain itu, dalam kitab Targhibaatul Abrar dijelaskan
juga bagaimana urgensnya posisi ulama. Ulama
tetap berada di garda terdepan dan sebagai pilar
terpenting di dunia. “Tiang tegaknya dunia itu ada
empat perkara:
1) Ilmunya para ulama;
2) Pemerintahan yang adil;
3) Kedermawanan orang-orang kaya;
4) Do’a orang-orang fakir.
Kalau tidak dengan ilmu para ulama, maka
binasalah orang-orang bodoh, dan kalau tidak ada
pemerintahan yang adil, niscaya manusia saling
memakan manusia bagaikan serigala memakan
domba, dan kalau tidak ada kedermawanan orang-
orang kaya, maka binasalah orang-oranng fakir,
dan kalau tidak ada doa orang-orang fakir, maka
hancurlah langit dan bumi ini.
Pentingnya posisi ulama di sisi Allah karena
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah hanyalah
para ulama.” (QS Al-Fathir: 28).
Allah juga menjelaskan, “Allah menyatakan
bahwasanya tiada Ilah (yang berhak disembah)
melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para
Malaikat dan orang-orang yang berilmu juga
menyatakan yang demikian itu. Tiada Ilah (yang
berhak disembah) melainkan Dia. Yang Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS Ali Imran: 18).
Kita mendengar keluhuran hadits nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh
Al Imam Al Bukhari bahwa Allah subhanahu
wata’ala tidak mencabut ilmu dengan cara
mencabutnya dari dada para ulama’ tetapi dengan
cara mewafatkan para ulama’, inilah musibah
terbesar di muka bumi, bukanlah gempa bumi
atau tsunami, bukan pula gunung berapi atau
angin topan dan lain sebagainya.
Musibah yang sebenarnya adalah wafatnya para
ulama’, jika ulama’ telah wafat maka semua
musibah akan muncul. Maka semakin Allah
panjangkan usia para ulama’ kita musibah akan
semakin menjauh.
Jika para ulama’ sudah tidak ada maka manusia
akan kebingungan dan mencari guru-guru yang
tidak mempunyai sanad keguruan, atau guru yang
jahil/ tidak berilmu), tidak berguru pada ahlul
khusyu’, yang akhirnya hal yang bid’ah akan
dikatakan sunnah, dan sebaliknya yang sunnah
dikatakan bid’ah, ziarah kubur dikatakan syirik,
bertawassul dikatakan syirik, karena mereka tidak
mempunyai sanad keguruan, mereka hanya
belajar pada buku tanpa tuntunan guru, bukan
berarti tidak boleh belajar pada buku namun
tentunya jika kita punya guru seorang alim yang
shalih maka ia akan mengajarkan kita jika kita tidak
mengetahui makna yang kita baca dalam buku itu,
maka boleh belajar pada buku namun harus
mempunyai guru, karena guru bertanggung
jawab jika seandainya kita salah, maka di hari
kiamat guru yang akan bertanggung jawab atas
kesalahan kita, maka akan dipanggil guru itu untuk
bertanggung jawab atas ajaran yang tidak benar
misalnya, maka guru mesti bertanggung jawab,
namun buku tidak akan bisa bertanggung jawab
(atau dimintai pertangggungjawaban).
Semoga kita digolongkan orang-orang yang
mencintai ulama dan dikumpulkan bersama ulama
Salafunassholih in, Aamiin..

Iklan

102 thoughts on “BERSEDIHKAH KITA ATAS WAFATNYA ULAMA.”

      1. alhamdulillah baik gus berkat do’anya gus zakky dan do’a para sesepuh smua. aamiin ya alloh ya kariim ya arhamarrohimiin. matur sembah nuwun sanget njeh gus atas do’anipun. salam sayang kulo ya gus buat si kecil smoga si kecilnya tambah pinter dan tambah lucu

        Suka

  1. salim sungkem oge teh jagad, mangga kopi pait jga jdi manis klo ada teteh, hehehe… gombal mode on…

    hehehe kangmas zakky kurang tidur kali…

    Suka

  2. asalamualaikum …semua sesepuh dan bolobumi
    ikut nyimak dan berdoa semoga saya dan panjenengan semua diberi rahmat oleh ALLAH SWT diberi hati yang cinta dan punya i’tiqod yang nyakin pada ulama(ibadillahissholihin) amiin.
    insyaALLAH barakah mahabbah kita kepada ulama’ ibadillahissholihin dan kepada para auliya’ besok kita akan dikumpulkan dengan mereka.amiin

    Suka

  3. SELAMAT TAHUN BARU 2013
    UNTUK SEMUA SESEPUH DAN BOLOBUMI

    semoga kita selalu mendapat rahmat dan keluasan magfirahNYA

    maaf duluan ngucapinya coz saya dibalikpapan

    Suka

  4. Di tahun baru ini,saya ingin menuliskan pesan yang pernah saya dengar dari pengajian beliau ra, semoga bisa bermanfaat dan menambah kesungguhan kita dalam ibadah di tahun baru ini.
    1.Nglakoni opo wae rupo ibadah dikir perjuangan temenono,yen awakmu wis iso temen balekno maring rohmat pitulunge gusti ALLAH SWT.
    senajan titik ilmune cukup mungguhe gusti ALLAH SWT.
    2.Nglakoni opo wae rupo ibadah dikir perjuangan sing dorong mahabbah/cinta dateng ALLAH SWT
    3.yen awakmu wis iso koyo ngono mau NGUMPULO karo wong wong sholeh.yen wis iso kumpul titik titik tiruo lelekone.
    maaf pake bahasa jawa karena pengajianya memang pakai bahasa jawa

    Suka

    1. Absen pagi, baru bisa absen gak ada jaringan kemarn2 ni baru dapet. Salam salim buat semua sesepuh dan saudaraku songgobumi tanpa terkecuali.

      Suka

↓ ungkapan SILATURAHMI .~terima kasih atas kunjungannya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s