SHOLAWAT DI DUGA SYIRIK

Ya Alloh, berilah sholawat
dengan sholawat yang
sempurna dan berilah
salam dengan salam yang
sempurna atas penghulu
kami Muhammad yang
dengannya terlepas segala
ikatan, lenyap segala
kesedihan, terpenuhi
segala kebutuhan.

, tercapai</strong>

segala kesenangan, semua
diakhiri dengan kebaikan
(khusnul khotimah), hujan
diturunkan berkat dirinya
yang pemurah, juga atas
keluarga dan sahabat-
sahabatnya dalam setiap
kedipan mata dan
hembusan nafas sebanyak
hitungan segala yang ada
dalam pengetahuanMU.
Tidak Ada Shalawat yang
Berisi Hal-hal Syirik
(Musyrik)
Entah pemahaman
macam apa yang mereka
pelajari sehingga orang
bershalawat untuk Nabi
Muhammad Saw, dan
dengan shalawat
tersebut kita bermaksud
berdo’a kepada Allah

Swt,
lantas mereka bilang
musyrik. Hal ini bisa kita
lihat ucapan Syaikh
Muhammad bin Jamil
Zainu (tokoh panutan
kaum wahabi) ketika
mengomentari sholawat
Nariyah. Menurutnya
dalam sholawat ini berisi
kesyirikan yang terang-
terangan.
Sungguh sangat
mengherankan apa yang
menjadi pandangannya,
apakah karena sang Syaikh
itu keterlaluan pintarnya
atau entah apa sebabnya
sehingga dia melihat
kesyirikan yang terang-
terangan menurutnya
dalam shalawat nariyah.
Sebagai seorang Ulama
muslim mestinya benar-
benar tahu bahwa dalam
kalimat-kalimat shalawat
tersebut penuh dengan
sanjungan kepada
Rasulullah Saw. Dan
Rasulullah memang benar
seperti itu, siapa yang
mengingkarinya maka
jangan lah ngaku-ngaku
beriman kepada beliau.
Dan sanjungan kita setinggi
langit pun tidak kita
maksudkan untuk
menyamakan beliau
dengan Allah yang
mengutusnya sebagai Rasul
Pilihan, sebagai sayyidul
anbiya’ wal mursaliin,
pimpinan para Nabi dan
Para Rasul.
Syaikh Muhammad
bin Jamil Zainu
berkata: “Shalawat
Nariyah cukup
populer di banyak
kalangan dan ada
yang meyakini
bahwa orang yang
bisa membacanya
sebanyak 4444 kali
dengan niat
menghilangkan
kesulitan-kesulitan
atau demi
menunaikan hajat
maka
kebutuhannya pasti
akan terpenuhi. Ini
merupakan
persangkaan yang
keliru dan tidak
ada dalilnya sama
sekali. Terlebih lagi
apabila anda
mengetahui isinya
dan menyaksikan
adanya kesyirikan
secara terang-
terangan di
dalamnya “.
Syaikh Wahabi
tersebut
selanjutnya
berkata:
“Sesungguhnya
aqidah tauhid yang
diserukan oleh Al-
Qur’an Al Karim dan
diajarkan kepada
kita oleh Rasulullah
shallallahu ‘alaihi
wa sallam
mewajibkan kepada
setiap muslim
untuk meyakini
bahwa Allah
semata yang
berkuasa untuk
melepaskan ikatan-
ikatan di dalam
hati,
menyingkirkan
kesusahan-
kesusahan,
memenuhi segala
macam kebutuhan
dan memberikan
permintaan orang
yang sedang
meminta kepada-
Nya. Oleh sebab itu
seorang muslim
tidak boleh berdoa
kepada selain Allah
demi
menghilangkan
kesedihan atau
menyembuhkan
penyakitnya
meskipun yang di
serunya adalah
malaikat utusan
atau Nabi yang
dekat (dengan
Allah). Al-Qur’an ini
telah mengingkari
perbuatan berdoa
kepada selain Allah
baik kepada para
rasul ataupun para
wali….” Anda bisa
lihat selengkapnya
di Muslim.or.id.
sebuah Website
corong ajaran
Wahabi di
Indonesia.
Padahal dalam susunan
sholawat Nariyah
tersebut tidak ada
sepotong pun kalimat
yang berisi do’a kepada
nabi Muhammad, do’a
tersebut tidak ditujukan
kecuali hanya kepada
Allah Swt. Barang siapa
memahami sholawat
tersebut berisi do’a kepada
Nabi Saw, maka mereka
wajib belajar lagi cara
memahami kalimat. Sebab
pemahaman tersebut telah
menimbulkan fitnah
dengan menuduh kaum
muslimin berdo’a kepada
selain Allah Swt. Bagi
kalian yang mengikuti
pendapat Syaikh
Muhammad Jamil Zainu,
coba tunjukkan kalimat
mana yang berisi do’a
kepada Rasul saw?
Sebenarnya yang mejadi
sebab kanapa mereka
mengalami salah paham
sampai sejauh itu karena
berangkat dari
pemahaman bahwa
sholawat yang
redaksinya bukan dari
Nabi saw adalah bid’ah
(versi Wahabi setiap
bid’ah itu terlarang atau
haram). Baiklah, jika
memang begitu maunya
apakah mereka masih
konsisten dengan
pendapatnya jika yang
bersholawat dengan
sholawat bid’ah itu
Syaikh-syaikh Wahabi
semacam Syaikh Albani
dan Syaikh bin Baz?
Agar bisa langsung melihat
shalawat bid’ah hasanah
buatan Syaikh-syaikh
Wahabi, mari kita simak
tulisan berikut ini dimulai
dari alenia paling bawah,
lalu alenia di atasnya dan
di atasnya lagi. Selamat
menyimak…. selanjutnya
bacalah dari atas
kembali agar mendapat
pemahaman yang benar
tentang shalawat. Dan
semoga anda-anda yang
sudah terlanjur
memusyrikkan muslimin
yang bershalawat, semoga
anda segera menyadari
bahwa selama ini anda
telah menjadi muslim-
muslim yang ngawur maka
segeralah bertaubat.
Barokallohu fikum
ajma’iin….
SHALAWAT NARIYYAH, AL-
FATIH, THIBB AL-QULUB,
DAN SHALAWAT-
SHALAWAT BID’AH
HASANAH BUATAN
SYAIKH-SYAIKH WAHABI
Oleh: Al-Ustadz Mbah
Jenggot
Shalawat nariyyah,
begitulah kebanyakan
orang menyebutnya.
Namun sebenarnya, ada
indikasi kuat bahwa
shalawat tersebut bukan
bernama shalawat
nariyyah, tetapi shalawat
taziyyah sebagaimana
nisbat kepada penciptanya,
yaitu Syaikh at-Tazi.
Shalawat nariyyah juga
disebut sebagian
pengikut faham salafi
sebagai shalawat bid’ah,
karena tidak pernah
dibuat oleh Rasulallah.
Dan, jamaah shalawat
nariyyah yang banyak
dilakukan oleh sebagian
masyarakat Indonesia,
terutama masyarakat tanah
Jawa, juga dianggap
sebagai jamaah bid’ah yang
sesat karena mengamalkan
shalawat bid’ah.
Termasuk shalawat
nariyyah yang menjadi
obyek pensesatan,
adalah shalawat al-fatih
dan shalawat thibb al-
qulub yang juga bukan
berasal dari Rasulallah.
Banyak sekali shalawat
yang digunakan dan
diciptakan oleh ulama-
ulama agung, sebut saja
Syaikh ‘Abdul Qadir al-
Jilani, Hujjatul Islam al-
Ghazali, Syaikh Abul
Hasan asy-Syadzili,
Sayyidi Ali Wafa, Imam
as-Subki, Imam ar-Ramli
asy-Syafi’i dan ulama-
ulama lain, termasuk
shalawat taziyyah diatas,
sebagaimana yang
disebutkan secara khusus
oleh Syaikh Yusuf an-
Nabhani dalam Syawahid
al-Haq .
Artinya, jika ulama-
ulama agung di atas juga
menciptakan shalawat
Nabi dan
menggunakannya dalam
beristighatsah kepada
Allah, lalu apakah kita
dilarang bershalawat
menggunakan shalawat
yang mereka ciptakan,
yang meskipun dilihat dari
sisi pahala jelas lebih
banyak bershalawat
dengan shalawat yang
diciptakan oleh Rasulallah
langsung?
Beberapa hujjah yang
tidak akan terbantahkan
tentang
diperbolehkannya
menciptakan shalawat
Nabi sendiri adalah
shalawat Sayyidina Ali
yang diriwayatkan oleh
Salamah al-Kindi yang
dinukil dari kitab asy-
Syifa’ karya al-Qadhi
‘Iyadh:
َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ َﻰِﺣﺍَﺩ ِﺕﺍَّﻮُﺣْﺪَﻤﻟْﺍ َﺉِﺭﺎَﺑَﻭ
ِﺕﺎَﻛْﻮُﻤْﺴَﻤﻟْﺍ ْﻞَﻌْﺟِﺍ َﻒِﺋﺍَﺮَﺷ
َﻚِﺗﺍَﻮَﻠَﺻ ﻰِﻣﺍَﻮَﻧَﻭ َﻚِﺗﺎَﻛَﺮَﺑ َﺔَﻓْﺃَﺭَﻭ
َﻚِﻨُّﻨَﺤَﺗ ﻰَﻠَﻋ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ َﻙِﺪْﺒَﻋ
َﻚِﻟْﻮُﺳَﺭَﻭ ِﺢِﺗﺎَﻔﻟْﺍ ﺎَﻤِﻟ َﻖِﻠْﻏُﺃ
ِﻢِﺗﺎَﺨﻟْﺍَﻭ ﺎَﻤِﻟ َﻖَﺒَﺳ ِﻦِﻠْﻌُﻤﻟْﺍَﻭ
َّﻖَﺤﻟْﺍ ِّﻖَﺤﻟْﺎِﺑ ِﻎِﻣﺍَّﺪﻟﺍَﻭ ِﺕﺎَﺸْﻴَﺠِﻟ
ِﻞْﻴِﻃﺎَﺑَﻷْﺍ ﺎَﻤَﻛ َﻞِّﻤُﺣ َﻊَﻠَﻄْﺿﺎَﻓ
َﻙِﺮْﻣَﺄِﺑ َﻚِﺘَﻋﺎَﻄِﻟ ﺍًﺰِﻓْﻮَﺘْﺴُﻣ ﻲِﻓ
َﻚِﺗﺎَﺿْﺮَﻣ ﺎًﻴِﻋﺍَﻭ َﻚِﻴْﺣَﻮِﻟ ﺎًﻈِﻓﺎَﺣ
َﻙِﺪْﻬَﻌِﻟ ﺎًﻴِﺿﺎَﻣ ﻰَﻠَﻋ ِﺫﺎَﻔَﻧ َﻙِﺮْﻣَﺃ
ﻰَّﺘَﺣ ﻯَﺭْﻭَﺃ ﺎًﺴَﺒَﻗ ،ٍﺲِﺑﺎَﻘِﻟ ُﺀَﻻﺁ
ِﻪﻠﻟﺍ ُﻞِﺼَﺗ ِﻪِﻠْﻫَﺄِﺑ ،ُﻪَﺑﺎَﺒْﺳَﺃ ِﻪِﺑ
ِﺖَﻳِﺪُﻫ ُﺏْﻮُﻠُﻘﻟْﺍ َﺪْﻌَﺑ ِﺕﺎَﺿْﻮَﺧ
ِﻦَﺘِﻔﻟْﺍ ِﻢْﺛِﻹْﺍَﻭ َﺞَﻬْﺑَﺃَﻭ ِﺕﺎَﺤِﺿْﻮُﻣ
ِﻡَﻼْﻋَﻷْﺍ ِﺕﺍَﺮِﺋﺎَﻧَﻭ ِﻡﺎَﻜْﺣَﻷْﺍ
ِﺕﺍَﺮْﻴِﻨُﻣَﻭ ِﻡَﻼْﺳِﻹْﺍ َﻮُﻬَﻓ َﻚُﻨْﻴِﻣَﺃ
ُﻥْﻮُﻣْﺄَﻤﻟْﺍ ُﻥِﺯﺎَﺧَﻭ َﻚِﻤْﻠِﻋ ِﻥْﻭُﺰْﺨَﻤﻟْﺍ
َﻙُﺪْﻴِﻬَﺷَﻭ َﻡْﻮَﻳ ِﻦْﻳِّﺪﻟﺍ َﻚُﺜْﻴِﻌَﺑَﻭ
ًﺔَﻤْﻌِﻧ َﻚُﻟْﻮُﺳَﺭَﻭ ِّﻖَﺤﻟْﺎِﺑ ًﺔَﻤْﺣَﺭ
َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ ْﺢَﺴْﻓﺍ ُﻪَﻟ ﻲِﻓ َﻚِﻧْﺪَﻋ
ِﻩِﺰْﺟَﺍَﻭ ِﺕﺎَﻔَﻋﺎَﻀُﻣ ِﺮْﻴَﺨﻟْﺍ ْﻦِﻣ
َﻚِﻠْﻀَﻓ ٍﺕﺎَﺌَّﻨَﻬُﻣ ُﻪَﻟ َﺮْﻴَﻏ ٍﺕﺍَﺭَّﺪَﻜُﻣ
ْﻦِﻣ ِﺯْﻮَﻓ َﻚِﺑﺍَﻮَﺛ ِﻝْﻮُﻠْﺤَﻤﻟْﺍ ِﻞْﻳِﺰَﺟَﻭ
َﻚِﺋﺎَﻄَﻋ ِﻝْﻮُﻠْﻌَﻤﻟْﺍ َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ ِﻞْﻋَﺃ
ﻰَﻠَﻋ ِﺀﺎَﻨِﺑ ِﺱﺎَّﻨﻟﺍ ُﻩَﺀﺎَﻨِﺑ ْﻡِﺮْﻛَﺃَﻭ
ُﻩﺍَﻮْﺜَﻣ َﻚْﻳَﺪَﻟ ُﻪَﻟُﺰُﻧَﻭ َّﻢِﺗَﺃَﻭ ُﻪَﻟ ُﻩَﺭْﻮُﻧ
ِﻩِﺰْﺟَﺃَﻭ ِﻦِﻣ َﻚِﺛﺎَﻌِﺘْﺑﺍ ُﻪَﻟ َُﻝْﻮُﺒْﻘَﻣ
ِﺓَﺩﺎَﻬَّﺸﻟﺍ َُّﻲِﺿْﺮَﻣَﻭ ِﺔَﻟﺎَﻘَﻤْﻟﺍ ﺍَﺫ
ٍﻖِﻄْﻨَﻣ ٍﻝْﺪَﻋ ٍﺔَّﻄُﺧَﻭ ٍﻞْﺼَﻓ
ٍﻥﺎَﻫْﺮُﺑَﻭ ٍﻢْﻴِﻈَﻋ
Dalam shalawat yang
diciptakan oleh Sayyidina
Ali tersebut terdapat
jawaban dan bantahan
terhadap kaum Salafi
Wahhabi yang menilai
syirik membaca shalawat
al-fatih, karena di
dalamnya terdapat kata al-
Fatih yang menjadi sifat
dari Rasulallah. Menurut
mereka sifat al-fatih
hanya milik Allah dan
tidak layak di sematkan
pada Rasulullah, padahal
Sayyidina Ali bin Abi
Thalib ternyata juga
membuat shalawat yang
di dalamnya terdapat
pengagungan terhadap
Rasulallah dengan
memberi sifat beliau
dengan al-fatih.
Shalawat Abdullah bin
Mas‘ud:
ْﻦَﻋَﻭ ِﺪْﺒَﻋ ِﻪﻠﻟﺍ ِﻦْﺑ ٍﺩْﻮُﻌْﺴَﻣ َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ
ْﻞَﻌْﺟﺍ َﻚِﺗﺍَﻮَﻠَﺻ َﻚِﺗﺎَﻛَﺮَﺑَﻭ َﻚِﺘَﻤْﺣَﺭَﻭ
ﻰَﻠَﻋ ِﺪِّﻴَﺳ َﻦْﻴِﻠَﺳْﺮُﻤﻟْﺍ ِﻡﺎَﻣِﺇَﻭ
َﻦْﻴِﻘَّﺘُﻤﻟْﺍ ِﻢَﺗﺎَﺧَﻭ َﻦْﻴِّﻴﺒَّﻨﻟﺍ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ
َﻙِﺪْﺒَﻋ َﻚِﻟْﻮُﺳَﺭَﻭ ِﻡﺎَﻣِﺇ ِﺮْﻴَﺨﻟْﺍ
ِﻝﻮُﺳَﺭَﻭ ِﺔَﻤْﺣَّﺮﻟﺍ َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ ُﻪْﺜَﻌْﺑﺍ
ﺎًﻣﺎَﻘَﻣ ﺍًﺩْﻮُﻤْﺤَﻣ ُﻪُﻄِﺒْﻐَﻳ ِﻪْﻴِﻓ
َﻥْﻮُﻟَّﻭَﻷْﺍ َﻥْﻭُﺮِﺧﻵْﺍَﻭ َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ ِّﻞَﺻ
ﻰَﻠَﻋ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ﻰَﻠَﻋَﻭ ِﻝﺁ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ
ﺎَﻤَﻛ َﺖْﻴَّﻠَﺻ ﻰَﻠَﻋ َﻢْﻴِﻫﺍَﺮْﺑِﺇ َﻚَّﻧِﺇ
ٌﺪْﻴِﻤَﺣ ٌﺪْﻴِﺠَﻣ ْﻙِﺭﺎَﺑَﻭ ﻰَﻠَﻋ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ
ﻰَﻠَﻋَﻭ ِﻝﺁ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ﺎَﻤَﻛ َﺖْﻛَﺭﺎَﺑ
ﻰَﻠَﻋ َﻢْﻴِﻫﺍَﺮْﺑِﺇ ﻰَﻠَﻋَﻭ ِﻝﺁ َﻢْﻴِﻫﺍَﺮْﺑِﺇ
َﻚَّﻧِﺇ ٌﺪْﻴِﻤَﺣ ٌﺪْﻴِﺠَﻣ
Hasan al-Bashri
mengatakan, bahwa
barang siapa yang ingin
meminum minuman dari
Telaga Rasulallah dengan
gelas yang penuh, maka
bacalah shalawat berikut
ini:
َّﻢُﻬﻠَّﻟَﺍ ِّﻞَﺻ ﻰَﻠَﻋ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ﻰَﻠَﻋَﻭ
ِﻪِﻟﺁ ِﻪِﺑﺎَﺤْﺻَﺃَﻭ ِﻩِﺩَﻻْﻭَﺃَﻭ ِﻪِﺟﺍَﻭْﺯَﺃَﻭ
ِﻪِﺘَّﻳِّﺭُﺫَﻭ ِﻞْﻫَﺃَﻭ ِﻪِﺘْﻴَﺑ ِﻩِﺭﺎَﻬْﺻَﺃَﻭ
ِﻩِﺭﺎَﺼْﻧَﺍَﻭ ِﻪِﻋﺎَﻴْﺷَﺃَﻭ ِﻪْﻴِّﺒِﺤُﻣَﻭ
ِﻪِﺘَّﻣُﺃَﻭ ﺎَﻨْﻴَﻠَﻋَﻭ ْﻢُﻬَﻌَﻣ َﻦْﻴِﻌَﻤْﺟَﺃ ﺎَﻳ
َﻢَﺣْﺭَﺃ َﻦْﻴِﻤِﺣﺍَّﺮﻟﺍ
Shalawat yang diciptakan
oleh Imam asy-Syafi’i:
Yaitu sebagaimana yang
dikatakan oleh Abu
Bayan berikut: “Aku
bermimpi bertemu
Rasulallah. Aku bertanya
kepada beliau: ‘Andai
engkau memberi manfaat
dengan sesuatu kepada
putra paman engkau,
asy-Syafi’i atau
memberinya sesuatu
secara khusus?!’
Rasulallah menjawab: ‘Ya,
aku telah minta kepada
rabb-ku untuk
membebaskan hisab
baginya.’ Kemudian aku
kembali bertanya: ‘Dengan
sebab apa?’ Rasulallah
menjawab: ‘Karena dia
bershalawat kepadaku
dengan shalawat yang
tidak ada yang
menyamainya.’ Aku
kembali bertanya: ‘Apakah
shalawat tersebut?’
Rasulallah kembali
menjawab: ‘Dia
bershalawat berikut:
َّﻢُﻬَّّﻠﻟَﺍ ِّﻞَﺻ ﻰَﻠَﻋ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ﺎَﻤَّﻠُﻛ
ُﻩَﺮَﻛَﺫ َﻥْﻭُﺮِﻛﺍَّﺬﻟﺍ َﻞَﻔَﻏَﻭ ْﻦَﻋ ِﻩِﺮْﻛِﺫ
َﻥْﻮُﻠِﻓﺎَﻐﻟْﺍ
Diceritakan dari Ibnu
Abdil Hakam, beliau
mengatakan: “Aku
bermimpi bertemu
dengan Imam asy-Syafi’i
dan aku bertanya kepada
beliau: ‘Apa yang sudah
Allah lakukan kepada
engkau?’ Asy-Syafi’i
menjawab: ‘Allah telah
memberi nikmat dan
mengampuni dosa-dosaku
serta aku bermalam
pertama di dalam surga
seperti halnya malam
pertamanya sepasang
pengantin dan disebar
sesuatu di depanku seperti
halnya disebar sesuatu di
depan sepasang
pengantin.’ Aku kembali
bertanya: ’Dengan apa
engkau mencapai
kedudukan seperti itu?’
Beliau menjawab: ’Sebab
aku bershalawat di dalam
kitab ar-Risalah -ku
berikut:
ﻰَّﻠَﺻَﻭ ُﻪﻠﻟﺍ ﻰَﻠَﻋ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ َﺩَﺪَﻋ ﺎَﻣ
ُﻩَﺮَﻛَﺫ َﻥْﻭُﺮِﻛﺍَّﺬﻟﺍ َﺩَﺪَﻋَﻭ ﺎَﻣ َﻞَﻔَﻏ
ْﻦَﻋ ِﻩِﺮْﻛِﺫ َﻥْﻮًُﻠِﻓﺎَﻐﻟْﺍ
Shalawat Imam asy-
Syafi’i tersebut juga
dicantumkan oleh Ibnu
Qasim al-Ghazzi dalam
kitabnya yang terkenal
barakah, Fath al-Qarib
al-Mujib syarah Abi
Syuja’ dan juga dalam
Ratib Tahlil.
Dengan keterangan di
atas, menyalahkan dan
mencela pengamal
shalawat Nariyyah
(Taziyyah), al-Fatih dan
Thibb al-Qulub dengan
tuduhan bid’ah karena
shalawat tersebut bukan
datang dari Rasulallah
adalah salah alamat.
Sebab, berarti mereka
mengatakan juga shahabat
Ali bin Abi Thalib, Abdullah
bin Mas’ud dan ulama-
ulama agung di atas
merupakan ahli bid’ah yang
sesat.
Jika membuat shalawat
sendiri adalah bid’ah dan
sesat, maka ulama
Wahhabi juga sesat.
Contohnya adalah
shalawat yang dibuat
dalam kitab-kitab ulama
pegangan mereka yang
tidak datang dari
Rasulallah:
v Komisi Fatwa Tetap
Kerajaan Arab Saudi
(fatwa Wahhabi) dalam
mukaddimah dokumen
fatwanya menyebutkan
shalawat:
ُﺓَﻼَّﺼﻟَﺍ ًُﻡَﻼَّﺴﻟﺍَﻭ ﻰَﻠَﻋ ْﻦَﻣ َﻻ
َّﻲِﺒَﻧ ُﻩَﺪْﻌَﺑ
v Al-Albani dalam Majmu’
Fatawinya menyebutkan:
ُﺓَﻼَّﺼﻟﺍَﻭ ُﻡَﻼَّﺴﻟﺍَﻭ ﻰَﻠَﻋ ِﻝْﻮُﺳَّﺮﻟﺍ
ِﻢْﻳِﺮَﻜﻟْﺍ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ِﻦْﺑ ِﺪْﺒَﻋ ِﻪﻠﻟﺍ
ِﻕِﺩﺎَّﺼﻟﺍ ِﻦْﻴِﻣَﻻْﺍ
v Ibnu Utsaimin dalam
Majmu’ Fatawi Ibni Bazz:
ُﺓَﻼَّﺼﻟﺍَﻭ ُﻡَﻼَّﺴﻟﺍَﻭ ﻰَﻠَﻋ ﺎَﻨِّﻴِﺒَﻧ
ﺎَﻧِﺪِّﻴَﺳَﻭ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ِﻦْﻴِﻣَﻷْﺍ ﻰَﻠَﻋَﻭ ِﻪِﻟﺁ
ِﻪِﺘَﺑﺎَﺤَﺻَﻭ َﻦْﻴِﻌَﻤْﺟَﺃ
Dan masih banyak lagi
sholawat ciptaan dari
tokoh-tokoh Salafy
wahabi.
Source:
http://www.facebook.com/
notes/alfqyr-mbah-jenggot/
shalawat-nariyyah-al-fatih-
dan-thibb-al-qulub-
dll
Bangun Jaya

bangunjaya9@gmail.com

Iklan

36 thoughts on “SHOLAWAT DI DUGA SYIRIK”

  1. nyimak.
    namanya saja salafi wahabi dari najd kata kyai sepuh kampungku mereka itu fitnah islam yg sesuai apa yg di dalilkan nabi muhanmmad akan datangnya fitnah islam di penghujung jaman dari najd

    Suka

  2. Nyimak neng buri…. Smga keluarga besar songgobumi termasuk kedalam orang” yg bersholawat dan mendapatkan safaatnya di akhirat kelak.. Aamiiin…
    َّﻢُﻬَّّﻠﻟَﺍ ِّﻞَﺻ ﻰَﻠَﻋ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ﺎَﻤَّﻠُﻛ
    ُﻩَﺮَﻛَﺫ َﻥْﻭُﺮِﻛﺍَّﺬﻟﺍ َﻞَﻔَﻏَﻭ ْﻦَﻋ ِﻩِﺮْﻛِﺫ
    َﻥْﻮُﻠِﻓﺎَﻐﻟْ

    Suka

  3. assalamualaikum,,,,semangat pagi kyai Risang,sesepuh2 dan sedulur2….
    emang susah kalo agama selalu dilogika terus walaupun bisa dibedah dng logika. Namun mereka lupa bahwa Allah SWT itu Maha Bisa…Allahumma sholli ala sayyidina muhammad….

    Suka

  4. semoga Allah menyadarkan dan memberi petunjuk para pengikut ajaran wahabi agar bertobat..

    Dan Islam adalah satu kesatuan, saudara sesama muslim dan menjadi rohmatan lil alamin,.

    Suka

  5. saat gw bingung dan marah marah krn nganggur + jomblo terus. teman gw bilang EMANG NYA UANG DAN CEWEK MAMPU BKIN KITA BAHAGIA. YG MAMPU BKIN KITA BAHAGIA ADALAH KALAU KITA BNYK BERDZIKIR KPD ALLOH. gw cuma tersenyum dngr kata kata itu. krn dia munafik. dulu dia saat msh nganggur dan jomblo juga, dia tdk bnyk berdzikir kpd alloh tp dia iri dg org lain. mentang mentang dia sdh krja dan sdh nikah, dia bsa ngomong begitu.

    Suka

  6. Islam dibawa ke indonesia oleh ahli thoriqoh dan ma’rifat dari hadratulmaut yaman bukan dari saudi yng merupakan asal muasal mayoritas tokoh sa-wah. kalau saja saudara kita sa-wah tahu betapa dahsyatnya efek sholawat karna getarannya yng mampu menembus alam langit, dimensi lain dan alam kubur serta didengar oleh para malaikat, tentu saudara kita sa-wah tidak akan berpendapat sekeras itu. Jika Allah dan para malaikat saja bersholawat lalu bagaimana dengan kita yng bergelimang dosa ini,,,???

    Suka

  7. Salam salim kembali kang Damar, salam saliim juga untuk para sesepuh songgobummi. bimbingan apa mas, kita sama2 belajar mas damar.

    Suka

  8. assalamualaikum wr wb,,, sedulur songgobumi semua,,, saya heran Td malam saya zikiran sholawat dalam hati sampai sebelum tidur,,, sebelum tidur saya niat kan untuk mendekatkan diri kepada ALLAH ,,, eh tau taunya mimpi melihat orang berjudabh putih mukanya ga jelas,,, dia baca amalan ini :: Allahumma ‘aththif quluubal ‘aalaamiina bi asrihaa ‘alayya wa albisnil qobuula bi
    syalmahat,,, herannya bacaan itu terngiang ngiang berdengung di telinga saya,,, sampai sampai saya ga nyenyak tidur ,,, sedikit sedikit terbangun tidur,,, sudah tidur masih saja bacaan itu mendengung di telinga saya,,, kira kira gejala apa ya ki ? padahal sebelum tidur saya tidak mengamalkan,,, tidak membaca dan tidak mengingat bacaan tersebut sedikit pun….

    Suka

↓ ungkapan SILATURAHMI .~terima kasih atas kunjungannya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s