DI BALIK KETERBUKAAN HATI

Asalamualaikum.ramadhan mendekati usai.setahun lagi kita akan menunggu datangnya bulan yg penuh hikmah,

tentu rasa bahagia akan karena sebentar lagi kemenangan kita raih dgn idul fitri dan tentu ada rasa sedih tak tertahan karena ramadhan akan meninggalkan kita entah tahun depan kita menemuinya lagi atau tidak,tentu sangat bersedih juga jika ada umat muslim yg menyiakan bulan ini karena kesibukan.semoga kita di temukan lagi dalam bulan ramadhan di songgobumi ini walau entah kita juga tidak tahu apakah masih bisa bertemu di tahun depan di bulan ramadhan.semoga kita di pertemukan lagi..amin.

Di balik keterbukaan hati,.Jangan Anda kira kelembutan ini hanya terbuka pada saat tidur dan mati saja, tapi ia pun terbuka saat sadar bagi mereka yang ikhlas ibadah,berjihad, ikhlas melakukan riyadah (latihan) dan menyelamatkan diri dari kekuasaan nafsu,amarah, akhlak tercela dan perbuatan buruk.Jika ia duduk di tempat sepi dan mengosongkan dirinya dari dari aktifitas indera,kemudian membuka mata hati dan
pendengarannya, menjalankan fungsi hatinya sebagai bagian dari alam malakut, terus menerus menyebut kalimat Allah, Allah Allah,dengan hatinya dan dengan tidak dengan lidahnya sampai ia tak mendapatkan informasi dari dirinya dan alam sekitarnya sedikitpun,dan yang ia lihat hanyalah Allah, maka kekuatan itu akan terbuka, apa yang ia lihat disaat tidur, ia bisa lakukan pada saat sadar,yang tampak adalah ruh para malaikat dan para nabi, gambar-gambar bagus yang indah dan mulia, saat itu tersingkaplah kerajaan langit dan bumi. Ia bisa lihat semua yang tak bisa dijelaskan dan tak bisa digambarkan,sebagaimana sabda Rasul Saw:

“Dibentangkan padaku bumi, seketika kulihat ujung barat dan timur.” Allah Swt menjelaskan:

“Dan demikianlah Kami perlihatkan pada Ibrahim tanda-tanda keagungan Kami (yang terdapat) di langit dan bumi.” (Q.S. al-An’am[6]: 75).
Karena semua ilmu para nabi melalui jalan ini dan bukan melalui jalan indera, seperti ditegaskan Allah Swt:

“Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah
kepada-Nya dengan penuh ketekunan.” (Q.S.al-Muzammil [73]: 8).Artinya terputus dari segala sesuatu, penyucian diri dari segalanya dan terus memohon kesempurnaan pada-Nya, ini adalah jalan (tariq) kaum sufi zaman ini. Sedang cara pengajaran, adalah jalan (tariq) para ulama.Semua ini dirangkum dari jalan kenabian.Begitu juga ilmu para auliya’, sebab ilmu itu tertanam dalam hati mereka tanpa melalui perantara, yaitu dari Hadirat Illahi sebagaimana firman-Nya:

“Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami dan yang telah Kami ajarkan kepadanya di antara ilmu-ilmu dari sisi Kami.” (Q.S. al-Kahfi [18]: 65).
Jalan ini tidak akan dipahami tanpa melalui latihan, dan jika tak dihasilkan dengan rasa,maka ia pun tak bisa dihasilkan melalui pengajaran. Yang seharusnya dilakukan adalah mempercayainya hingga kita bisa mendapatkan kebahagiaa mereka, dan ini adalah sebagian keajaiban hati. Siapa yang tak melihat, ia tidak akan mempercayainya, sepertifirman-Nya:

“Yang sebenarnya mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna, padahal belum datang kepada mereka penjelasannya.”(Q.S. Yunus [10]: 39),dan firman-Nya:

“Dan ketika mereka tidak mendapat petunjuk dengannya (Alqur’an) maka mereka berkata:“Ini adalah dusta yang lama.” (QS. al-Ahqaf[46]: 11).

Semoga bermanfaat.

Iklan

33 thoughts on “DI BALIK KETERBUKAAN HATI”

  1. Subhanalloh,,,,semoga kita semakin sadar dan menyadari betapa banyak dosa yg telah kita perbuat,,,

    Selamat merayakan Idul Fitri,mohon maaf lahir dan batin,,semoga kita menjadi manusia yg semakin bertambah iman….

    Suka

  2. terimakasih.. uraian yg sangat menyentuh hati. tulisan diatas memang benar.. ketika mata hati telah terbuka maka tersingkaplah smua hijab yg tak dapat dijelaskan dg kata2 dan tak bisa diungkapkan dg perasaan. setiap hati memiliki lapisan2. lapisan fu’ad (nurani) memiliki kemampuan melihat. fu’ad tidak pernah mendustai apa2 yg dilihatnya. bila lapisan qolb dan fu’ad menyatu maka yg gaib menjadi nyata dan kebenaran hakikinya akan mampu ditangkap oleh lubb (lubuk hati yg terdalam) bahkan nafs tidak mampu mendekatinya karna disitu tempat terbitnya cahaya ilahiyah. ia memancar dg terang yg membuat kita mampu melihat dg jelas

    Suka

  3. slamat berlebaran untuk semua sahabat
    Minal aidin wal fa idzin
    Mohon Maaf Lahir Dan Batin
    yang lagi dalam perjalanan hati-hati.jika capek istirahat dulu jangan dipaksakan
    keluarga menunggu anda dirumah

    Suka

  4. slamat berlebaran untuk semua sahabat
    Minal aidin wal fa idzin
    Mohon Maaf Lahir Dan Batin
    yang lagi dalam perjalanan hati-hati.jika capek istirahat dulu jangan dipaksakan
    keluarga menunggu anda dirumah
    . . . . .

    Suka

    1. selamat menyambut hari kemenangan bersama keluarga untuk para sesepuhku semua. namanya kanjeng bagus ya… pas sekali dengan judul artikel diatas (wardoyo = hati) kaburrr….sebelum kena cambuk sorban

      Suka

  5. Pindha kalairaken malih,
    rasa pangrasa kadidene bocah,
    rasa bungah tansah mesem ngguyu,
    tanpa sujana mring liyan,
    ati ora isi opo-opo
    anane namung cedhak mring wong tuwa sakloron,
    tansah manut nyadhong kasihing bapa biyung…..

    Suka

  6. Subhanallah… Uraian yg sangat istimewa… Salam saliiim sedulur smuanya…. Izin menyimak mbah… Meski blas lom dong… ^_^
    Selamat menyambut datangnya idul fitri untuk para sedulur smua…. Minal aidin wal faidzin.. Mohon maaf lahir bathin..

    Suka

  7. smoga tali hati para sesepuhku di songgobumi tetep terjalin dan langgeng ya.. matur sembah nuwun sak ageng-agengipun. didalam diri guru dan para sesepuh smua kulo temukan suri teladan yg baik. jiwa pelayanan dalam setiap perbuatan, ambeg utomo andhap ashor, sepi ing pamrih rame ing gawe. menolong atas dasar kasih pada sesama dan alam sekitar, memberi sebagai wujud rasa senang berbagi bukan karena pamrih (sebuah pelajaran berharga tentang wujud rasa syukur yg terdalam)

    Suka

    1. Anak bandel…..
      Oooo…. Anak bandel…….

      Sy ikut tabarukan kalau begitu …..
      Berharap luberan barakahnya…..

      Suka

      1. ya alloh guru.. engkaulah sang badranaya sejati.. cahyamu hitam pekat tersamar.. rupamu maya antara ada dan tiada.. engkaulah sang ismaya.. “manusia setengah dewa” tempatmu indah di nirwana.. nur cahya nur rasa bersemayam dalam jiwamu.. nur muhammad nur ilahi bersemayam dalam hatimu.. sungguh diri ini tak pantas berada disampingmu karena diriku hanyalah seorang rakyat jelata…

        Suka

  8. salim sungkem saya untuk yai risang, mas banyugeni dan poro sepuh2….mugi tansah pinaringan berkah lan ridho saking Allah ta’ala….amin

    Suka

  9. Minal aidin wal faidzin.. Mohon maaf lahir dan bathin.. Semoga kita semua mendapat kemenangan yg hakiki… Aamiiin
    Allahumma agmisnii fi bahri nuuri haybatika hatta amtazija kullii dhahiran wa baatinan minan nuurilladzii imtalaat minhus samawaati wal ardha, hatta akhruja minhu wafii wajhii syu’aun min haybatikayakhtafu absaran naadziriina wahjubnii bihijaabin nuuri alladzi anaarat minhun nujuuma wasy-syamsa wal qamara as aluka bi ismikan nuuri alladzii adhaa-a kulla nuurin antahjubanii binuuri ismika hijaaban yaruddu ‘anni kulla dzaalimin wa haasidin wa jabbarin binuurika ya haqqu ya mubiinu , Allahu nuurus samawaati wal ardi matsalu nuurihi kamiskaatin fiiha misbaahun, almisbaahu fii zujaajatin azzujaajatu kaannaha kawkabun durriyyun yuqadu minsyajaratin mubaarakatin zaytuunatin laa syarqiyyatin walaa gharbiyyatin yakaadu zaytuhaa yudii-u walaw lam tamsashu naarun nuurun ‘ala nuurin yahdillahu linuurihi man yasyaa-u wayadribullahul amsaala linnasi wallahu bikulli syai-in ‘aliimun, wayaj’alulakum nuuran tamsyuuna bihi wa ja’alas syamsa diyaa-an wal qamara nuuran wallahu mutimmu nuuruhu yahdillahu linuurihi man yasyaa-u , Wa anzalnaa ilaikum nuuran mubiina wasiraajan muniira, Allahumma ij’al lii sirbaalan minan nuuril asnaa innaka ‘ala kulli syai-in qodiirun….
    Smoga kita semua sllu ada dlm lindungan cahaya keAgunganNYA… Aamiiin…….

    Suka

  10. Assalamu’alaikum wr wb,
    kepada seluruh keluarga dan dulur” yg aktif dan pasif semua yg terjalin di padepokan songgobumi ini saya haturkan terimakasih yg begitu tak terkiranya, ilmu, cahaya dan kekuatan dlm menjalani hidup ini dapat terisi melalui jalinan tali hati silaturahmi di sini,
    maturnuwun kagem :
    @Ki Mas Risang Mukti
    @Kangmas Ahmadr Banyugeni
    @mbah Laskar Jawi
    @Kangmas Pur
    @pak Dhe War
    @Kangmas Hary
    @Kang Jr
    @kang Sabrang
    @Mas Damar
    @pak Zakky
    @Teh Jagad Arasy
    @kangmas Giritirto
    @Habib
    @syeikh HD
    @Kang Bambang S
    @kang Bangkit
    @kang arief
    @pokok-e semuanya… maaf yg belum terabsen
    @para pengisi dan pembimbing…
    Lahir bathin dunya akhiroh mohon di maafkan… kembali fitroh… kosong… kosong… kosong…

    Suka

    1. wa’alaikumsalam wr. wb. abdilah yg mohon maaf se-besar2nya guru. abdilah yg sangat berterimakasih kepada guru dan para sesepuh. mohon maafkan dzahir sinareng batin…

      Suka

↓ ungkapan SILATURAHMI .~terima kasih atas kunjungannya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s