EUPORIA MENCELA DALAM UMAT

Asalamualaikum.dunia ini semakin tua kita diperlihatkan di media yg suatu hal yg memprihatinkan.apa itu: gerakan tanpa sadar

image

mencela bahkan dengan dalih memberitahu.ini lah dalih ampuh yg menghalalkan segala nya yg di lakukan manusia pada umumnya,pejabat,artis bahkan pakai label ustad sekalipun malahan jadi biang cela mencela manusia dan ke ustad lain.kita miris melihat hebatnya kekuatan nafsu,iblis sampai yg dahsyat dajjal fitnah akhir jaman yg merayap menggejala dalam manusia baik secara goib dan nyata.bahkan tak segan menyangkut artis,ulama,pejabat maupun kehidupan rakyat awam kanan kiri.masyaallah…
Jika kita di pertontonkan suatu gambaran atau teks dalam media entah baik apalagi jelek langsung euporia dahsyat menghakimi itu meledak,dan tak tanggung tanggung menyebarkan padahal ASLI nya juga tak tahu.

ا تحتقر من دونك فكل شيء مزية

seperti kata pepatah arab “janganlah engkau mencela orang lain yang berada di bawahmu,sebab setiap orang memiliki kelebihan.”

Setidaknya pepatah itu dapat kita jadikan sebagai pegangan agar bisa lebih bijaksana. Yakni,jangan pernah mencela orang lain walaupun dirinya memiliki banyak kekurangan.

Pada hakekatnya kekurangan ataupun kelebihan yang dimiliki seseorang merupakan karunia illahi.Tentunya tidak ada yang pantas dibanggakan. Sebab,Allah bisa saja mencabut karunia yang telah diberikannya seketika,Begitu juga seluruh kekurangan dapat diubah-Nya menjadi karunia yang tiada terkira.

Misalnya kecerdasan yang dimiliki seseorang. Benar,bila kecerdasan yang dimiliki tidak lepas dari usahanya untuk meningkatkan kecerdasan tersebut. Tapi,semuanya tidak lepas dari karunia Allah.

Sebut saja, orang gila. Walaupun dia diajari 10 jam setiap hari,namun apabila Allah belum berkehendak tentunya dia tidak akan begitu saja menjadi pintar. Sederhananya saja, beberapa murid yang sama-sama belajar di kelas, tapi mengapa hasilnya berbeda. Ada yang langsung paham, namun tak sedikit yang masih perlu dijelaskan lebih detail lagi.

Semua ini membuktikan bahwa kecerdasan merupakan karunia ilahi. Begitu juga kekayaan. Walaupun ada dua orang yang sama-sama bekerja mati-matian, tapi hasilnya berbeda. Kalau bukan karena pihak ketiga –dalam hal ini adalah Allah-

Lantas,masih pantaskah yang kita miliki ini untukdibanggakan?? Kecantikan,harta,umur,cakep,sakti,hebat,kecerdasan,amal sholih,merasa benar,Semuanya hanya akan dihisab di suatu hari nanti.

Ini untuk permasalahan dosa. Lantas bagaimana dengan permasalahan lainnya?Seperti kekurangan lainnya yang merupakan sebuah takdir yang tidak begitu saja dapat dirubah kecuali dengan izin Allah?Tentu saja hal itu lebih harus dijaga lagi.

Seperti seseorang yang mencela orang lain karena kemiskinannya. Bisa jadi dia melihat karena orang yang miskin tersebut hanya memiliki baju satu atau dua. Itupun penuh jahitan dan tambalan. Dan memakainya pun secara bergantian. Mungkin melihat yang seperti itu membuatnya risih. Sehingga memerintahkannya mengganti baju.

Tapi pernahkah mereka tahu, karena dia mengenakan pakaian itu juga karena terpaksa. Seandainya memiliki uang lebih pun tentu akan menggunakannya untuk membeli pakaian yang lebih layak lagi. Namun, disebabkan karena keterbatasan dana sehingga membuatnya untuk menunda pakaian barunya.

Atau bisa jadi dia memiliki uang dan uang itu lebih ia prioritaskan untuk kebutuhan lainnya. Untuk kebutuhan pakaian masih bisa ditunda karena dia berpikir ada kebutuhan yang lebih mendesak lagi.

Mungkin,niat yang orang yang mengingatkan untuk mengenakan pakaian itu baik, agar si miskin mengganti pakaian. Tapi apakah dia pernah berfikir tak semua orang sepertinya. Yang ketika membutuhkan sesuatu bisa begitu saja membelinya.

Apakah dia tidak sadar, ketika dirinya mengingatkan hal tersebut membuat sakit hati si miskin? Semoga sedikir renungan di atas mengingatkan kita.

Bahkan dalam dosa sekalipun rasulullah tidak memperkenankan untuk mecelanya secara langsung apalagi dari membaca dan melihat tidak seluruhnya atau sepotong.Dalam salah satu sabdanya salah satu sabdanya rasulullah bersabda:

Bangsiapa mencela seseorang dikarenakan dosa yang dilakukannya, niscaya dia tidak akan mati hingga dia melakukan dosa serupa.

Diriwayatkan oleh tirmidzi.

Lantas apakah kita tidak boleh untuk mengingatkan seseorang yang melakukan dosa? Tentu saja boleh bahkan diperintahkan. Tapi maksud hadits tersebut adalah agar kita tidak mudah mencela seseorang yang melakukan suatu dosa dan kita merasa suci seakan kita merupakan makhluk Allah yang ma’shum (terbebas dari dosa).dan mengingatkannya juga menggunakan adab tata krama.

Perasaan merasa diri sebagai makhluk yang suci inilah yang kemudian mendorong untuk mencela seseorang pelaku dosa yang tidak diperbolehkan.

Ingatkah kita tentang seorang wanita yang dirajam hingga meninggal. Kemudian darah wanita tersebut menyemburat mengenai baju Khalid. Lantas Khalid pun mencerca wanita tersebut dan merasa jijik dikarenakan darah wanita pendosa yang mengenai bajunya. Namun kemudian rasulullah saw mengingatkan Kholid bahwa wanita tersebut telah diampuni. Jadi, jangan mencelanya.

Begitu juga rasulullah saw dalam menyebut keburukan tidak pernah menyebut keburukan personal. Akan tetapi beliau menyebutnya dengan sebutan umum. Sebagai misal adalah “celakalah orang yang melakukan begini…”.

Sungguh santun dan beradab rasulullah saw dalam mengingatkan kaumnya. Hingga beliau tidak pernah menyebut person langsung walaupun beliau mengetahuinya secara jelas.

Semoga menjadikan kita hikmah dan mawas diri.wasallam.

Edit by super jus fa oase.

Iklan

25 thoughts on “EUPORIA MENCELA DALAM UMAT”

  1. gw juga sering dicela. gw krja dicela (dianggap gk becus krja). gw nganggur dicela (dianggap gk berguna). gw pngn nikah dicela (dianggap gk kuat menahan nafsu). gw gk mau nikah juga dicela (dianggap homo).

    Suka

  2. jd org bodoh + lemah memang gk pernah dianggap benar dimata org. selalu diremehkan dan dicela. org berani nya cuma sama gw krn gw dianggap gk berdaya.

    Suka

  3. APA YANG KU PUNYA
    RUH ..KU PUNYA ALLAH
    JASAD KU PUNYA ALLAH
    AKAL KU DARI ALLAH
    HARTA KU TITIPAN ALLAH
    SUAMI KU DARI ALLAH
    ANAK2KU TITIPAN ALLAH

    MASYA ALLAH….
    TER NYATA AKU TIDAK
    PUNYA APA APA
    YG BISA AKU BANGGA KAN
    ASTAGFIRULLAH

    Suka

↓ ungkapan SILATURAHMI .~terima kasih atas kunjungannya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s