TUJUH LANGIT TUJUH BUMI

Asalamualaikum.

TUJUH LAPIS LANGIT DAN TUJUH LAPIS BUMI DALAM MENUJU ALLAH

Perjuangan menuju Allah adalah perjuangan maha dahsyat yang hanya mungkin dilakukan oleh pejuang-pejuang tangguh yang tak kenal menyerah.

grand_universe_by_antifan_realDikatakan perjuangan maha dahsyat karena Allah bukanlah Tuhan statis yang membiarkan diri-Nya mudah ditemukan. Allah senantiasa membentangkan hijab berlapis-lapis dan berbagai halangan untuk menyelubungi keberadaan diri-Nya. Sekalipun para pencari-Nya mengetahui bahwa Dia adalah Inti dari segala sesuatu dari ciptaan-Nya, baik yang dapat ditangkap pancaindera maupun yang ghaib, untuk menemukan-Nya bukanlah persoalan sederhana.
Hijab-hijab tersebut sebagai ujian dan seleksi hamba-hamba-Nya, sehingga Dia yakin bahwa hanya yang berkualitaslah yang mampu mencapai-Nya. Hamba yang punya stamina tinggi dalam jihad, ibadah dan mua’amalah yang akan mampu menggapai Dia. Insya Allah.
Secara metaforik, hijab-hijab ruhani dalam mencapai Dia dapat diungkapkan seperti berikut : tujuh samudera, tujuh gunung, tujuh lembah, tujuh jurang, tujuh gurun, tujuh rimba, dan tujuh benteng. Sekalipun terdengar begitu sulit dan secara akal sulit dilampaui manusia, ungkapan itu lebih ditujukan pada gambaran suasana ruhaniah manusia, sehingga ungkapan itu tidak perlu sulit untuk dimaknai dan diresapi esensinya. Namun, tidak semua orang berani menanggung akibat dari usaha melintasi tujuh hijab tersebut.
Hijab pertama atau tantangan pertama adalah Tujuh Lembah Kasal (Kemalasan) yang berhawa sejuk, ditumbuhi rumput hijau, taman-taman bunga, pohon kemenyan dan gaharu yang menebar wangi, sungai, danau, dan burung aneka warna yang merdu bernyanyi. Di lembah ini, para pencari lebih suka menenggelamkan diri dalam kemalasan naluri manusiawinya daripada bersusah-susah beribadah kepada-Nya.
Tantangan kedua yang tak kalah dahsyat adalah Tujuh Jurang Futur yang menganga siap menelan siapa saja yang jatuh ke dalamnya. Siapa pun yang melihat ke dasar jurang tanpa dasar itu lazimnya akan menjadi lemah pendirian dan runtuh tekadnya untuk meneruskan perjalanan. Bagi para pencari yang masih kuat terpengaruh kehidupan duniawi, Tujuh Jurang Futur itu sangatlah menakutkan sehingga mereka lebih suka tidak melanjutkan perjalanan daripada melintasinya dengan risiko tak pernah kembali. Kebimbangan selalu mencekam siapa saja yang mencari-Nya ketika harus melewati tujuh jurang ini.
Ketiga yang juga tak kalah dahsyat dan butuh perjuangan khusus, adalah Tujuh Gurun Malal (Kejenuhan), berupa hamparan pasir dan bebatuan yang membosankan. Di tengah perjalanan, para pencari sering dirayapi rasa bosan. Mereka enggan melanjutkan perjalanan, padahal tujuannya masih jauh. Tidak sedikit yang kemudian menggerutu, “Saya sudah berjalan sangat jauh dan mengulang-mengulang ibadah yang itu-itu juga, namun tujuan saya tetap belum tercapai.”
Tantangan keempat berupa Tujuh Gunung Riya’ yang sering menggelincirkan para pencari yang berusaha mendakinya. Para pencari yang mendaki Tujuh Gunung Riya’ dengan puncaknya yang tinggi dan selalu diselimuti awan itu cenderung memamerkan kemampuan mereka. Diatas puncak Gunung Riya’, para pencari lupa pada apa yang mereka cari. Mereka terjebak pada kebanggaan dan memamerkan kemampuan. Kehebatan,kegagahan, kebaranian dan kesalehan diri sendiri. Bahkan tak kurang banyak yang terperangkap pada pamrih sehingga tujuan mereka tidak lagi menuju Allah, tetapi ke syurga “yang lain dari Allah”.
Tantangan kelima adalah Tujuh Rimba Sum’ah yang berisi raungan serigala, auman harimau, kicauan burung, lenguh banteng, dan bunyi bambu yang berderak ditiup angin. Di rimba ini, para pencari sering meniru perilaku hewan yang gemar memperdengarkan suaranya. Para pencari suka menceritakan berbagai amaliah ibadah yang mereka lakukan, dengan tujuan orang menyanjung dan memuji mereka. Bahkan sering terjadi, para pencari benar-benar terperangkap pada suasana rimba raya sehingga mereka menjelma menjadi hewan yang suka mengaum, melenguh, melolong, dan berkicau untuk memamerkan kehebatan dirinya.
Tantangan keenam yang sulit diseberangi adalah Tujuh Samudera ‘Ujub yang bergelombang dahsyat dengan ombak bergemuruh menerpa pantai dan batu karang. Di samudera ini, para pencari gampang terpengaruh oleh keberadaan samudera yang bangga akan kedahsyatan ombaknya yang kuat dan tinggi mencakar langit. Di dalam hati mereka muncul kebanggan dan puja-puji terhadap diri sendiri karena merasa amalnya telah banyak. Mereka tak pernah menduga bahwa saat rasa bangga diri bagai samudera itu mencuat maka yang terjadi adalah makna perjuangan ibadah mereka hilang, ibarat buih ombak di hamparan pasir pantai.
Tantangan ketujuh yang sulit ditaklukan adalah Tujuh Benteng Hajbun yang berdinding tinggi dengan tembok kokoh dihiasi ukiran-ukiran dan hiasan-hiasan indah. Benteng-benteng itu dihuni oleh warga yang hidup dalam kemakmuran dan kelimpahan rezeki. Para pencari yang melintasi ketujuh benteng ini biasanya terpesona dengan keindahan arsitektur dan kemakmuran para penghuninya. Para pencari yang terpesona ini jarang terjebak mengaku bahwa benteng-benteng itu adalah miliknya dan merekalah yang membangunnya.
Para pencari yang demikian tak menyadari bahwa saat mereka mengakui keindahan amaliah ibadahnya maka saat itu pula benteng-benteng itu menjadi pasir yang luruh tertiup angin.

Suluk AJ

Iklan

78 thoughts on “TUJUH LANGIT TUJUH BUMI”

  1. Asalamualaikum..dumateng yai risangmukti, gus ahmad ugi sesepuh lan warga sbm kulo nderek doa ipun kagem pak lek kulo sampun 3 hari koma dirumah sakit. Dikarnakan pembuluh darah dekat otak pecah dan sampai skarang darah masih mgalir membasahi otak.. Asmo paklek kulo totok suprianto di magelang..matur suwun sanget atas doa ipun..

    Suka

    1. Innallilahi wainnaillaihi rojiun.semoga di beri tempat terbaik di sisinya .Allah maha tahu yg terbaik buat umatnya .

      Stroke harap di waspadai..banyak orang yg awalnya sehat setelah kena stroke mendadak dalam 3 ,4 hari koma lalu meninggal dunia.

      Suka

  2. Salam alaika.. Njeh trimakasih gus banyugeni.. Jauh2 hari sbenarnya saya uda menyampaikan pelajaran yg saya dpt disini..ttg ilmu sholawat..tapi tdk lewat ucapan saya wong pasti pda ga percaya.. Karna ga ngerti caranya mengkopi artikel saya catat di buku trus dng sengaja buku saya taruh ditempat yg sring buat nyante paklek saya..tapi saya ga tau apakah buku tsb uda dibaca atau blm.. Tetapi spertinya putra putri dan istrinya uda ikhlas ko gus. Yg bikin ga kuat liat putrinya yg msh 5thn

    Suka

  3. Ass .SLamat siang menjelang sore buat para sepuh KIai RISANG .mas banyu geni mas ahmadr dll.
    Kiai 2 th yg lalu mbak sy masuk R S di ruang ICU krn anfal .diabetes. di rawat 2mnggu krn lelah bantu jg sy pun achirnya droup sakit di rumah .empat hari kmdn hati sy ada yg membisiki INI SAAT NYA .sy langsung ambil air wudhu bawa yasin .sampai d rmh skt sy baca yasin dah selesai sy bisiki di telinganya agar dia ikhlas meninggal kan dunia fana ini menuju sang pencita. Dah seleai sy keluar ruangan .sy melihat dari jendela yg terbuka sambilsy zikir menunggu saat2 dia menghembuskan napas nya dan dia pun tiada .waktu itu sy sendirian jaganya. KIAI knapa hati sy bisa tahu sampai ambil air wudhu bw buku yasin .baca trus pake nungguin segala detik2 menghembus kannya
    Waktu ibu mau tiada jg begitu sy tungguin sendiri smpai tiadanya.malah enam bln sebelum nya dah omong2 dulu kalau itu bakal sakit yg ter achir begitu jg wkt abang sy mau tiada .sy merasa ada yg aneh

    Suka

↓ ungkapan SILATURAHMI .~terima kasih atas kunjungannya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s