SILATURAHMI DAN SEHAT

Asalamualaikum.wrwb

Salah satu cara tetap sehat dan berumur panjang ternyata tidak sesulit dugaan. Penelitian terbaru menyebut jika Anda cukup memiliki hubungan sosial yang kuat, maka kesehatan akan terjaga.
image

Hubungan sosial di sini termasuk hubungan persahabatan, keluarga, atau teman sekantor. Mengapa demikian? Dalam penelitian yang dilansir hubungan sosial yang kuat membuat Anda jarang sakit. Mereka yang memiliki hubungan sosial beragam, menurut penelitian itu, akan lebih jarang terpapar flu dibanding mereka yang terisolasi secara sosial.
Selain itu, perasaan dipedulikan banyak orang membuat Anda tidur dengan lelap. Sebaliknya, mereka yang merasa kesepian akan kesulitan tidur. Bahkan ada pernyataan menyatakan jika semakin Anda kesepian, semakin Anda merasa limbung.
Efek lain persahabatan adalah membuat Anda tetap ‘tajam’. Dalam hal ini, peluang penurunan kemampuan kognitif Anda akan berkurang.Dan yang paling penting adalah persahabatan membuat Anda panjang umur. Sebuah analisa di tahun 2010 menyebut jika mereka yang memiliki hubungan sosial kuat akan hidup 50 persen lebih lama dibanding mereka yang bertipe antisosial. Jadi mulai sekarang, kuatkanlah hubungan sosial Anda, mulai dari keluarga dan kerabat terdekat.
Hal diatas sesuai dengan ajaran Islam bahwa silaturahmi dapat memanjangkan usia yang dinyatakan dalam hadis Nabi Muhammad :

“Barangsiapa yang suka dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya, maka sambunglah silaturahim”
(At Tirmidzi dan 10 riwayat lainya.)

Nah sekarang kita sudah mengetahui betapa besarnya manfaat silaturahmi atau kontak sosial itu bagi kesehatan, jadi jangan pernah untuk memutuskan tali silaturahmi.
sabda Rasulullah s.a.w., “adalah balasan (pahala)orang yang berbuat kebajikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkanyang paling cepat mendatangkan kejahatan adalah balasan (siksaan)orang yang berbuat jahat dan memutuskan hubungan kekeluargaan.” (H.R. Ibnu Majah).
Berbicara tentang silaturahmi,tidak hanya membatasinya dengan sekadar saling bersalaman. menyentuhkan tangan atau permohonan maaf.Akan tetapi, lebih jauh dari pada itu kita harus berbicara secara lebih hakiki, yakni tentang suatu kekuatan mental dan kemampuan yang tinggi dari hati manusia.
Hal ini sesuai dengan asal kata dari silaturahmi itu sendiri, yakni shilat atau washi yang berarti menyambungkan atau menghimpun danar-rahim yang berarti kasih sayang.Pengertian menyambungkan adalah suatu proses aktif mengubah dari sesuatu yang asalnya tidak tersambung menjadi tersambung.Sedang menghimpun biasanya mengandung makna mengubah dari sesuatu yang bercerai-berai dan berantakan,menjadi sesuatu yang bersatu dan utuh kembali. Dalam hal ini Rasulullah s.a.w bersabda:

“Yang disebut bersilaturrahmi itu bukanlah hanya seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian,melainkan bersilaturrahmi itu adalah menyambungkan apa yang terputus.” (H.R. Bukhori)
Oleh karena itu adalah teramat penting bagi umat untuk tidak hanya merekayasa gerak-gerik tubuh dalam bersilaturahmi tersebut,namun haruslah benar-benar bersungguh-sungguh menata hati agar mempunyai kekuatan untuk bisa berbuat lebih baik dan lebih bermutu lagi dari pada apa yang dilakukan oleh orang terhadap kita.
Kalau ada orang berkunjung kepada kita dan kita balas mengunjunginya,ini tidak memerlukan kekuatan mental yang tinggi karena bisa jadi hal itu dilakukan karena kita merasa berhutang.Akan tetapi, ada orang yang tidak pernah bersilaturrahmi kepada kita,lalu dengan sengaja kita kunjungi walaupun harus menempuh jarak yang cukup jauh dan memakan waktu,maka inilah yang disebut silaturahmi.Apalagi kalau ada orang yang membenci kita,lalu kita upayakan untuk menemuinya.Padahal jelas hak-hak kita pernah terambil atau hati kita sempat terlukai. Di sinilah kekuatan silaturahmi yang sebenarnya.
Pada suatu kesempatan Rasulullah s.a.w memberikan tausiyah kepada sahabatnya:

“Hendaklah kalian mengharapkan kemuliaan dari Allah.”

“Apakah yang dimaksud itu ya Rasulullah?” tanya sahabat:

Rasulullah kemudian bersabda lagi:

hendaknya suka menghubungkan tali silaturahmi kepada orang yang telah memutuskan engkau,memberikan sesuatu (hadiah) kepada orang yang tidak pernah memberi sesuatu kepada engkau,dan hendaknya engkau bersabar (jangan lekas marah)kepada orang yang menganggap kamu bodoh.” (H.R. Al Hakim)
Insyaallah membuat diri kita mudah senyum,lega,meluaskan rasa,pikiran dan hati.
Semoga bermanfaat.wasallam

Iklan

9 thoughts on “SILATURAHMI DAN SEHAT”

  1. Innallilahi wainnaillihi rojiun.turut berbela sungkawa atas kepergian almarhum ibu amalia (murid nur alif jakarta) ke haribaanNya tadi pagi fajar jam 3 .semoga almarhum ibuamalia di ampuni segala kesalahan selama hidupnya dan di terima segala amal baiknya, jembar kubur nya.terang kuburnya dan selalu di naungi Allah didalam kubur dan akhirat kelak.bagi keluarga semoga tabah dan mengikhlaskannya .amin amin amin

    Suka

  2. Innallilahi wainnaillihi rojiun.turut berbela sungkawa sedalam2nya atas kepergian almarhum ibu amalia, smg diterima seluruh amal baiknya. Aamiin

    Mas Banyugeni @ Sakit apa beliau ?

    Suka

↓ ungkapan SILATURAHMI .~terima kasih atas kunjungannya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s