AGAR DI CINTA ALLAH

Asalamualaikum.salam rahayu bagi semuanya.Cinta suatu bibit kedamaian dan keinginan yg ingin di raih manusia kesesama terutama ke Allah.cinta kepada Allah lah yg khusus nya ingin di raih manusia,dan di cintai Allah itulah yg sangat mulia dan utama.dalam islam ada beberapa

image

petunjuk garis besar agar di cinta Allah .tentu meraihnya harus pakai isthikomah dan selalu intropeksi diri.

Harus di jalani

1. ADIL
2.TAQWA
3.SETIA
4.SABAR
5.TAWAKAL

1* QS. 49 ayat 9
Sesungguhnya Allah menCINTAi orang orang yang berlaku adil (MUQSITHIN)

2* QS. 3 ayat 76
Dan berbaktilah, sesungguhnya Allah menCINTAi orang-orang yang taqwa (MUTTAQIIN)

3* QS. 3 ayat 134
Dan Allah menCINTAi oarang-orang yang berbuat kesetiaan (MUHSININ)

4* QS.3 ayat 146
Dan Alllah menCINTAi orang-orang yang sabar (SHOOBIRIN)

5* QS. 3 ayat 159
maka bertawakkallah kepada Allah sesungguhnya Allah menCINTAi orang-orang yang bertawakkal(MUTAWAKKILIIN)

Harus di jauhi

1. MELEWATI BATAS
2. TIDAK MELAKUKAN KERUSAKKAN
3. KUFUR-PENDOSA
4. MURTAD KAFIR
5. BERLAKU ZHOLIM
6. SOMBONG PERBUATAN DAN KATA
7. BERBUAT BERLEBIHAN

1# QS.2 ayat 190
Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang melewati batas (MU’TADIN)

2# QS. 2 ayat 205
Dan Allah tidak mencintai kerusakan (FASAAD)

3# QS. 2 ayat 276
Dan Allah tidak mencintai tiap yang kufur yang berdosa (KAFFARIN ATSIM)

4# QS. 3 ayat 32
Katakan lah Ta’atlah kepada Allah dan rosul, sesudah itu jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang kafir (KAFIR)

5# QS. 3 ayat 57
Dan Allah tidak mencintai orang-orang yang zholim (ZHOLIMIIN)

6# QS. 4 ayat 36
Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang sombong dengan perbuatannya dan sombong dengan perkataannya (MUKHTALA-FUKHURO)

7# QS. 7 ayat 31
Hai anak-anak Adam, pakailah perhiasan kamu disisi setiap masjid, dan makan dan minum lah, tetapi tidak berlebihan, sesungguhnya Allah tidak cinta kepada orang yang berlebih-lebihan (MUSRIFIIN).

InsyaAllah jika manusia sudah sampai pada sifat di cintai allah dia akan alami dalam ke lembutan.suka menolong.suka banyak sedekah.menghargai semua makhluk.selalu di beri petunjuk.menjaga ibadahnya.kasyaf dirinya dll.
tapi di atas ini adalah hanya kajjan dasar saja dalam khususnya perilaku masih ada lagi kaidah dzikrulloh dalam meraih cinta dan di cinta yg begitu dalam dan luas.

Apabila sudah mampu masuk istiqomah dalam dasar dasar perilakunya dzikir dll akan jalan ke arah cinta mahabbah,yg akan terus bergelut dalamnya dan panjang nya luas sekali  dlsb.karena posisi mencintai sangatlah rumit dan sulit apalagi di maqom di cintai .

Sekilas soal kearah maqom dan hal

Sebagaimana diketahui, dalam terminologi tasawuf ada istilah maqam (tingkatan) dan hal (keadaan, kondisi kejiwaan) .
Menurut Sarraj att Thusi dalam kitabnya al Luma’,maqam merujuk kepada tingkatan seorang hamba di depan Tuhan pada suatu tingkat yang ia ditempatkan di dalamnya, berupa ibadah, mujahadah , riyadhah , dan keterputusan(inqitha’) kepada Allah. Sedangkan hal adalah apa yang terdapat di dalam jiwa atau sesuatu keadaan yang ditempati oleh hati. Sementara menurut al-Junaid, hal adalah suatu “tempat” yang berada di dalam jiwa dan tidak statis.

Menurut al-Ghazali, cinta kepada Allah (mahabbah) merupakan tingkatan (maqam) puncak dari rangkaian tingkatan dalam tasawuf. Tak ada lagi tingkatan setelah mahabbah selain hanya sekedar efek sampingnya saja, seperti rindu (syauq), mesra (uns), rela (ridla), dan sifat-sifat lain yang serupa. Di samping itu, tidak ada satu tingkatan pun sebelum mahabbah selain hanya sekedar pendahuluan atau pengantar ke arah mahabbah,seperti taubat,sabar.juga zuhud dll.

Cinta sebagai maqam ini juga diamini oleh Ibn Arabi. Menurutnya, cinta merupakan maqam ilahi.
Berbeda dengan al-Ghazali, menurut al Qusyairi, mahabbah merupakan termasuk hal. Bagi al-Qusyairi, cinta kepada Tuhan (mahabbah)merupakan suatu keadaan yang mulia saat Tuhan bersaksi untuk sang hamba atas keadaannya tersebut.
Tuhan memberitahukan tentang cinta- Nya kepada sang hamba.
Dengan demikian,Tuhan disifati sebagai yang mencintai sang hamba. Selanjutnya, sang hamba pun disifati sebagai yang sangat mencintai tuhan.

Tingkatan Cinta

Dilihat dari segi orangnya, menurut Nashr ath-Thusi, cinta kepada Tuhan terbagi menjadi tiga macam cinta.

Pertama: cinta orang-orang awam.
Cinta seperti ini muncul karena kebaikan dan kasih sayang Tuhan kepada mereka. Ciri-ciri cinta ini adalah ketulusan dan keteringatan
(zikir) yang terus-menerus. Karena jika orang mencintai sesuatu, maka ia pun akan sering mengingat dan menyebutnya.

Kedua: cinta orang-orang yang shadiq dan mutahaqqiq. Cinta mereka ini timbul karena penglihatan mata hati mereka terhadap kekayaan,keagungan, kebesaran,pengetahuan dan kekuasaan Tuhan. Ciri-ciri cinta ini adalah
“terkoyaknya tabir” dan “tersingkapnya rahasia” Tuhan.
Selain itu, ciri lain adalah lenyapnya kehendak serta hilangnya semua sifat (kemanusiaan dan keinginan duniawi).

Ketiga: cinta orang-orang shiddiq dan arif. Cinta macam ini timbul dari penglihatan dan pengenalan mereka terhadap ke- qadim -an Cinta Tuhan tanpa sebab (illat) apapun. Menurut Zunnun al-Mishri, sifat cinta ini adalah terputusnya cinta dari hati dan tubuh sehingga cinta tidak lagi bersemayam di dalamnya, namun yang bersemayam hanyalah segala sesuatu dengan dan untuk Allah.
Sedangkan menurut Ya’qub as-Susi, cirinya ialah berpaling dari cinta menuju kepada Yang Dicintai.
Sementara al-Junaid menambahkan bahwa ciri cinta macam ini adalah meleburnya sifat-sifat Yang Dicintai kepada yang mencintai sebagai pengganti sifat-sifatnya.

Semoga menjadi bacaan ringan dan ada manfaatnya .
Mohon maaf jika banyak kesalahan.

Di sadur kitab cahaya MU 1977

Andi jati semarang

Iklan

11 thoughts on “AGAR DI CINTA ALLAH”

  1. Subhanallah,,YA ROBB ENGKAU gerakkan jiwa ragaku untuk mengakses web songgo bumi ini untuk mengetahui rahasia yang ENGKAU ajarkan padaku,,jika tidak keberatan, mohon disimak materi ujian sy di fb siti alladunni alladunni,,,mohon berikan petunjuk kekurangannya dimana,,
    Petunjuk dari ILLAHI memakai bahasa hati,,kadant sulit dipahami,,terimakasih,,

    Suka

↓ ungkapan SILATURAHMI .~terima kasih atas kunjungannya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s