LIDAHKU TAJAM

Asalamualaikum.Masih terasa hari raya idul fitri  “Minal aidzin wal faidzin” mohon maaf lahir dan batin.
Mohon ijin share artikel lagi di blog ini .paling tidak ada manfaat nya bagi saya kita dan semuanya.satu hal yg paling krusial adalah tajamnya lidah.
image

tanpa kita ketahui kebenarannya dan sesungguhnya bahkan kurang nya kapasitas pengetahuan kita justru mudah menyalahkan anak istri saudara maupun orang lain orang,saya kita anda memang sangat mudah melepas peluru peluru tajam ke siapa saja apalagi lawan .itulah kita “”ampuni aku ya Allah atas tajamnya lidah ku yg kemarin kemarin, saat ini dan hindarkan dari masa datang.
Tentang bahaya lidah ini, pernah di tuturkan oleh kaisar romawi dengan berkata :

“Aku lebih mudah mengekang apa yang belum di ucapkan , dan tidak mungkin menarik kata-kata yang sudah diucapkan.”

Ketahuilah bahwa segala perbuatan yang di lakukan oleh tubuh manusia berpangkal dari ujung lidah. Seseorang melakukan konflik dengan sesama saudaranya juga bermula dari tajamnya lidah. Mengenai ketajaman lidah yang mampu membuat seseorang pada keadaan lembah kedurjanaan .

Rasulullah SAW bersabda:

“Tiada suatupun dari tubuh, yang tiada mengadu kepada Allah tentang lidah dan ketajamannya.”

Di kisahkan bahwa Rabi’ Khaitsim sudah terbiasa, sejak pagi hari menyiapkan kertas dan pena, setiap berkata atau berucap pasti di tulis dan sore harinya di evaluasinya. Begitu pula perbuatan yang di lakukan oleh para ulama yang mana mereka takut apabila salah dalam mengeluarkan perkataan akan berdampak pada surga atau neraka. Sebagaimana yang di lakukan oleh Anas bin Malik yang memilih diam karena perkataan yang di lontarkan apabila betul betul benar tempatnya adalah surga, namun sebaliknya bila perkataan tersebut dapat berefek mengakibatkan celaka maka pasti tempatnya adalah neraka.

Karena itu, tersungkurnya manusia ke lubang api neraka di sebabkan oleh karena tak dapat mengendalikan lisannya. Tetapi, itulah hawa nafsu, rasanya kalau tidak membicarakan sesuatu tentang kejelekan orang lain, terasa gatal lidahnya dan tidak puas.

Banyak bicara adalah pangkal kesalahan yang pada ujungnya akan menumpuk dosa. Bukankah Nabi kita Muhammad SAW telah mempertegas dalam haditsnya:

“Barang siapa banyak bicaranya, banyak dosanya. Barang siapa banyak dosanya, maka yang paling layak baginya adalah api neraka.”

Lidah sebagai alat untuk melakukan komunikasi memang di butuhkan oleh manusia. Namun,dalam memfungsikan lidah sebagai sarana untuk bicara, hendaknya mengacu pada norma dan ketentuan yang ternmaktub dalam Al-Qur’an dan Hadits.

Al Habib Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih pernah mengatakan bahwa

“Pembicaraan atau ucapan seseorang itu menunjukkan akal budinya”

Oarang jahil, lidahnya sudah terbiasa dengan perkataan-perkataan yang tidak pernah memberikan manfaat justru menambah beban dan kesengsaraan bagi orang lain, sedangkan orang berilmu memilih diam, walaupun ucapannya indah dan bermanfaat. Memang kuncinya terletak pada pengendalian terhadap lidah.

Keselamatan atau marabahaya itu terletak dari ucapan atau perkataan yang keluar dari lidah yang tak bertulang ini. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa diam niscaya ia terlepas dari bahaya.”

Di tegaskan dalam firman Allah SWT:

“Tiada suatu perkataan yang di ucapkan manusia melainkan di dekatnya ada pengawas, siap sedia (mencatatnya)” QS: Qaf : 18.

Menjaga lidah dari perbuatan dan pembicaraan yang tidak mendatangtkan ridha Allah SWT amat di wajibkan. Karena itu, penjagaan terhadap lidah yang penuh dengan dosa ini lebih berat dari pada menjaga manusia.

Suatu ketika Muhammad bin Wasi berkata kepada Malik ibnu Dinar,

“Hai abu Yahya! Mengapa lidah itu lebih sukar bagi manusia, dari pada menjaga dinar dan dirham (Uang).”

Segala pangkal kesalahan yang menimpa anak cucu adam ini bermula dari tidak bisa mengontrol lidahnya.

Lidah bagaikan pedang tajam yang siap menghunus orang lain ataupun pemiliknya sendiri.

Semoga kita digolongkan oleh Allah SWT sebagai orang-orang yang dapat menjaga lidah dan dpt mendatangkan manfaat serta ridho-Nya . amin

##* Ustad Hasyim Utsman Al Jufri dan Ustad Andi jati semarang.

Iklan

6 thoughts on “LIDAHKU TAJAM”

  1. kami ikut berduka INNALLILLAHI WAINNAILLAIHI ROJIUN…semoga ibunya mbak sofie di berI tempat paling layak di sisi NYA .di jembarkan alam kubur nya. di payungi rahmatNYA .terang alam kuburnya dan di ampuni segala dosa oleh NYA di terima amal baik oleh NYA . AMIN

    Suka

↓ ungkapan SILATURAHMI .~terima kasih atas kunjungannya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s