TAUHID ASLI DAN TAUHID MISI WAHABI

Asalamualaikum. Tentu kita pernah baca atau dengar kenapa para peruqyah wahabi selalu berdakwah atas nama tauhid. Bahkan

image

mereka juga getol sekali menawarkan diri ke sekolah sekolah,kantor yg katanya dakwah tauhid. Baru dengar ada nama dakwah tauhid yg dari dulu tahu ku ya adanya dakwah islam. Sejak kapan dakwah tauhid selalu berurusan dengan per jin an dlsb ,apa mereka ngira umat islam sudah bersahadat dan sholat itu tidak bertauhid.
mereka berpikir jika sudah pikiran anti jin maka sudah bertauhid,jika sudah buang gambar di rumah sudah bertauhid. Lalu apa hubungan nya semua aksesoris dunia dengan tauhid. Mereka pikir setelah tidak pakai ajimat sdh bertauhid.mereka menanamkan suudzon ke otak manusia untuk berpikir bahwa jin pasti haram,jahat dll.

INGAT… JIN JUGA BERTAUHID . TIADA BEDA DENGAN MANUSIA. 

** aku ciptakan jin dan manusia hanya untuk bertakwa ibadah kepadaKU.

Apa itu atau tauhid. Tauhid itu mengarah kepada ketuhanan dan upaya mengetahui akan keberadaan ketuhanan . bukan ngurusi soal anti per jin an lalu ngaku paling bertauhid. Padahal melihat jin juga tidak apalagi masuk ke alam nya. Kata mereka dalam misi nya pasti berujung bahwa tahlil yg di lakukan sebagian umat adalah bathil,bid’ah,tertolak,kafir,sesat dll. Itulah tujuan mereka yg katanya meruqyah tapi asli nya demi sebarkan faham kawarij wahabi.
Bahkan mereka menghujat ulama tasawuf  ternama para tauhid sejati . dengan tuduhan bersekongkol dengan jin. Na’udzubillah mindzalik itulah akhlak mereka. Mereka berbangga dengan konsep tauhid di bagi tiga yg sebelumnya juga tidak ada di era para sahabat ulama salaf.
image

Konsep tauhid di bagi 3 itu mulai ada era ibnu taymiyah yang di puja puja mereka.
Sebenarnya yg mereka lakukan adalah memberhalakan tuhan dan tambah lengkap ngawur nya jika di simbolkan dengan telunjuk jari ke atas plus plus besar kesombongan nya di hati dan merasa paling benar.

Sebagaimana kata ulama tasawuf terkenal :
saat Al-Junayd ditanya soal tauhid, jawabnya adalah
” Menunggalkan Yang ditunggalkan
melalui pembenaran sifat Kemanunggalan-Nya, dengan Keparipurnaan Tunggal-
Nya, bahwa Dia adalah Yang Maha Esa, Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dengan menafikan segala hal yang kontra, mengandung keraguan dan keserupaan; tanpa keserupaan, tanpa bagaimana, tanpa gambaran dan tamsil.
Tiada sesuatupun yang menyamai-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. “

Kata Al Junayd juga:   “Bila akal para pemikir sudah mencapai ujungnya dalam Tauhid, akan berujung pada kebingungan.”

Pernah juga seseorang bertanya kepada Abu Bakar Dulaf bin Jahdar asy-Syibli r.a.

“Wahai Abu Bakar, beritahukan kepada saya tentang Tauhid Murni, dengan suatu bahasa yang benar.”

Asy-Syibli menjawab, “Celaka kau!!! *Barangsiapa menjawab tentang Tauhid, maka ia adalah orang yang ingkar (mulhid). *Barangsiapa memberi isyarat tentang Tauhid, maka ia adalah penyembah
berhala.
*Sementara orang yang diam tak berkomentar tetang Tauhid adalah bodoh. 
*Sedangkan orang yang mengira, bahwa ia telah sampai (“wushul”),sebenarnya ia tidak mencapai apa-apa.
*Barangsiapa bercerita tentang Tauhid
maka ia adalah orang yang lalai.
*Barangsiapa menyangka, bahwa ia dekat maka sebenarnya ia adalah jauh.
*Barang siapa  orang yang berpura-pura mampu menghayati, maka sebenarnya ia adalah orang yang kehilangan.

*Sedangkan segala apa yang kamu bedakan dengan daya imajinasi bukan haq allah. ++-, dan Anda pahami dengan akal sekalipun dalam makna yang sempurna menurut Anda, maka sebenarnya hal itu adalah sesuatu yang diatur dan berasal dari diri Anda, suatu ciptaan yang baru dan makhluk yang sama dengan Anda.”
Uraian Asy-Syibli ini memang dapat membawa pada kebingungan sebagian orang. 

Yang dimaksud Asy-Syibli sebenarnya sama dengan sabda Nabi Muhammad SAW bahwa:

“jangan memikirkan Dzat Allah” identik dengan
“Tidak ada yang serupa dengan-
Nya (Laisa kamitslihi syai-un)”,

*jadi setiap buah pikiran, atau hasil perbuatan oleh makhluk baik lisan, tulisan, gambaran dan yang lainnya bukanlah apa yang dimaksudkan sebagai Tauhid Murni.

Menurut as-Sarraj, apa yang dimaksud
tentang Tauhid menurut Asy Syibli adalah menjadi Dzat Yang Maha Qadim sebagai Dzat yang sama sekali berbeda dengan makhluk yang diciptakan (muhdats).

Sementara itu, tidak ada cara lain bagi makhluk kecuali hanya menyebut-Nya, menerangkan-Nya dengan sifat yang memberi atribut untuk-Nya sesuai dengan kadar yang bisa diterangkan kepada mereka. Artinya, selama ini kita menyembah-Nya seperti itu hanya dengan menyebutkan nama-namanya.

Esensinya agar kita menyembah Allah dengan ketauhidan yang hakiki, maka
semua Muslim harus melakukan perjalanan ruhani di awali menyingkapkan jatidirinya dulu sehingga tercapai hakikat tauhid sebenarnya yang sering diungkapkan dengan kata :

“Mengenal Allah dengan Allah” – inilah makna Ihsan yang sebenarnya. Maka
segera lakukanlah perjalananmu!

Jadi soal tauhid bukan dari pikiran dan suudzon agar umat anti jin ,anti setan,anti ajimat,anti tahlilan dll yg selalu di dengungkan para dukun wahabi demi menyebarkan faham wahabi kawarij.

Semoga bermanfaat.

Kiriman andi jati semarang

Iklan

7 thoughts on “TAUHID ASLI DAN TAUHID MISI WAHABI”

↓ ungkapan SILATURAHMI .~terima kasih atas kunjungannya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s