RSS

Arsip Kategori: wawasan ilmu

Diproteksi: MENGHENTIKAN PERSELINGKUHAN

Konten ini diproteksi dengan kata sandi. Untuk melihatnya cukup masukkan kata sandi Anda di bawah ini:

 
Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar.

Ditulis oleh pada 28 Juni 2014 in Tak Berkategori, wawasan ilmu

 

Tag: ,

MENGUPAS SUSUK DAN RAJAH(lanjutan)

ASSALAMU ALAIKUM.
DITULISAN LAMA TELAH KAMI TULIS DAMPAK MIN DA PLUS SUSUK DAN RAJAH.SEKARANG KAMI MENCOBA MENGUPAS KENAPA SUSUK BERDAMPAK NEGATIF?

BERAWAL DARI PENGALAMAN PRIBADI YANG SAMA SEPERTI SAHABAT SAHABAT PENGAMAL HIKMAH,DULU SAYA JUGA BANYAK SUSUK DAN TAK PERNAH MENDUGA AKAN DAMPAK NEGATIFNYA.SETELAH MERASAKAN DAMPAK NEGATIF BARULAH DIRI INI BINGUNG BAGAIMANA MENGATASINYA.DENGAN PROSES DUA TAHUN AKHIRNYA TERJAWAB MISTERI TERSEBUT.
Read the rest of this entry »

 
125 Komentar

Ditulis oleh pada 28 April 2013 in metafisika, wawasan ilmu

 

Tag: ,

BACALAH BERULANG DAN TELITI…SAMBIL SELALU BER ISTHIGFAR DI HATI

image

Wejangan yg menenggelamkanku dalam tangis syukur,wejangan dari kyai alrhashid beliau murid almarhum hadratus syeh kh abdullah faqih langitan.semog la bermanfaat juga untuk saudara semua.

BACA LAH BERULANG DAN TELITI ! ,,,, SAMBIL BER ISTIGFAR SELALU DIHATI !

Segala Puja dan Puji.Semata-mata hanyalah milik Allah Ta’ala. Selawat serta salam ke atas Baginda Rasulullah s.a.w, Para ahli keluarga baginda yang Suci, para sahabat sahabatnya, Para Waliyullah,yang kesemua mereka itu merupakan golongan yang amat mulia, Para ulama’ yang mukhlisin , Para Mujahidin di Jalan Allah Ta’ala dan seluruh Umat muslimin dan muslimat
Dan semoga juga kita kita semua, tetap dalam Nikmat Panjang Umur,Nikmat Sehat,Serta Nikmat Iman,Nikmat Kuat Hati dan Taqwa di Berkahi Allah swt ,,, Amien yaa robbal alamien
Read the rest of this entry »

 
34 Komentar

Ditulis oleh pada 8 April 2013 in Agama, wawasan ilmu

 

ILMU GENDAM

Kiriman ajieyatno@yahoo.com

Asalamualaikum.
Padakesempatan kali ini kami postingkan mengenai Menguak Misteri
Rahasia Ilmu Gendam dari hasil
wawancara kami dengan tokoh
spiritualis asal salatiga, budayawan danvseniman kaligrafi huruf jawa sekaligus penulis Kitab Primbon Adji Mantrasmara jilid 1-5 dan Kitab Pusaka Kepraboning Awak versi bahasa jawa dan bahasa english. Rahasia Ilmu Gendam ini termaktub di Kitab Primbon AdjiMantrasmara jilid 1 ,
maka secara tidak langsung kami menghubungi si penulis
yakni beliau Raden Tjakra Djajaningrat.
Banyak orang bertanya-tanya mengenai ilmu Gendam, bahkan tak heran ingin mengetahui apa itu ilmu Gendam?

Read the rest of this entry »

 
50 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Maret 2013 in wawasan ilmu

 

RAGA SUKMA JALAN JALAN DENGAN DIAM(NUR ALIF)

Assalamualaikum…..salam hormat saya kepada Ki Risang mukhti dan Mas Ahmadr tak lupa para kasepuhan khususnya..Terimakasih ..Karna berkat Ki Risang Dan blog ini banyak merubah Hidup saya, banyak hal positif yang saya dapat dari sini..BOLOBUMI yang saya hormati mohon maaf yang sebesar-besarnya karena artikel ini hanya sebatas share..sedikit pengalaman pribadi saya banyak hal yang saya alami saat mengamalkan NUR ALIF..(itu mungkin dirasakan oleh semua pengamal.)Tapi bagi saya yang memang belum penah belajar tentang ilmu ruhani sebelumnya,ini sungguh pengalaman yang luar biasa Read the rest of this entry »

 
86 Komentar

Ditulis oleh pada 2 Maret 2013 in RUHANI, wawasan ilmu

 

BERSHOLAWAT ANTI SAKIT PINGGANG -STROKE.

ASSALAMU ALAIKUM WR WB

SEBELUM MEMBAHAS INTI DARI JUDUL DIATAS MARI MENGENAL ROSULULLOH SAW LEWAT QOSHIDAH BURDAH.
SYAIR BURDAH DIKARANG OLEH AL BUSHIRI,DALAM RIWAYAT DISEBUTKAN AL BUSHIRI MENDERITA SAKIT KELUMPUHAN Read the rest of this entry »

 
216 Komentar

Ditulis oleh pada 30 Januari 2013 in Agama, RUHANI, wawasan ilmu

 

Tag: ,

SILAT GHAIB,KAROMAHAN,NYAMBAT

Asalamualaikum,silat suatu gerak yg mampu dipakai beladiri sekaligus olah raga.tapi disamping itu ada yg namanya silat yg dapat dipakai tanpa orang bersangkutan belajar.bahkan dgn tehknik ini dpt juga dipakai untuk belajar silat. Read the rest of this entry »

 
95 Komentar

Ditulis oleh pada 10 Januari 2013 in wawasan ilmu

 

KEMASAN REIKI YANG MENIPU

Asalamualaikum,saya hanya mau berbagi cerita sebelum ketemu blog songgobumi.awalnya saya terinspirasi update status gus ahmad di fb yg suka bisa dibilang kritis dengan warna warni ke ganjilan.dari itu saya akan membuat artikel yg mau saya kirimkan ke songgobumi tentang apa apa hal,ganjalan dihati tentang reiki yg saya kuasai tapi bingung dimulai dari mana karena memang saya bukan ahli buat artikel,setelah saya baca baca kesana Read the rest of this entry »

 
56 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Desember 2012 in Artikel, wawasan ilmu

 

SELEBRITI DIANTARA PENGHUNI LANGIT

SELEBRITI DIANTARA PENGHUNI LANGIT
Oleh : pak Agus Balung
Dalam suatu kesempatan Rasulullah SAW pernah
mengeluarkan suatu ungkapan
dari mulut beliau yang sangat mulia, ungkapan
tersebut adalah “majhulun fil
ardh masyhurun fissama”—yang maknanya adalah :
tidak populer di bumi, tapi
sangat masyhur diantara penghuni langit.
Potongan sabda tersebut diungkapkan Rasulullah
SAW ketika beliau meminta
menantunya, Ali bin Abi Thalib, mengecek
keberadaan seorang pemuda yang
bernama Uwais al-Qarny karena namanya sangat
harum di kalangan ”penghuni
langit”. Apa gerangan keistimewaan Uwais sehingga
Rasul menyuruhnya mencari
pemuda ini? Mencari pemuda ini bukan perkara
gampang. Susah betul karena
Uwais al-Qarny bukanlah public figure. Bukan
pemuda ngetop yang namanya
dikenal di seantero jagat.
Dia bukan orator, ahli orasi, yang setiap
ungkapannya selalu memukau
pendengar dan mengundang tepukan dan decak
kagum. Dia bukan penderma hebat
yang namanya tercantum di media massa apapun,
baik elektronik maupun cetak
sebagai penyumbang terbanyak. Dia bukan seorang
pejabat yang pandai
memainkan perasaan dan sandiwara air muka untuk
merebut simpati rakyat
jelata. Uwais bukanlah seorang bintang yang
kehadirannya ditunggu jutaan
penggemarnya. Pokoknya Uwais bukan siapa-siapa,
dia hanya seorang pemuda
biasa. Satu kelebihan Uwais yang membuat seluruh
penghuni langit
mencintainya dan menyebabkan Rasul
memerintahkan Ali untuk mencari dan
minta doa darinya adalah kecintaan Uwais kepada
ibunya.
Dia konon mengorbankan masa remajanya untuk
mencurahkan kasih dan sayang
kepada ibunya. Ia mengorbankan begitu banyak
kesempatan yang mestinya dia
kecap lantaran begitu baktinya kepada bunda yang
telah mengandungnya. Dalam
kesempatan ini saya tidak akan menceritakan kisah
Uwais sebagai cerita
utuh, melainkan ungkapan Rasul yang
melatarbelakangi kisah ini yang akan
diungkap. Majhulun fil ardh, masyhurun fissama
adalah potongan sabda atau
ungkapan Rasulullah yang menggambarkan bahwa
ada sebagian orang yang tidak
disukai di bumi, tapi disukai Allah dan para malaikat-
Nya.
Ungkapan teramat bagus ini juga mengisyaratkan
kebalikannya. Bahwa teramat
banyak figur manusia yang begitu terkenal di bumi,
tapi tidak disukai
penghuni langit. Tentu saja frase ”penghuni langit”
bukan justifikasi
keberadaan Allah sehingga menjadikan-Nya hanya
ada di langit, jelas bukan.
Ungkapan ini hanya untuk menunjukkan ukuran
manusia kebanyakan, bukan
memakai standar ketuhanan. Sebagaimana sebagian
besar manusia yang
memuliakan harta dan kedudukan serta menilai hina
kemiskinan dan ketiadaan
kekuasaan.
Bagi kita, yang terpenting adalah ungkapan
“majhulun fil ardh, masyhurun
fissama” itu harusnya menyadarkan kita tentang apa
yang telah kita lakukan
agar para malaikat senantiasa mendoakan kita.
Ungkapan tersebut seharusnya
memaksa kita berpikir bahwa tidak penting hanya
terkenal menurut derajat
kemanusiaan, sementara kita mengabaikan standar
ketuhanan. Punya mobil
banyak memang akan membuat kita
membusungkan dada. Punya uang banyak memang
akan membuat kita bisa berbuat banyak.
Menyandang nama tenar juga akan
membawa kebahagiaan tersendiri.
Dan memiliki kekuasaan dan kewenangan akan bisa
membuat kita mudah
melakukan sesuatu. Tapi pernahkah berpikir bahwa
penghuni langit justru
muak apabila semua yang kita miliki hanya untuk
diri semata, seakan tiada
hak orang lain di dalamnya. Ungkapan Rasul di atas
layak untuk
diperhatikan. Rasul tidak menyuruh untuk menjadi
orang yang terkenal di
bumi dan di langit. Karena memang tidak mudah.
Setidaknya Rasul
mengingatkan bahwa penting juga menjadi
kebanggaan langit dengan memberikan
kebahagiaan bagi sesama di bumi.
Pelajaran lainnya menjadi penting juga menjaga
senyuman penghuni langit
dengan tidak membuat penghuni bumi menderita.
Adalah harapan kita semua
tentang adanya kehadiran masyarakat yang
menghargai Allah dan menghormati
sesama. Begitu juga harapan lainnya, sebelum negeri
impian yang
sesungguhnya terengkuh, negeri hati, negeri alam
pikiran, mental, dan
asal-muasal perilaku sudah lebih dulu bergerak
menuju hati impian. Di mana
merengkuh kedamaian, ketenangan, dan
kebahagiaan di hati menjadi sekian
impiannya. Negeri hati, hati impian, bisa didapat
dengan membawa hati kita
masing-masing menuju perbaikan yang dikehendaki
Allah.
Pada saatnya nanti hati bisa menggerakkan seluruh
potensi tubuh, akal, dan
pikiran untuk mempersembahkan yang terbaik untuk
Allah dan sesama, dan
tentu saja akan berpulang kebaikannya kepada diri
sendiri. Mudah-mudahan
tulisan sederhana ini menjadi pengingat kita bahwa
sudah saatnya kita
membuat roh kita sendiri tersenyum atas perilaku
kita.
Jika saja ruh kita sudah bisa tersenyum, tentu Sang
Pemilik Roh akan ikut
tersenyum dan menumpahkan segenap rahmat-Nya
kepada kita semua. Jika saja
roh kita sudah bisa bernafas lega, tentulah
”kemarahan Tuhan”, kemarahan
alam, akan segera berakhir. Amin. Akhirnya kepada
Allah jualah kita
berharap.
Wallahu a’lam

 
32 Komentar

Ditulis oleh pada 10 Desember 2012 in Agama, wawasan ilmu

 

DEWA DEWI

wahyusantoso@gmail.com

Asalamualaikum,ini hanya cerita atau telaah wawasan.Bangsa Dewa adalah dewa dan dewi India, yang
memiliki peradaban, tempat tinggal dan pusat
pemerintahan di Kahyangan. Mengenai siapa sajakah
nama-nama dan tokoh-tokohnya dapat disimak dari
kebudayaan dan kepercayaan bangsa India atau
kisah pewayangan. Walaupun beberapa tokoh dalam
pewayangan tidak sungguh-sungguh ada, dan ada
beberapa jalan ceritanya yang dibelokkan sehingga
tidak sesuai dengan cerita aslinya, tetapi cukup untuk
menjadi dasar pengetahuan mengenai bangsa dewa
dan perilakunya.
Di seluruh dunia ada kepercayaan dan pemujaan
kepada dewa dan dewi, bukan hanya di Indonesia
atau Cina atau India, tapi juga di Eropa, Asia, Arab,
Afrika, Amerika (Indian), Eskimo, Australia (Aborigin),
Jepang, dsb, tetapi tidak semua sosok dewanya
benar-benar ada. Kebanyakan adalah hasil ciptaan
pikiran manusia sendiri (pemujaan pada mitos dan
legenda) dan di dalam persaingannya masing-masing
bangsa menciptakan sendiri dewa-dewa yang lebih
“hebat” daripada dewa-dewa bangsa lain.
Sosok dewa-dewi yang benar-benar ada adalah dewa
dan dewi India, dan pemujaan pada kedewaan
mereka bukan hanya berdasarkan hasil pikiran
manusia saja (animisme / dinamisme), tetapi
berdasarkan kemampuan spiritual bangsa India yang
bisa mendeteksi dan mengenal mahluk halus tingkat
tinggi seperti dewa dan buto.
Pada jaman dulu, di negara India dan sekitarnya,
yang hingga saat ini masih tetap merupakan wilayah
dengan budaya kebatinan dan spiritual nomor 1
tertinggi di dunia, kebanyakan tokoh manusia dan
orang-orang sakti dunia persilatan, selain menguasai
ilmu-ilmu kesaktian, juga menguasai keilmuan
kebatinan dan spiritual tingkat tinggi, sehingga
mereka juga mengenal mahluk halus berdimensi
tinggi seperti dewa dan buto, dan mengerti juga
tentang wahyu-wahyu yang diturunkan oleh dewa.
Dan berkelahi / bertarung dengan mahluk halus
berkesaktian dan berdimensi tinggi seperti buto
adalah sesuatu yang biasa.
Sosok-sosok dewa yang benar-benar ada hanya
diketahui oleh orang-orang dan masyarakat yang
berbudaya kebatinan dan spiritual tinggi.
Di tempat-tempat yang budaya kebatinan dan
spiritualnya tidak tinggi, biasanya dewa-dewa mereka
adalah dewa-dewa ciptaan pemikiran mereka sendiri
untuk maksud dipuja (berhala). Termasuk raja-raja
mereka juga disebut keturunan dewa, supaya dipuja
dan dihormati oleh rakyatnya.
Para dewa berpusat di kahyangan di pegunungan
Himalaya, sebagai pusat pemerintahan Dewa, tetapi
sehari-harinya mereka tersebar ke banyak tempat,
bukan hanya di India, Indonesia dan Cina saja, tapi ke
seluruh dunia. Dan wahyu-wahyu yang mereka
turunkan adalah juga kepada semua orang di dunia.
Ada banyak sekali bangsa dewa, tetapi yang dikenal
oleh manusia biasanya hanya dewa-dewa utama
saja, sedangkan selain dewa-dewa utama ada juga
dewa-dewa setingkat senopati dan prajurit.
Bangsa Dewa memiliki bentuk tubuh bermacam-
macam. Kebanyakan memiliki bentuk tubuh dan
ukuran yang sama dengan manusia India, tetapi ada
juga yang bertubuh seperti binatang, misalnya
Hanoman dan Sun Go Kong yang bertubuh seperti
kera dengan tinggi +
2 m dan Ganesha yang bertubuh
manusia tetapi berkepala dan berwajah seperti gajah.
Dalam kehidupan para dewa, ada yang menjadi
pemuka / tokoh pemimpin, ada yang menjadi
senopati perang, ada yang menjadi prajurit. Batara
Indra adalah Dewa berwatak keras yang diserahi
tugas untuk urusan keamanan kahyangan dan
menjadi panglima perang bangsa dewa.
Pemerintahan dewa, disusun oleh para tokoh /
pemuka bangsa dewa dan mereka bertindak sangat
terkoordinasi. Sekalipun bangsa dewa memiliki
pemerintahan kerajaan kahyangan, memiliki
pemimpin, dan memiliki prajurit, tetapi tidak ada yang
menjadi raja. Yang ada adalah kepemimpinan yang
diakui oleh semua dewa dan masing-masing dewa
memiliki tugas dan peran yang saling terkoordinasi.
Para Dewa mengemban tugas dari Sang Penguasa
Alam untuk menuntun dan mengayomi kehidupan
manusia. Karena itu sebagian besar tujuan dari
manajemen para dewa adalah untuk mengatur
kehidupan manusia, supaya semuanya sesuai dengan
kehidupan yang dikehendaki oleh para dewa, yaitu
tertib, beradab dan berbudi pekerti. Sehingga bila
diketahui ada / akan ada seorang manusia atau
mahluk halus yang berpotensi menjadi perusak
DEWA
kehidupan maupun moral manusia, mereka akan
melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk
mencegah / mengatasinya. Sesudahnya, bila ada
manusia atau mahluk halus yang dianggap berjasa
bagi dewa, atau dikasihi dewa, maka akan diangkat
kepada derajat yang tinggi (menurut pandangan para
dewa), yaitu dijadikan dewa atau diberi kemuliaan
setingkat dewa dan diberi tempat tinggal di
kahyangan.
Dalam menjalankan tugasnya di bumi yang terkait
dengan bangsa manusia, para dewa tersebar ke
banyak tempat. Mereka mengatur kehidupan manusia
secara langsung ataupun tidak langsung. Hubungan
mereka terutama adalah dengan para pemimpin
manusia (raja atau presiden) di seluruh dunia, dan
tokoh-tokoh spiritual tertentu yang mereka berkenan,
dan peran mereka tersebut masih terus berlangsung
hingga masa sekarang, tetapi tidak semua orang
dapat melihat atau berhubungan dengan dewa,
karena tidak memiliki tingkat spiritual yang tinggi,
yang menjadi dasar untuk mengenal dewa.
Selain yang asli sebagai dewa / dewi, ada beberapa
dewa dan dewi yang asal-usulnya berasal dari bangsa
manusia, karena dianggap berjasa kepada dewa, atau
dikasihi oleh dewa. Ada juga yang asalnya dari
bangsa manusia atau bidadari yang diperistri oleh
dewa. Mereka mendapatkan penghormatan khusus
dari para dewa, diakui / diangkat derajatnya menjadi
dewa / dewi, diubah secara fisik menjadi dewa dan
dewi, diberi kekuatan dan kesaktian setingkat dewa,
dan diberi tempat tinggal bersama dewa di
kahyangan.
Bidadari adalah sebangsa mahluk halus yang
wujudnya mirip manusia perempuan, berpakaian
seperti perempuan ningrat jawa jaman dulu, yaitu
memakai kain / kemben dan berselendang seperti
penari jawa, hidup sebagai rakyat dan menjadi
pelayan para dewa. Dalam waktu-waktu tertentu,
biasanya pada malam bulan purnama, mereka
diijinkan untuk turun ke bumi, untuk pergi ke tempat-
tempat yang mereka ingin datangi.
Secara energinya, bangsa Dewa termasuk mahluk
gaib yang berenergi positif terhadap manusia.
Dari sisi kekuatan dan kesaktiannya, bangsa Dewa
memiliki kemampuan untuk melipat-gandakan
kekuatannya sampai menjadi 3 kali lipat keadaan
normalnya (triwikrama). Dan kekuatan kesaktian
maksimal rata-rata dewa bisa mencapai 300 kali lipat
kekuatan-kesaktian Ibu Ratu Kidul.
Semua bangsa Dewa memiliki kemampuan
triwikrama
, yaitu suatu kemampuan untuk
memaksimalkan kekuatannya hingga mencapai 3 kali
lipat kondisi normalnya. Keadaan ini biasanya terjadi
dalam kondisi bertarung atau kondisi yang
mengharuskannya mengeluarkan segenap
kekuatannya. Yang sering kita dengar tentang
triwikrama adalah triwikrama Dewa Wisnu.
Triwikrama Dewa Wisnu terkenal dalam pewayangan
karena pada saat bertriwikrama, tubuhnya berubah
menjadi raksasa tinggi besar dan menakutkan.
Sedangkan dewa-dewa lain yang sedang
bertriwikrama, bentuk tubuhnya tidak berubah, hanya
kekuatannya saja yang bertambah.
Bangsa Dewa termasuk mahluk gaib yang berdimensi
tinggi. Sulit untuk dilihat dengan mata, termasuk oleh
orang- orang yang mampu melihat gaib (kecuali
mereka yang menguasai dimensi spiritual yang tinggi
yang ditandai dengan lingkaran halo di belakang
kepalanya). Bahkan para mahluk halus sendiripun
jarang ada yang bisa melihat Dewa. Biasanya para
dewa-lah yang menunjukkan dirinya kepada manusia,
barulah manusia dapat melihat mereka. Selain sulit
dilihat, energi fisik mereka pun sangat halus dan sulit
untuk dideteksi, sehingga jarang ada yang dapat
mengetahui keberadaan mereka, termasuk para
mahluk halus sekalipun, walaupun ada dewa berada
di dekatnya.
Bangsa Dewa adalah mahluk yang berintelijensi tinggi
seperti manusia. Mereka mempunyai peradaban dan
pemerintahan dewa. Pada dasarnya mereka
mempunyai tempat tinggal tetap di Kahyangan, yang
secara duniawi letaknya ada di lereng Gunung
Himalaya, tetapi banyak Dewa yang tinggal di antara
manusia, karena mempunyai maksud dan tujuan
tersendiri. Tetapi secara berkala mereka bertemu atau
kembali berkumpul di kahyangan untuk urusan
pemerintahan Dewa (Penulis pernah bertemu dengan
para dewa yang sedang bersidang, pada suatu malam
purnama sekitar tahun 2008, di suatu lokasi
penggalian situs Majapahit yang baru ditemukan di
daerah Pare, Jombang-Kediri, Jawa Timur).
Misalnya, Dewa Semar (Dewa Ismaya) dan Dewa
Narada yang tinggal dan ‘berkelana’ di pulau Jawa.
Sering berdiam atau mengunjungi Candi Dieng dan
situs-situs Majapahit. Dewa Semar dan Dewa Narada
memiliki ikatan batin dengan tempat-tempat tersebut,
karena sejak jaman dulu mereka menjadi pengayom
orang Jawa, terutama tokoh-tokoh pemimpinnya.
Setelah jaman Majapahit berakhir-pun Dewa Semar
dan Dewa Narada masih menjadi pengayom orang-
orang tertentu di Jawa, secara tidak kelihatan mata.
Begitu juga dengan Dewi Kuan Im, Dewa Sun Go
Kong dan Dewa kekayaan Tionghoa (lupa namanya),
yang lebih sering berada di daratan Cina, karena
mempunyai misi tertentu disana.
Dewi Kuan Im dan bidadari,
oleh Nikoagus Setiawan.
Dewi Kuan Im adalah dewa perempuan yang
biasanya berada di daratan Cina, cantik dengan sorot
wajah lembut dan teduh. Sama seperti Batara Guru,
Dewi Kuan Im juga memiliki pancaran kekuatan
spiritual berupa lingkaran halo berwarna kuning di
belakang kepalanya.
Dewi Kuan Im sering menampakkan diri kepada
manusia dan sering menolong yang sedang
kesusahan. Kadang dalam penampakannya beliau
duduk di atas suatu singgasana berbentuk seperti
awan atau daun teratai dan membawa sebuah buku
kitab berisi rahasia kehidupan, yang akan diajarkan
atau diturunkan dalam bentuk wahyu atau wangsit
kepada manusia yang menjalankan suatu laku
tirakat / bertapa mencari pengetahuan spiritual
tentang kehidupan. Dewi Kuan Im adalah salah satu
dewa yang telah memberi Budha Gautama wahyu
keilmuan dan spiritual, dan beliau mengetahui itu. Dan
karenanya beliau sangat menghormati sang Dewi.
Dewa kekayaan Tionghoa (lupa namanya) bertubuh
seperti orang tua Cina, gendut dan berkepala botak.
Dewa Hanoman dan Dewa Sun Go Kong memiliki
bentuk tubuh seperti kera besar dengan tinggi + 2 m.
Mereka mendedikasikan diri untuk membela
kebenaran dan keadilan dan pantang mundur
sekalipun berhadapan dengan mahluk yang lebih sakti
sekalipun. Tetapi mereka memiliki perbedaan.
Hanoman bertubuh asli seperti kera besar putih kekar
dan perwatakannya seperti orang tua. Sun Go Kong
bertubuh seperti manusia tetapi berbulu dan berekor
seperti kera dan perwatakannya seperti anak-anak
yang suka bermain dan bercanda.
Dalam sejarah
hidupnya, Dewa Hanoman pernah berguru kepada
seseorang di Jawa Timur, yaitu kepada Resi
Mayangkara. Karena ketekunan lakunya,
kesaktiannya meningkat menjadi 2 kali lipat daripada
sebelumnya yang sama dengan kesaktian rata-rata
dewa utama. Resi Mayangkara telah menjadikan
Hanoman sebagai dewa yang paling sakti, bahkan
melebihi kesaktian Dewa Wisnu dan Dewa Semar.
Kemudian setelah itu para dewa yang lain datang
berbondong-bondong ingin juga belajar kepada sang
resi. Tetapi mereka tidak dapat menemukan
keberadaan sang resi, walaupun dicari-cari hingga ke
pelosok negeri. Resi Mayangkara telah lebih dulu
moksa, masuk ke alam gaib bersama dengan
raganya. Dan di alam gaib pun beliau menggunakan
suatu ilmu halimunan, sehingga tidak ada mahluk
halus, termasuk bangsa dewa, yang dapat
melihatnya.
Resi Mayangkara memang tidak mau sembarang
menerima murid, tetapi kepada Dewa Hanoman
beliau berkenan dan menaruh harapan. Perwatakan
dewa Hanoman yang seperti prajurit ksatria
menjadikan Resi Mayangkara percaya bahwa
Hanoman akan mengamalkan ilmunya hanya untuk
kebajikan.
Sampai sekarang situs tempat pertapaan Resi
Mayangkara di dekat Pare, Jawa Timur, masih sering
didatangi oleh para peziarah yang berharap sesuatu
kepadanya. Tetapi beliau sendiri sekarang sudah tidak
lagi tinggal di sana, yang ada adalah dhanyang-
dhanyang setempat yang menjaga kesakralan
pertapaannya.
Situs tempat pertapaan Dewa Hanoman menimba
ilmu tidak jauh letaknya dari situs tempat pertapaan
Resi Mayangkara di dekat Pare, Jawa Timur, dan
masih sering didatangi oleh para peziarah yang
berharap sesuatu kepadanya. Tetapi sama seperti Resi
Mayangkara, beliau sekarang sudah tidak lagi tinggal
di sana, yang ada adalah dhanyang-dhanyang
setempat yang menjaga kesakralan pertapaannya.
Dewa Semar dan Dewa Narada memiliki bentuk
tubuh yang hampir sama, yaitu seperti orang tua
bertubuh gemuk dan gendut, dan tubuh agak
membungkuk. Wajah mereka putih seperti memakai
bedak putih dengan tinggi badan kira-kira 2 m (seperti
rata-rata tinggi badan orang Eropa). Perilaku dan sikap
berpikirnya sangat bijaksana, cocok menjadi orang-
orang tua pengayom.
Seharusnya Dewa Semar yang menjadi pemimpin di
Kahyangan. Sosok bijaksana dan mengayomi
ditambah kesaktiannya yang lebih tinggi dibandingkan
dewa-dewa lain (tetapi tidak lebih tinggi dari Dewa
Wisnu), menjadikannya sosok pemimpin yang
diterima oleh semua dewa. Tetapi Dewa Semar lebih
suka tinggal di bumi bersama manusia, karena beliau
memiliki misi tersendiri. Kepemimpinan Kahyangan
diserahkan kepada Batara Guru. Jadi secara de yure
kepemimpinan ada di tangan Batara Guru, tetapi
secara de facto Batara Semar yang dijadikan
pemimpin. Bahkan Batara Guru pun
mengkonsultasikan dahulu semua keputusan yang
sifatnya penting kepadanya, misalnya tentang wahyu
keprabon dan wahyu-wahyu besar lain yang akan
diturunkan kepada seorang manusia.
Tambahan :
Ulasan di bawah ini terinspirasi pertanyaan dari
seorang pembaca dari penglihatannya tentang adanya
sosok gaib seorang perempuan cantik yang menghuni
dasar sungai Gangga, yang berpakaian kain sari India,
memakai kerudung ala wanita India, warna pakaian
dan kerudungnya merah.
Makara Sungai Gangga,
oleh Nikoagus Setiawan.
Sepengetahuan Penulis disana benar ada sosok itu,
tetapi itu bukan dewi, itu adalah pemimpin dari para
dhanyang yang menjaga Sungai Gangga, yang
menyampaikan laporan tentang permohonan orang-
orang yang datang ke Sungai Gangga itu ke
kahyangan.
Dewi Gangga sendiri tinggal di istana kecil di bagian
hulu Sungai Gangga di pegunungan. Di sungai itu juga
ada sosok naga / makara sungai Gangga yang biasa
menjadi tunggangan Dewi Gangga. Aslinya panjang
naga itu sekitar 1 km.
Sungai Gangga adalah sungai di India yang dianggap
suci dan sakral dan menjadi tempat ritual keagamaan
dan ritual pribadi oleh masyarakat setempat.
Dewi Gangga bertugas menjaga kesucian dan
kesakralan sungai Gangga.
Dewa Ganesha juga sering turun mengunjungi orang-
orang yang datang ke Sungai Gangga.nuwun

 
40 Komentar

Ditulis oleh pada 9 November 2012 in cerita, wawasan ilmu

 

KHODAM

Assalammualaikum poro sedulur bolo bumi, menarik
sekali menyimak postingan
terakhir yang berjudul “Isi Khodam ke Batu Cincin” di
blog tercinta kita
ini. Sehubungan dengan itu perkanankan saya urun
rembug sedikit tentang “
perkhodaman” itu sendiri. Untuk itu berikut ini saya
sampaikan tulisan
saya tentang khodam yang pernah dimuat di blog saya As
Syifa’ n.a semoga
tulisa sederhana ini bermanfaat bagi sedulur Bolo
Bumi tercinta dan
menambah wawasan, amin.
Khodam, secara definitive adalah merupakan
manifestasi energi pintar yang
terlahir dari sebuah doa, mantra dan tatalaku ritual
spiritual tertentu
yang mengandung tingkatan konsentrasi yang tinggi
kepada sang pencipta alam
dibarengi doa doa atau cita – cita agar terkabulnya
suatu maksud dan tujuan.
Kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh orang
yang melakukan olah batin
seperti puasa, bertapa, semedi, membaca mantra
atau wirid amalan tertentu
sebetulnya adalah dari Khodam. Disadari ataupun
tidak, setiap olah batin
yang dilakukan manusia selalu menimbulkan energi-
energi yang memiliki
kesadaran/kecerdasan sendiri. Inilah peran dari
khodam. Mereka diciptakan
Tuhan sebagai perantara yang membawa kekuatan
supranatural bagi orang-orang
yang dikehendaki.Sebagian orang beranggapan
bahwa memiliki khodam (atau
ilmu spiritual yang ada khodamnya) adalah sebuah
kesyirikan atau dosa
besar. Bagi kami, pendapat ini adalah pendapat yang
“membabi buta” karena
pengertian khodam sangat luas. Sedangkan khodam
sendiri terdiri dari
berbagai jenis yang tidak mampu disamakan. Berikut
ini pembahasan panjang
mengenai khodam.
Istilah khodam berasal dari bahasa arab yang berarti
pembantu, penjaga atau
pengawal yang selalu mengikuti. Dalam bahasa arab
pembantu rumah tangga,
sopir, tukang kebun dan satpam juga bisa disebut
sebagai khodam. Namun
dalam konteks ilmu spiritual, istilah khodam
digunakan khusus untuk
menyebut makhluk gaib yang mengikuti pemilik ilmu
spiritual atau yang
mendiami suatu benda pusaka. Dalam konsep
spiritual jawa, khodam disebut
sebagai prewangan yang artinya adalah orang yang
membantu.
Khodam dalam konsep mistik islam dan jawa
diyakini sebagai jiwa suatu ilmu.
Khodam memberi energi pada pemilik ilmu
sehingga mampu melakukan hal-hal
diluar kewajaran. Tentu saja ada khodam yang
minta imbalan ada pula yang
“gratis” karena khodam ini datang karena kehendak
Allah, bukan dipaksakanoleh manusia. Yang
dimaksud dipaksakan
adalah khodam ini datang karena seseorang
melakukan ritual pemanggilan yang
ditujukan untuk meminta tolong kepada khodam dari
golongan jin.
Mengenai siapakah sebernarnya khodam, para
spiritualist berbeda pendapat.
Kelompok pertama mengatakan khodam adalah
jenis makhluk tertentu yang
khusus diciptakan Allah sebagai pembawa kekuatan
bagi para pemilik ilmu
dan benda pusaka. Kelompok ini tidak punya dalil
yang kuat untuk mendukung
pendapatnya, jadi pendapat ini boleh kita abaikan.
Kelompok kedua berpendapat bahwa khodam
hanyalah sebutan atau julukan bagi
Jin, Qorin dan Malaikat yang membantu manusia.
Seperti istilah setan yang
sebetulnya bukanlah jenis mahluk, melainkan hanya
julukan bagi jin atau
manusia yang suka berbuat kejahatan. Dalam kitab
Al-Quran pun diterangkan
bahwa Tuhan hanya menciptakan hambanya yang
berakal dalam tiga bentuk saja,
yaitu: malaikat, manusia, dan jin
Mengapa khodam mau membantu manusia, karena
khodam terdiri dari tiga
jenis makhluk yaitu Jin, Qorin dan Malaikat, maka
alasan mereka bersedia
membantu manusia juga berbeda-beda.
Kita persempit saja pembicaraan kita pada khodam
jin, perlu diketahui bahwa
kehidupan sosial jin, itu persis sama seperti manusia.
Mereka terdiri
dari bermacam-macam ras dan kelompok yang
sangat kompleks. Setiap jin punya
sifat dan kebutuhan yang berbeda-beda seperti pada
manusia. Begitu pula
dalam dalam membantu manusia, mereka punya
alasan yang berbeda-beda. Namun
secara garis besar, ada 5 alasan mengapa jin mau
membantu manusia.
– Ingin menyesatkan manusia. Kelompok jin ini
adalah tentara ilbis yang
ditugaskan untuk membantu para tukang sihir dan
penganut ilmu hitam.
Orang yang ingin memiliki khodam jenis ini harus
melakukan perbuatan atauritual yang
melanggar aturan Tuhan. Misalnya untuk
medapatkan ilmu sihir mereka harus
menyediakan sesaji, makan darah, membunuh,
melakukan dosa besar dan
sebagainya. Jin jenis ini sangat senang jika
manusia yang didampinginya
jauh dari agama.
Bukan hanya penganut ilmu hitam saja yang dibantu
oleh jin tentara iblis
ini. Para penganut thariqoh (orang yang menapaki
jalan spiritual menuju
Tuhan) dan orang soleh yang kurang waspada pun
disesatkan oleh jin golongan
ini. Awalnya jin mengaku sebagai guru spiritual yang
sudah meninggal atau
malaikat yang akan membimbingnya dan membantu
segala usahanya. Seketika
seorang ahli thariqoh pun memiliki banyak
“kesaktian”. Namun perlahan-lahan
jin cerdas ini memperdaya ahli thariqoh hingga dia
melanggar aturan agama.
– ..Ingin mendapat keuntungan dari manusia.
Khodam Jin jenis ini selalu
meminta imbalan dalam bentuk sesaji,
persembahan, korban, bahkan adayang
mengadakan perjanjian, jika sudah sampai waktu
yang ditentukan pemilik
ilmu bersedia menjadi budak/pengikut di alam jin.
Orang yang menjadi
budak jin, meniggalkan jasadnya, kemudian
jiwanya dibawa ke alam jin.
Sehingga dia tampak mati bagi orang awam,
padahal dia sebetulnya belum
mati. Nanti ketika sudah sampai batas usianya,
malaikat maut baru
menjemputnya untuk dihadapkan kepada Tuhan.
Oleh karena itu jangan pernah
berniat untuk mendapatkan pesugihan atau “harta
gaib” yang datang
tiba-tiba dengan bantuan jin.
Keadaan ini sesuai dengan Al-Quran surah Al-Jin ayat
6, yang terjemahnya:
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di
antara manusia meminta
perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin,
maka jin-jin itu
menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.
– .Karena mencintai manusia. Kadang kami
menemui ada jin yang mengikuti
manusia dengan alasan cinta. Cinta yang kami
maksud adalah seperti cinta
pria kepada wanita. Umumnya jin yang seperti ini
selalu berusaha membantu
manusia yang dicintainya, sekaligus mengganggu.
Bentuk bantuannya mampu
berupa kemampuan mengobati, perlindungan dari
kejahatan, kemampuan
mengetahui rahasia orang dan sebagainya.
Sedangkan gangguannya biasanya
berupa: merasa diikuti seseorang, sulit mencintai,
hubungan cinta selalu
gagal, kesurupan/kerasukan dan sering mimpi
bersetubuh. Bahkan kadang ada
jin yang datang dalam wujud manusia untuk
menyetubuhi manusia dalam
keadaan sadar.
– .Persahabatan. Bagi sebagian orang yang
memiliki ilmu spiritual
tertentu, bersahabat dengan jin bukanlah hal
mustahil. Idealnya hubungan
persahabatan adalah saling membantu dan
berbagi. Namun kenyataannya
hubungan persahabatan dengan jin mampu
menguntungkan atau merugikan Anda,
bahkan kadang juga menyesatkan Anda. hal ini
sama jika kita bersahabat
dengan sesama manusia. Jika sahabat kita adalah
orang baik, maka kitapun
terbawa menjadi baik. Tapi jika kita berteman
dengan penjahat, maka kitapun
mampu dirugikan atau malah bergabung menjadi
penjahat. Semua itu
tergantung sifat dan kepribadian Anda. Hubungan
persahabatan inilah yang
menjadi dasar. Wallahu a’lam bisshowab
Nah, semoga anda, saya, kita semua dapat
mengambil hikmah dari apa
sudah disampaikan diatas. Amin. Nuwun.

Pak Agus Balung

 
116 Komentar

Ditulis oleh pada 6 November 2012 in wawasan ilmu

 
Sampingan


asmaratingkat1@ymail.com

Asalamualaikum.
biasanya dilakukan dengan cara-cara khusus yang
hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang
menguasai keilmuannya, seperti yang dilakukan oleh
para empu keris, orang-orang pinter dan praktisi ilmu
gaib.
Sebuah benda gaib asma’an dan isian, kekuatan
benda gaib itu menyatu dengan sugesti pemakainya.
Semakin kuat dan sering seseorang menuangkan
sugesti dalam jimat isian itu, kekuatan gaibnya akan
semakin kuat. Bila seseorang tidak
memperhatikannya, apalagi hanya dibawa-bawa di
dalam dompet saja, maka lama-kelamaan kekuatan
gaibnya akan melemah. Sama juga dengan ilmu gaib
dan ilmu khodam, jika jarang dibaca amalannya
kekuatan gaibnya akan memudar. Semua benda gaib
yang kita miliki, dalam bentuknya keris dan pusaka,
batu cincin / akik, mustika, dsb, juga akan hidup dan
kuat kegaibannya bila kita sering menuangkan doa
dan sugesti ke dalamnya. Jika amalan gaibnya tidak
dibacakan, minimal sesajinya tetap diberikan, untuk
mengsugesti supaya khodam gaibnya tetap bekerja.
Dalam penyimpanannya, sebaiknya semua benda
gaib tidak dibungkus dengan plastik atau dimasukkan
ke dalam benda-benda yang terbuat dari plastik,
karena bahan plastik itu akan membatasi /
menghambat pancaran gaib dari benda gaibnya.
Selain yang berisi energi kekuatan doa, semua benda
gaib isian / asma’an bisa saja berisi suatu sosok
mahluk halus sebagai sumber kekuatan kegaibannya.
Khodam jimat batu akik, jimat rajahan, khodam jimat
isian / asma’an dan khodam keris kamardikan,
khodamnya bisa dari jenis apa saja, bisa dari jenis
bangsa jin, kuntilanak, gondoruwo, atau pun jenis
mahluk halus lainnya termasuk sukma manusia
(arwah / pocong), dan bisa dari golongan hitam atau
pun putih/suci.
Bisa terjadi demikian, karena biasanya dalam
pembuatannya si manusia pembuatnya hanya
mengamalkan saja suatu amalan gaib, sehingga
sosok gaib yang datang dan mengisi benda-benda
gaib itu bisa dari jenis apa saja. Seringkali fokus
perhatian manusia yang membuat jenis-jenis jimat
tersebut hanyalah pada fungsi dan keampuhan
tuahnya, sosok gaibnya sendiri seringkali tidak
dianggap penting apa dan siapa. Lagipula tidak semua
praktisi ilmu gaib mampu melihat gaib, karena
kemampuan ilmunya hanya berasal dari kekuatan
sugesti pada amalan gaib. Dan yang mampu melihat
gaib pun belum tentu tahu kesejatian dari apa yang
dilihatnya.
Termasuk juga benda-benda gaib dan jimat rajahan
yang kita buat sendiri, bisa saja kemudian berisi
sesosok mahluk halus di dalamnya ataupun khodam malaikat yg notabene pembuatnya berilmu unggul. Karena itu jika
kita memiliki benda-benda gaib tersebut sebaiknya
berwaspada, terutama pada perwatakan mahluk
halusnya dan pengaruh negatif dari keberadaannya dan tingkah laku kita
(misalnya mencari tahu dengan cara yang sama
seperti menayuh keris). Jika jelas bahwa perwatakan
sosok gaib benda itu tidak baik dan ada memberikan
pengaruh negatif, maka sebaiknya kita segera
melakukan Pembersihan Gaib.
Dalam halaman ini membahas tentang
panduan untuk mengisikan khodam gaib ke dalam
sebuah benda, menjadikan sebuah benda menjadi
bertuah, sama seperti jimat yang dibuat oleh orang
pinter. Caranya dibuat sesederhana mungkin,
sehingga orang awam pun bisa melakukannya.
Khodamnya bisa dari jenis apa saja, tetapi yang
diutamakan adalah dari jenis bangsa jin golongan
putih.
tehnik pengisian macam2 Metode,pengisian khodam ini dilakukan salah satunya dengan
sugesti kekuatan rasa dan kebatinan, bukan dengan
cara dan amalan ilmu gaib dan ilmu khodam atau
cara-cara lain. Karena itu jika anda ingin
mencoba melakukannya, kondisikan pikiran dan batin
anda pada cara-cara olah rasa dan kebatinan, bukan
cara-cara ilmu gaib dan ilmu khodam atau
perdukunan, karena hasilnya akan berbeda. Dengan
Selain benda-benda gaib yang sosok khodamnya asli
dari alam, ada juga benda-benda gaib yang isi
gaibnya bersifat isian atau sengaja didatangkan,
seperti yang berbentuk pusaka, jimat rajahan, jimat
batu akik dan jimat-jimat kecil lainnya. Dalam
mengisikan khodam gaib ke dalam benda-benda itu
metode ini anda akan dapat dengan mudah
melakukannya, apalagi bila anda memiliki kekuatan
sukma dan batin yang tinggi.
Tetapi dalam melakukan pengisian khodam itu
tanamkan dalam pikiran anda bahwa anda
melakukannya karena tersugesti oleh tulisan ini,
karena hasilnya akan berbeda antara anda
melakukannya karena keinginan anda sendiri dengan
anda melakukannya karena tersugesti oleh tulisan ini.
Sebelum melakukan pengisian khodam, sebaiknya
anda menguasai dahulu kemampuan-kemampuan
olah rasa dan menayuh gaib (baca :
Olah Rasa dan
Kebatinan dan Ilmu Tayuh / Menayuh Keris) untuk
menentukan tempat-tempat yang berpenghuni sosok-
sosok gaib yang berkarakter baik, merasakan
keberadaan mereka, merasakan apakah khodamnya
telah mengisi bendanya, dan menentukan apakah
khodamnya dari jenis yang baik atau tidak baik.
Dengan memodifikasi sedikit, cara ini bisa juga
digunakan untuk mencari khodam pendamping atau
khodam ilmu yang kekuatannya tinggi, tergantung
kemampuan sugesti anda. Untuk mencari khodam
pendamping tidak diperlukan sebuah benda untuk diisi
gaib, karena nantinya khodam itu mengikut kita
dengan cara mendampingi kita, tidak tinggal di dalam
benda gaib.

Cara pengisiannya sebagai berikut :
Untuk tujuan mengisikan khodam gaib, siapkanlah
benda-benda yang diniatkan untuk menjadi
berkhodam (yang masih kosong, tidak berpenghuni
gaib), bisa batu akik, jimat rajahan, atau pun benda-
benda lain yang anda niatkan untuk dijadikan benda
berkhodam. Siapkan juga sesajinya berupa minyak
jafaron, dan minyak misik putih / hitam, atau minyak
melati. Untuk khodam yang berfungsi untuk
kesaktian, kekuatan atau penjagaan gaib, lebih bagus
kalau sesajinya minyak misik hitam, tetapi lebih baik
digunakan minyak misik putih supaya tidak terlalu
mengotori.
Secara umum, dengan cara pengisian ini anda bisa
mencari sosok-sosok gaib yang sesuai dengan tuah
yang anda inginkan dan benda-bendanya diusahakan
yang pantas dan sesuai dengan fungsi tuah yang
diharapkan.
Misalnya untuk tuah pengasihan, kerejekian, dan
ketentraman keluarga, digunakan batu giok hijau,
batu jamrud, dsb. Untuk kewibawaan dan karisma
kesepuhan bisa digunakan batu pirus.
Untuk yang bertuah kesaktian, kekuatan,
kewibawaan atau penjagaan gaib, bisa digunakan
batu yang berwarna hitam atau merah (tentang
contoh-contoh batu akik bisa dibaca di : Batu Akik).
Jika digunakan jimat rajahan, gunakanlah jimat
rajahan yang sesuai dengan tuahnya (dan yang
kosong tidak berpenghuni gaib), yang berbahan dasar
kulit akan lebih baik.
Jimat rajahan yang isinya tentang pengasihan dan
kerejekian, gunakanlah untuk mencari khodam yang
bertuah pengasihan dan kerejekian.
Jimat rajahan yang isinya tentang kesaktian,
kekuatan, kewibawaan atau penjagaan gaib,
gunakanlah untuk mencari khodam yang bertuah
untuk kesaktian, kekuatan, kewibawaan atau
penjagaan gaib.
Pengisian khodam ini lebih baik dilakukan di
pegunungan, karena secara umum mahluk-mahluk
gaib di pegunungan jauh lebih sakti dan lebih murni
perwatakannya daripada yang di dataran rendah,
terutama untuk khodam yang berfungsi untuk
kesaktian, kekuatan atau penjagaan gaib, yang
memerlukan sosok gaib yang sakti, tetapi ritual ini
bisa juga dilakukan di rumah atau di tempat-tempat
lain dengan cara memfokuskan sugesti kepada sosok-
sosok gaib di daerah pegunungan atau tempat lain
yang anda pandang baik.
Pergilah ke pegunungan atau ke tempat-tempat lain
yang anda rasakan berpenghuni mahluk gaib yang
sifatnya baik dan tempatnya cukup sepi, tidak berisik
dan tidak banyak orang. Ritual ini bisa juga dilakukan
di rumah anda, dengan bersugesti pada sosok-sosok
gaib di suatu tempat lain yang ingin didatangkan.
Sebaiknya jangan ke pemakaman atau ke tempat-
tempat angker, supaya jangan ada sosok gaib
berkarakter jelek yang kemudian mengikut anda atau
masuk mengisi benda gaib anda.
Sebelum mengisikan khodam gaib itu sebaiknya anda
berdoa dahulu, luangkanlah waktu sejenak untuk
mengkondisikan hati dan batin anda pada kedekatan
dengan Tuhan. Tuangkanlah isi hati anda, doa-doa
tulus sepenuh hati
dan sepenuh rasa tentang
permohonan-permohonan, keinginan-keinginan, dsb,
ke dalam bendanya, untuk memberikan aura positif
kepada benda itu, misalnya doa-doa supaya dilindungi
dan dijauhkan dari kejahatan dan roh-roh jahat,
kemudahan rejeki, karir, ketentraman keluarga, dsb.
Jika anda sudah siap, basahilah telapak tangan kiri
anda dengan minyak jafaron, dan
– Basahilah telapak tangan kanan anda dan bendanya
dengan minyak misik, jika dimaksudkan untuk
mengisi
khodam kekuatan, kewibawaan dan penjagaan gaib,
atau fungsi lain yang umum, atau
– Basahilah telapak tangan kanan anda dan bendanya
dengan minyak melati, jika dimaksudkan untuk
mengisi
khodam pengasihan, kerejekian dan ketentraman
keluarga, atau fungsi lain yang sejenis.
Dalam cara di atas, untuk mengisi khodam
pengasihan, kerejekian dan ketentraman keluarga,
atau fungsi lain yang sejenis, yang terbaik adalah
membasahi tangan kanan anda dan bendanya
dengan minyak misik putih, karena khodam yang
datang kemudian biasanya kekuatan gaibnya lebih
tinggi daripada yang diberi sesaji minyak melati
(untuk sesajinya kemudian juga menggunakan
minyak misik putih).
Dengan cara digenggam, kemudian angkatlah benda
itu tinggi-tinggi dan anda berkata keras (dalam hati)
dengan
sepenuh rasa ditujukan kepada semua
mahluk gaib yang berada di tempat itu.
Contohnya :
– Untuk kekuatan, kewibawaan dan penjagaan gaib :
” Saya mau khodam jin golongan putih yang kuat
yang tuahnya untuk kekuatan, kewibawaan dan
penjagaan gaib, yang tidak panas dan tidak
memberatkan kerejekian, untuk tinggal di batu ini ! “.
– Untuk pengasihan, kerejekian dan ketentraman
keluarga :
” Saya mau khodam jin golongan putih yang tuahnya
kuat dan bagus untuk pengasihan, kerejekian dan
ketentraman keluarga, untuk tinggal di batu ini ! “.
Itu adalah cara mudah untuk mengisikan khodam ke
dalam batu cincin atau benda-benda gaib lain. Kalau
berhasil ada sosok gaib yang masuk ke dalam batu
itu, maka batu itu akan terasa lebih berat atau ada
rasa kesetrum di tangan anda pada saat pertamanya
si mahluk gaib masuk ke dalam batu itu. Kemudian
genggamlah batu itu dengan tangan kiri yang masih
basah oleh minyak jafaron, supaya jika sosok gaib
yang masuk ke batu itu bersifat negatif, maka dia
akan segera pergi setelah terkena minyak jafaron.
Lakukanlah menayuh gaib untuk memastikan bahwa
benda-benda anda sudah berisi khodam gaib yang
sesuai dengan keinginan anda dan berkarakter baik.
Jika ternyata batu itu masih kosong, tidak
berpenghuni gaib, proses di atas diulangi lagi.
Selanjutnya, untuk pertama kali penggunaannya,
setelah batu itu dioleskan minyak misik (atau minyak
melati untuk yang bertuah pengasihan, kerejekian
dan ketentraman keluarga), bacakanlah suatu amalan
gaib kepada batu itu (amalannya dapat dicari di
internet). Pada masa selanjutnya, untuk pemeliharaan
kegaibannya, minimal sebulan sekali, pemberian
minyak dan pembacaan amalan gaibnya diulangi. Jika
amalan gaibnya tidak dibacakan, minimal sesajinya
tetap diberikan, untuk mengsugesti supaya khodam
gaibnya tetap bekerja.
Amalan apapun selama anda bisa mengsugestikan
khodamnya, maka kegaibannya akan bekerja. Atau
jika anda tidak menggunakan amalan gaib khusus,
jika anda ingin mengsugestikan sendiri, ucapkanlah
(dalam hati) kepada batu itu dengan nada tegas
tentang apa yang anda inginkan (contoh sugesti di
bawah ini dapat anda rubah atau ditambah-
kurangkan sesuai kebutuhan anda dan dalam
mengsugestikannya dilakukan beberapa kali untuk
penguatan sugesti, lebih bagus lagi kalau diwirid) sbb :
” Berikanlah kekuatan, kewibawaan dan penjagaan
gaib kepada saya,
tubuh saya kuat, berkarisma dan berwibawa,
dan ……………..
Berikan aura yang tidak panas dan tidak
memberatkan kerejekian.
Jauhkan dan lindungi saya dari kejahatan, gangguan
dan serangan gaib.
Jadilah bertuah setiap saat, kapan pun dan dimana
pun saya berada “.
atau untuk yang bertuah pengasihan, kerejekian dan
ketentraman keluarga sbb :
” Berikanlah pengasihan kepada saya,
Semua orang sayang dan kasih kepada saya,
Berikan aura yang baik untuk kerejekian dan
ketentraman keluarga.
Jauhkan dan lindungi saya dari kejahatan dan hati
yang iri dan dengki,
dan tundukkan hati orang-orang yang berniat jahat
dan mencelakai saya.
Jadilah bertuah setiap saat, kapan pun dan dimana
pun saya berada “.
Untuk mengisikan khodam ke dalam benda gaib itu
bisa juga dilakukan secara jarak jauh, misalnya
melakukan pengisiannya di rumah tetapi mengambil /
mendatangkan khodamnya dari pegunungan.
Semuanya tergantung pada kekuatan sugesti dan
konsentrasi anda untuk fokus pada lokasi dan sosok
gaibnya berada (melatih fokus bersugesti bisa
dilakukan misalnya dengan cara seperti dalam tulisan
Meditasi dan Terapi).
Bagi anda yang sudah bisa melihat gaib dan mampu
berkomunikasi dengan gaib, sebaiknya anda
melakukannya dengan fokus kepada sosok-sosok
gaib tertentu yang anda kenal baik dan memintanya
untuk menjadi khodam anda.
Cara mengisi khodam benda gaib ini diuraikan dengan
cara dan bahasa yang sederhana, dan tidak dilakukan
dengan menggunakan amalan gaib apapun, sehingga
mungkin anda tidak menyadari bahwa cara mengisi
khodam batu ini adalah cara tingkat tinggi. Karena itu
dalam melakukan pengisian khodam itu tanamkan di
dalam hati dan pikiran anda bahwa anda
melakukannya karena tersugesti oleh tulisan ini,
karena hasilnya akan berbeda antara anda
melakukannya karena keinginan anda sendiri dengan
melakukannya karena tersugesti oleh tulisan ini.
Seseorang tidak memerlukan banyak amalan gaib
dan melakukan ritual gaib yang bermacam-macam
dan melelahkan hanya untuk mengisikan khodam
gaib ke dalam sebuah benda jimat dan tidak harus
bergantung kepada orang-orang pinter dan praktisi
ilmu gaib / khodam. Dengan sugesti kekuatan rasa
dan kebatinan, anda dapat dengan mudah
melakukannya, apalagi bila anda memiliki kekuatan
sukma dan batin yang tinggi.
Keberhasilan dalam melakukan pengisian khodam ini
menunjukkan kepada kita bahwa manusia juga bisa
membuat kegaiban pada benda-benda tertentu, tidak
harus melakukannya dengan japa mantra dan
amalan-amalan ilmu gaib dan ilmu khodam, dan
bukan monopolinya orang-orang pinter. Tetapi yang
menentukan apakah kegaiban benda-benda itu akan
bermanfaat untuk diri kita sendiri adalah sugesti atau
doa-doa tulus sepenuh hati dari kita sendiri yang
mengarahkan kegaibannya supaya terbentuk menjadi
seperti apa yang kita inginkan.
Selanjutnya, untuk pemeliharaannya, minimal sebulan
sekali, anda bisa memberinya sesaji minyak melati
jika fungsinya adalah untuk pengasihan, kerejekian,
dsb, atau minyak misik saja untuk semua macam
fungsi (jenis sesajinya sebaiknya dicari tahu dengan
cara menayuh gaib). Sambil memberi sesaji itu,
sebaiknya juga, sambil bendanya digenggam,
dibacakan suatu amalan gaib sesuai fungsinya
masing-masing (amalan gaib bisa dicari di buku,kitab bahkan internet),
atau cukup digunakan contoh amalan sugesti di atas.
Jika anda orang jawa, sebaiknya menggunakan
amalan gaib yang berbahasa jawa, karena sugestinya
akan lebih kuat. Jika amalan gaibnya tidak dibacakan,
minimal sesajinya tetap diberikan, untuk mengsugesti
supaya khodam gaibnya tetap bekerja ,ini hanyalah sekedar wawasan saja. nuwun.

ISI KHODAM KE BATU CINCIN

 
158 Komentar

Ditulis oleh pada 28 Oktober 2012 in ILMU METAFISIKA, wawasan ilmu

 

HAJI MABRUR ATAU HAJI MABUR

wahyusantoso@ymail.com


Assalamualiakum.,
Mabrur, itulah harapan setiap calon jema’ah haji yang hendak berangkat ke tanah suci. Mudah terucap tapi sulit didapat. Harapan itu pula yang selalu tersemat di dada para calon jama’ah tiap kali mereka memohon doa kepada yang ditinggal saat akan berangkat ke sana.

Tapi siapa sangka, dari 600.000 jiwa yang berangkat ke tanah suci hanya 6 orang yang meraih haji mabrur. Begitulah riwayat yang tertera dalam buku Ihya Ulumuddin karya Imam al-Ghazali. Bahkan siapa sangka pula, ada yang meraih haji mabrur padahal yang bersangkutan sama sekali tidak kesana, gagal berangkat lantaran menyerahkan ongkos hajinya untuk memberi makan orang miskin. Sebagaimana kisah Abdullah Ibn al-Mubarak dalam riwayat yang lain.

Cerita atau kisah itu entah kapan kejadiannya. Tapi terlepas benar tidaknya kisah tersebut, Rasul Saw pernah menyatakan bahwa tekad dan niat dapat menjadi sebab diraihnya kebaikan yang sempurna, meskipun perbuatan itu sendiri belum dilakukan: “Maka siapa saja yang bertekad untuk melakukan kebaikan sementara ia belum sempat untuk mewujudkannya Allah Swt telah menuliskannya sebagai sebuah kebajikan yang sempurna (sama seperti telah melaksanakannya)”.

Dalam Kitab Lisan al-Arab, mabrur dapat berarti baik, suci, dan bersih dan juga berarti maqbul atau diterima. Dalam pengertian pertama, haji mabrur adalah haji yang dilaksanakan dengan baik, tidak melakukan hal-hal yang dilarang seperti berkata kotor, berbuat fasik atau mengganggu orang lain, tak terkecuali menyuap orang untuk memudahkannya melakukan sesuatu seperti mencium hajar al-aswad. Termasuk dalam pengertian pertama ini adalah menggunakan harta yang halal untuk ongkos dan biaya perjalanan ibadah.

Dalam arti yang kedua, mabrur berarti maqbul atau diterima.Haji mabrur berarti telah melakukan tata cara ibadah atau manasik haji sesuai dengan petunjuk Allah Swt dan Sunnah Rasulullah SAW, memperhatikan berbagai syarat dan rukunnya serta hal-hal yang wajib diperhatikan dalam berhaji.

Dari kedua pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud haji mabrur adalah haji yang diterima dan diridhoi oleh Allah SWT karena ibadah hajinya telah dilakukan dengan baik dan benar serta dengan bekal yang halal, suci dan bersih.

Tetapi sulit untuk menyebut setiap orang yang kembali dari melaksanakan ibadah haji telah meraih haji mabrur. Sebab predikat haji mabrur seperti halnya pahala, hanya Allah SWT yang tahu. Tak ada sertifikat tertulis yang dapat ditunjukkan sebagai bukti keberhasilan meraih “haji mabrur” seperti secarik kertas ijazah pada lembaga-lembaga pendidikan.

Begitupun mabrur bukan tidak dapat diukur. Informasi dari sumber-sumber agama Islam telah menyebut beberapa indikator kemabruran ibadah haji. Dalam sebuah hadisnya yang terkenal, yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Thabrani Rasulullah Saw bersabada:
“dari Jabir RA, dari Nabi Muhammad Saw berkata, “haji yang mabrur tiada balasannya kecuali surga”. Lalu beliau ditanya, “apa tanda kemabrurannya ya Rasul?” Rasul bersabda, “memberi makan orang yang kelaparan, dan tutur kata yang santun”. (HR. Ahmad dan Thabraniy, dan lainnya).

Imam Nawawi dalam kitabnya “al-Idhah fi Manasik al-hajj wal Umrah” menegaskan:
Haji yang mabrur adalah yang mengantarkan pelakunya kepada perubahan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya (terutama peningkatan ibadah)

Indikator pertama kemabruran ibadah haji yang dilakukan adalah tumbuhnya kepedulian sosial yang tinggi, yang dalam hadis di atas terungkap dalam kalimat “memberi makan orang yang kelaparan”. Frasa “memberi makan orang yang kelaparan” ini dapat dipahami dalam artian yang luas dalam bentuk memberikan berbagai bantuan sosial. Bisa berarti memberikan bantuan pendidikan kepada anak-anak yang putus sekolah; rajin bersedekah kepada para fakir miskin; suka bergotong royong untuk kemaslahatan bersama. Orang-orang yang kembali dari tanah suci dan meraih haji yang mabrur akan menjadi pribadi-pribadi dermawan. Lebih mendahulukan kepentingan umum ketimbang kepentingan dirinya sendiri. Bahkan pada tingkatnya yang paling sempurna adalah rela memberikan bantuan kepada orang lain, padahal dirinya juga membutuhkan sesuatu yang diberikan itu.

Indikator yang kedua adalah tutur kata yang santun. Tutur kata yang baik menjadi syarat terjalinnya hubungan yang harmonis di tengah masyarakat. Sebab seringkali perselisihan dipicu oleh kata-kata yang tak patut terucap dan menyakiti orang lain. Karena itu, mereka yang meraih haji mabrur tampak pada tutur katanya yang santun. Berusaha menjaga perasaan orang lain.Tidak ingin menang sendiri dalam tiap pembicaraan. Atau dalam ungkapan yang lebih tegas dapat dinyatakan bahwa para peraih haji mabrur adalah pribadi-peribadi yang berakhlak mulia.

Indikator ketiga adalah adanya peningkatan gairah beribadah sekembalinya dari tanah suci. Mereka yang meraih haji mabrur akan semakin rajin ke masjid untuk sholat berjama’ah ataupun menghadiri berbagai kegiatan keagamaan. Sebab selama mereka di tanah suci telah melatih dirinya untuk terus menurus sholat berjama’ah di masjid. Bahkan datang lebih awal dari jadwal waktu sholat berjama’ah. Sampai-sampai rela berlari-larian dan berdesak-desakan untuk meraih tempat yang utama di dalam masjid seperti di Raudhah.

Sayangnya, sejauh yang teramati dari para jama’ah yang sedang melaksanakan ibadah haji di tanah suci, tak sedikit dari mereka yang bersikap tidak sepatutnya dalam pelaksanaan ibadah haji. Memonopoli tempat sholat di Raudhah dan keengganan memberikan tempat kepada jama’ah lain yang antri berdiri, yang juga ingin merasakan sholat dan munajat di tempat itu. Ataupun berdesak-desakan dan saling sikut hingga melukai orang lain sewaktu akan mencium hajar al-aswad. Seolah mereka gagal menangkap pesan intrinsik dalam rangkaian ritual ibadah haji, untuk tidak bertengkar, berkata-kata yang tak layak, dan untuk tidak menyakiti orang lain sebagaimana yang tercermin dalam larangan-larangan saat mereka berihram.

Pun sekembalinya ke tanah air, masih banyak masjid yang sepi dari sholat berjama’ah, khususnya di waktu shubuh. Padahal, sewaktu di tanah suci para jama’ah seolah-olah menjadi orang yang paling merugi manakala tertinggal sholat berjama’ah, khusunya saat melewatkan berjama’ah sebanyak 40 waktu di Masjid Nabawi. Bahkan mereka sanggup datang lebih awal dan berdiri dengan sabar menunggu pintu Masjid Nabawi terbuka pukul 03.00 pagi.
Cukup besarnya ketimpangan sosial di tengah-tengah masyarakat juga jadi indikasi lain betapa haji yang mereka lakukan tak cukup berpengaruh pada perubahan sikap mereka dalam merespon pendiritaan kaum dhu’afa (fakir dan miskin). Semestinya, ratusan ribu jama’ah Indonesia yang kembali dari tanah suci menjadi suatu kekuatan perubahan sosial yang cukup signifikan. Seperti halnya dulu, para jama’ah haji berhasil menjadi kekuatan perubahan sosial yang penting dalam mendorong lahirnya perjuangan kemerdekaan di tanah air ini.

Selama ini, pelajaran manasik haji yang diberikan memang terlalu menitikberatkan pada tata cara penyelenggaraan ritual haji.Padahal perkara ubudiyah ini pada prakteknya di lapangan akan mudah. Mengingat semua orang di tanah suci akan melakukan pola-pola ibadah yang sama. Thawaf tujuh kali mengitari ka’bah, berlari-lari kecil dari bukit shafa menuju marwa, wukuf di Arafah, melontar jumrah di Mina, serta menggunting rambut atau tahallul, kesemuanya adalah rangkaian ibadah yang akan dilaksanakan secara serentak oleh seluruh jama’ah dari segala penjuru dunia yang ada di tempat itu. Tak akan ada kekeliruan selama jama’ah mau mengikuti arahan yang ada. Adapun doa-doa dan bacaan tiap rangkaian ibadah haji bukanlah suatu kemutlakan yang tak dapat diganti dengan sebait doa atau zikir yang lain.

Ternyata meraih haji mabrur itu tidak hanya tergantung dalam rangkaian ritual ibadahnya. Tetapi yang jauh lebih penting adalah penghayatan dari pelaksanaan ibadah itu sendiri yang dapat melahirkan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari sekembalinya dari tanah suci. Kemabruran diukur bukan saja sejauh mana kita makin saleh secara individual tetapi yang terpenting saleh secara sosial. Mungkin kita perlu mempertimbangkan sindiran Ibn Athaillah al-Sakandary, seorang ulama sufi yang cukup populer dengan karyanya al-Hikam, agar jangan sampai kita terjebak dalam ibadah yang dilandasi hawa nafsu. Seperti apa itu? Ternyata keinginan kita berkali-kali ke tanah suci, sementara masih ada tetangga yang berada dalam kesulitan ekonomi adalah pertanda ibadah yang masih dilandasi hawa nafsu. Wallahu a’lam bi al-Shawaab.

 
173 Komentar

Ditulis oleh pada 8 Oktober 2012 in Agama, wawasan ilmu