JEBOLNYA BENTENG YAJUJ MA JUJ

YA’JUJ MA’JUJ berasal dari bahasa yunani yagug magug namun orang arab mengatakan ya’juj ma’juj dan ada juga yang mengatakan jamakjuja.Dalam sebuah hadits disebutkan “sesungguhnya kiamat tidak akan terjadi sehingga kamu mengetahui 6 perkara.Ke 6 perkara tersebut adalah
1.Bergelombangnya asap
2.Dajjal
3.Dabbatul ardhi
4.Terbit matahari dari barat
5.Turunya nabi isa
6.Ya’juj dan ma’juj.
Dan dalam alquran surat 21 disebutkan hingga dibukakan tembok ya’juj dan ma’juj dan mereka turun dengan cepat dari segala penjuru.Apa sebenarnya ya’juj dan ma’juj? Sebuah fiqurkah? Atau kiasan? Hanya alloh yang maha tahu.Kalau memang ya’juj dan ma’juj sebuah figur yg dikurung oleh sebuah timbunan besi seperti keterangan surat alkahfi ayat 95-97.Lalu dimanakah benteng kurangan itu? Dan tingginya berapa?.Kalau memang itu sebuah kiasan apa maksudnya?.Saya mencoba menulis ya’juj dan ma’jud dari sisi kiasan.Dalam surat kahfi ayat 95-98 yang mengatakan BESI adalah zulkarnain/alexander the great.Selain dia menguasai negri timur sampai barat dia juga ahli filsafat.Biasanya seorang filsafat mengungkapkan sebuah ungkapan dg kata2 kiasan.Mungkin yang dimaksud jebolnya benteng ya’juj dan mak’juj yg terdiri dari timbunan besi maksudnya jebolnya benteng agama(tidak komitmen memegang hukum agama).Kalau memang maksudnya demikian coba kita cocokan keadaan sekarang khususnya umat muslem yang telah tidak kuat memegang hukum agama walaupun secara ritual ibadah mereka masih eksis namun pelanggaran hukum secara masal seolah bukan sebuah larangan lagi dan dianggap hal biasa.Sedikit contoh praktek riba/rentenir sudah masuk kemana2 tdk hanya dikota namun dikampung lintah darat menawarkan pinjaman berbunga tiap hari berseliweran dikampung2.Padahal jelas sekali hukum riba ini dalam alquran.Contoh lagi disaat menjelang pemilihan pimpinan entah kepala dewa kepala dewan bupati atau mungkin pilihan RTsekalipun praktek suap menyebar tidak bisa dibendung.Dan seolah2 yang menyuap maupun yang disuap menganggap hal itu bukan pelanggaran hukum agama.Bukan hanya itu bila mau memasuki dunia kerja entah swasta maupun pegawai negri praktek suap seakan hukum wajib yang harus dilakukan.Orang yang menyuap dan disuap dua2nya masuk neraka.Jadi kalau memang ya’juj dan ma’juj itu sebuah kiasan maka yang dimaksud benteng besi itu adalah agama islam.Maka karena agama islam sudah dilanggar hukum2nya oleh pemuluknya maka jebolah pagar besi tersebut dan keluarlah ya’juj dan ma’juj yang mengakibatkan datangnya kiamat.Hanya kepadaNya kita kembali

ASBABUN NUZUL SURAT AL-IMRON AYAT 18

Saat rosululloh saw bersama para sahabat berada dalam masjid sehabis mereka menunaikan ibadah sholat tiba2 datang rombongan yang memasuki masjid.Lalu mereka menunaikan sholat namun mereka menjalankan sholat menghadap baitul maqdis tidak menghadap baitulloh.Para sahabatpun geram namun dicegah oleh rosululloh saw dan berkata biarlah mereka selesai menunaikan sholatnya.Ternyata mereka para ahli kitab.Setelah para ahli kitab selesai menunaikan sholatnya mereka mendekati rosululloh saw beserta sahabat.Mereka para ahli kitab menyatakan bahwa risalah yang dibawa muhamad adalah risalah yang tidak benar dan mereka ahli kitab minta bukti tentang kebenaran risalah rosululloh.Lalu rosululloh berkata:besok kumpulkan seluruh pengikutmu dan besok pagi akan kukumpulkan seluruh anak cucuku dan kita sepakat mengambil sumpah bila keyakinan/agamamu yang benar biarlah aku dan pengikutku beserta anak cucuku biarlah kami ludes habis ditumpas tuhan besok pagi dan tidak pernah adalagi islam.Namun begitu sebaliknya bila agamaku yang benar biarlah kalian dan pengikut kalian ludes besok pagi juga.Namun pada saat hari yang telah ditentukan untuk saling bertemu tak satupun dari ahli kitab yang datang.Para ahli kitab yang masih menjalankan sholat sampe sekarang masih ada.Kalau di indonesia yang masih banyak di medan.Kalau di negri lain banyak tersebar di negri syiria.Biasanya mereka disebut ahli kitab ortodoks.

duniawi hanya hiasan semu,janganlah terjebak di dalamnya,pergunakanlah duniawimu untuk merengkuh ilmu bekal di akhirat nanti yg hakiki