Arsip Tag: sejarah

SEJARAH NABI ADAM SAMPAI PULAU JAWA(BANI JAWI)

Menurut kitab
Aqshosul Anbiya’ yang di
tulis oleh sahabat
Rosullullah SAW yakni
As
tsalaaby r.a yang
diterjemahkan kedalam
bahasa melayu kuno
oleh
waliullah Ashari Al Ralidi
rohmatullah bahwa
jumlah para Nabi-nabi
mulai Nabi Adam a.s
hingga Nabi terakhir
Nabi
Muhammad s.a.w
adalah
sebanyak 13 laksa 3333
orang Nabi yakni sama
dengan 130 ribu ,3333
orang sesuai yang
berada
jadi ayat-ayat Al-Qur’an
“minal masryiq ilal
maghrib” bahwa
kehidupan dimulai dari
Timur ke Barat searah
jalan matahari yang
maksudnya adalah jalur
arah zaman/kehidupan
serta pemimpin”nya/
Nabi”nya diawali dari
bumi Timur menuju ke
bumi Barat.
Menurut kitab
“pangiwo dan panengen”
yang berasal dari
Keraton
Surakarta dan Warga
Yogyakarta
Hadiningrat ,oleh Ki
Padmosusastro tahun
1898
yang tersimpan rapidi
kantornya di kantor
G.C.T
Van Dorp dan Company
milik pemerintah Hindia
Belanda (kini milik
kraton
surakarta) dan mulai di
pertunjukan umum
(boleh
di baca orang” umum)
lewat percetakan”
Negara
Kota Semarang dan
Surabaya pada tahun
1902.
Bahwa Nabi Adam
a.s dengan Ibu Hawa
mempunyai anak
sebanyak 41 pasang dan
1
orang terakhir sendiri
yakni Nabi Sys a.s .Jadi
jumlah semua 83 orang
hanya Nabi Sys a.s yang
mengantikan kedudukan Lanjutkan membaca SEJARAH NABI ADAM SAMPAI PULAU JAWA(BANI JAWI)

PERKEMBANGAN SPIRITUAL

★Assalamu alaikum wrwb.dari zaman ke zaman ilmu pengetahuan semakin berkembang.Begitu pula dalam hal spiritual manusia juga banyak berkembang.

Dalam bidang ilmu alam meliputi ilmu fisika,biologi,kimia,astronomi dll yang berkembang sekarang beda dengan ilmu2 yang berkembang pada zaman dulu.

★★Pada zaman rosululloh saw mengungkap tentang antariksa tidak sedetail zaman sekarang,rosululloh tak pernah menyebut planet merkurius,zupiter,pluto dll,namun rosululloh saw mengungkapkan sistem tata surya. Maka seorang ilmuwan jepang terheran heran ketika membaca buku tulisan muhamad(sebutan alquran bg orang jepang).Yang dia herankan kenapa mungkin manusia yang hidup pada zaman itu dapat menulis menerangkan ruang angkasa demgan benar(ayat alquran).

★★★Dalam ilmu spiritual,ungkapan rosululloh hanya menyebut jasad,akal,ruh,hati dan nafs.Rosululloh tak pernah menyebut lathifah ruh,lathifah akhfa,cakra mahkota,kundalini dll.Namun ilmu rosululloh saw meloncat menerobos ke zaman masa depan walau tidak detail dengan ragam2 istilahnya seperti zaman sekarang.Benarkah rosululloh kala iu pernah mengungkapn tentang keajaiban jantung(lathifah).Benarkah rosululloh saw pernah mengungkapkan rahasia tulang ekor(kundalini)?.
Bid’ahkah bila ilmu zaman sekarang mengungkap lebih detail tentang hal it?benarkah rosululloh pernah menyinggung tentang virus xn?
Ya semua telah diungkapkan oleh rosululloh baik yang diungkapkan. melalui wahyu alquran maupun melalui sabda2 beliau dalam hadits.Namun bila kita mencari dalam alquran apa itu merkurius,zupiter,pluto,kundalini,lathifah akhfa lathifah sirri tak akan pernah ketemu dengan bahasa yang sama persis detail dengan istilah istilahnya,apalagi anda cari kata virus xn dalam alquran dan hadist tak ada.

SEJARAH LATHIFAH/LATHOIF.

Dalam alquran dan hadist banyak yang menyinggung masalah ini,salah satunya sabda rosulloh saw”ukuran ketaqwaan seseorang terletak disini”(sambil menunjuk kedadanya).
Namun dari sekian banyak keterangan tidak ada yang merinci menjadi lathifah qolbu, lathifah ruh dll.

Pada abad ke 13 seorang pelaku spiritual dari turki yang akhirnya menjadi syaikh thoriqoh kubrowiyah menenukan tentang adanya kelembutan hati/lathifah.Namun apa yang diungkap syaikh kubrowiyah tidaklah sedetail spt yang kita ketahui sekarang.

Lalu pada abad ke 14 alaudin semanidan ruzbekhan baqli syirozi memberikan lebih lengkap tentang lathifah.

Pada abad ke 16 syaikh muhamad ghouts yang dari india mengungkap lebih detail tentang lathifah dari generasi sebelumnya.

Dan akhirnya ilmu lathifah diungkap lebih detail lagi dengan warna dan jumlahnya lbh banyak oleh ahmad sirhindi (syaikh naqshobandi) pada abad ke 17. sampai seperti yang kita pahami sekarang. bersambung…..insya alloh

NASABMU LELUHURMU

Nasabmu..Leluhurmu
Ridwan_toriq@yahoo.co. id085258882233
Assalamu’allaikum….
Salam cinta kpd baginda nabi Muhammad,para dzuriatur rosul,dan para pecinta ilmu..
Salam hormat alfaqir kpd sang pemilik blog songgobumi..salam hangat dan kenal kpd semua pecinta blog songgobumi..sungguh ingin insan yg bodoh ini berbagi ilmu hikmah kpd rekan2 semua..tapi syg sy hanyalah insan yg dangkal ilmunya yg masihbutuh petunjuk dari rekan2 semua…sy hanya bisa berbagi artikel buah fikiran dan tulisan saya sendiri yg sy buat beberapa thn lalu smg bermanfa’at..
Nasab atau garis keturunan, dalam adat jawa kita sering mendengar bibit,bebet,bobot,dan nasab itu masuk pada kategori bibit.Kenapa bibit ditaruh pada peringkat teratas?knapa kok tidak dibalik aja didahulukan bebet,bobot baru bibit.Pasti ada sebuah rahasia tersembunyi didalam bibit atau nasab itu sendiri.Bibit atau nasab atau bisa dibilang Gen yang ada didalam tubuh sangat berpengaruh dalam membentuk jiwa,akhlaq,tingkah laku dalam tubuh manusia.Kita ambil sebuah ibroh atau pelajaran dari sejarah para nabi. jika kita membuka kembali lembaran dalam sejarah islam kita tahu bahwa Nabi Ibrahim adalah seorang Nabi Ulul Azmi,Dimana keturunan Nabi Ibrahim banyak pula yang diangkat menjadi Nabi..Hingga sampai kepada Nabi Muhammad bin Abdillah bin abdul Mutholib bin Hasyim hgg sampai ke Nabi Ibrahim lagi.Ada juga seorang anak Nabi Nuh yg bernamakan’an dia adalah seoranganak yang durhaka yang tidak mematuhi perintah ayah nya yaitu Nabi Nuh sehingga dia tenggelam. Tapi didalam sejarah itu sendiri amat sedikit sekali seorang anak nabi yang dikisahkan menjadi anak durhaka,hampir semua keturunan para Nabi menjadi anak yang bertaqwa kepada Rabb NYA.Itu menunjukkan bahwa hidayah itu mutlaqmilik ALLAH sebagai bukti anak seorang nabi pun bisa durhaka tapi persentasenya keeeciiil sekali. Tetapi Lebih banyak kebalikannya. Karena buah tidak akan jatuh terlalu jauh dari pohonnya.Orang tua yang baik adalah orang tua yang senantiasa mendidik dan mendoakan semua keturunannya hingga akhir masa..bagai mana tidak dikabulkan kalau yang berdoa itu seorang Nabi ALLAH..dan Nabi berdoa untuk semua keturunannya.dan doa ituterus menyambung dan mengalir sampai hari kiamat.Membanggakan nasab itu tidak baik tetapi lebih tidak baik lagi kalau kita tidak’tau nasab kita.memang ALLAH ta bertanya nasab kita,tetapi do’a orang tuayang shalih akan didengarALLAH.Sudahkah kita tahu leluhur kita siapa?Jika leluhur kita baik Alhamdulillah,jika belum baik maka kitalah yang harus merubahnya dgan ikhtiar qt,karena amal ibadahnya akan terus mengalir hingga akhir masa.Mari kita ambilpelajaran dari para leluhurkita,jika bukan kita lantas siapa yang membantu mereka?dan mari kita buat para leluhur kita tersenyum melihat kita. Syukron katsir .. Semoga ada manfaat.. Aamiin..

UGA WANGSIT SILIWANGI

Uga Wangsit Siliwangi

Membaca naskahUga Wangsit Siliwangi terasa mengandung hakekat yang sangat tinggi bila telah memahaminya. Karena di dalamnya digambarkan situasi kondisi sosial beberapa masa utama dengan karakterpemimpinnya dalam kurun waktu perjalanan panjang sejarahnegeri ini pasca kepergian Prabu Siliwangi (ngahiang/menghilang). Peristiwa itu ditandai dengan menghilangnya Pajajaran. Dan sesuai sabda Prabu Siliwangi bahwa kelak kemudian akan ada banyak orang yang berusaha membuka misteriPajajaran. Namun yang terjadi mereka yang berusaha mencari hanyalah orang-orang sombong dan takabur. Seperti diungkapkan dalam naskah tersebut berikut ini :
-Ti mimiti po- ieu, Pajajaran leungit ti alam hirup. Leungit dayeuhna, leungit nagarana. Pajajaran moal ninggalkeun tapak, jaba ti ngaran pikeun numapay. Sabab bukti anu kari, bakal r-a nu malungkir! Tapi engk- jaga bakal aya nu nyoba-nyoba, supaya anu laleungit kapanggih deui. Nya bisa, ngan mapayna kudu mak- amparan. Tapi anu marapayna loba nu arieu-aing pang pinterna. Mudu ar-dan heula.-
– -Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yangada akan banyakyang menolak! tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supayayang hilang bisa ditemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yangmenelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. Dan bahkan berlebihan kalau bicara.-
Namun dalam naskah Wangsit Siliwangi ini dikatakan bahwa pada akhirnya yang mampu membukamisteri Pajajaran adalah sosok yang dikatakan sebagai -Budak Angon- (Anak Gembala). Sebagai perlambang sosok yang dikatakan oleh Prabu Siliwangi sebagai orang yang baik perangainya.
-Sakab-h turunan dia ku ngaing bakal dilanglang. Tapi,ngan di waktu anu perelu. Ngaing bakal datang deui, nulungan nu barutuh, mantuan anu sarusah, tapi ngan nu had- laku-lampahna. Mun ngaing datang moal kadeuleu; mun ngaing nyarita moal kad-ng-. M-mang ngaing bakal datang. Tapi ngan ka nu rancag- hat-na, ka nu weruh di semu anu sa-stu,anu ngarti kana wangi anu sajatijeung nu surti lantip pikirna, nuhad- laku lampahna. Mun ngaing datang; teu ngarupa teu nyawara, tapi m-r- c-r- ku wawangi.-
– -Semua keturunan kalianakan aku kunjungi, tapi hanya pada waktu tertentu dan saat diperlukan. Aku akan datang lagi, menolong yang perlu, membantu yang susah, tapi hanya mereka yang bagus perangainya. Apabila aku datang takkan terlihat; apabila aku berbicara takkan terdengar. Memang aku akan datang tapi hanya untukmereka yang baik hatinya, mereka yang mengerti dan satu tujuan, yang mengerti tentang harum sejati juga mempunyai jalanpikiran yang lurus dan bagus tingkah lakunya. Ketika aku datang, tidak berupa dan bersuara tapi memberi ciri de-ngan wewangian.-
Selanjutnya dikatakan juga apa yang dilakukan oleh sosok -Budak Angon- ini sbb:
-Aya nu wani ngor-han terus terus, teu ngahiding ka panglarang; ngor-han bari ngalawan, ngalawan sabari seuri. Nya-ta budak angon; imahna di birit leuwi, pantona batu satangtungeun, kahieuman ku handeuleum, karimbunan ku hanjuang. Ari ngangonna? Lainkebo lain emb-, lain m-ong lain bant-ng, tapi kalakay jeung tutunggul. Inyana jongjon ngorehan, ngumpulkeun anu kapanggih. Sabagian disumputkeun, sabab acan wayah ngalalakonkeun. Engke mun geus wayah jeung mangsana, baris loba nu kabuka jeung rar-ang m-nta dilalakonkeun. Tapi, mudu ngalaman loba lalakon, anggeusnyorang: undur jaman datang jaman, saban jaman mawa lalakon. Lilana saban jaman, sarua jeung waktuna nyukma, ngusumah jeung nitis, laju nitis dipinda sukma.-
– -Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa. Dialah Anak Gembala; Rumahnya di belakang sungai,pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. Apa yang dia gembalakan? bukan kerbau bukan domba, bukan pula harimau ataupunbanteng, tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui, tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian, selesai jaman yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru, setiap jaman membuat sejarah. Setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi.-
Dari bait di atas digambarkan bahwa sosok -Budak Angon- adalah sosok yang misterius dan tersembunyi.Apa yang dilakukannya bukanlah sepertiseorang penggembala pada umumnya, akan tetapi terus berjalan mencari hakekatjawaban dan mengumpulkan apa yang menurut orang lain dianggap sudah tidak berguna atau bermanfaat. Dalam hal ini dilambangkan dengan ranting daun kering dan tunggak pohon. Sehingga secara hakekat yang dimaksudkan semua itu sebenarnya adalah hal-hal yang berkaitan dengan sejarah kejadian (asal-usul/sebab-musabab) termasuk karya-karya warisan leluhur seperti halnya yang kita baca ini. Dimana hal-hal semacamitu karena kemajuan jamanoleh generasi digital sekarang ini dianggap sudah usang/kuno tidak berguna dan bermanfaat.Pada akhirnya yang tersirat dalam hakekat perjalanan panjang sejarahnegeri ini adalahberputarnya roda Cokro Manggilingan (pengulangan perjalanan sejarah).
Gambaran situasi jaman dalam naskah Wangsit Siliwangi diawali dengan lambang datangnya -Kerbau Bule- dan juga -Monyet-monyet- yang kemudian ganti menyerbu selepas Kerbau Bule pergi. Ilustrasi ini melambangkan saat datangnya para penjajah yang berdatangan ke negeri ini, baik itu Portugis maupun Belanda.Dengan politik adu domba mereka maka terjadi peperangan antar saudara. Sejarah banyak yang hilang dan diputarbalikkan. Seperti yang tertulis berikut ini :
-Dar-ng-keun! Nu kiwari ngamusuhan urang, jaradi rajana ngan bakal nepi mangsa: tanah bugel sisi Cibantaeun dijieun kandang kebo dongkol. Tah di dinya, sanagara bakal jadi sampalan, sampalan kebo barul-, nu diangon ku jalmajangkung nu tutunjuk di alun-alun. Ti harita, raja-raja dibelenggu. Kebobul- nyekel bubuntut, turunan urang narik waluku, ngan narikna henteu karasa, sabab murah jaman seubeuh hakan.
Ti dinya, waluku ditumpakan kunyuk; laju turunan urang aya nu lilir, tapi lilirna cara nu kara hudang tinangimpi. Ti nu laleungit, tambah loba nu manggihna. Tapiloba nu pahili, aya kabawa nu lain mudu diala! Turunan urang loba nu hanteu engeuh, y-n jaman ganti lalakon ! Ti dinyagehger sanagara. Panto nutup di buburakku nu ngaranteur pamuka jalan; tapi jalan nu pasingsal!
Nu tutunjuk nyumput jauh; alun-alun jadi suwung, kebo bul- kalalabur; laju sampalan nudiranjah mony-t!Turunan urang ngareunah seuri,tapi seuri teu anggeus, sabab kaburu: warung b-ak ku mony-t, sawah b-ak ku mony-t, leuit b-ak ku mony-t, kebon b-ak ku mony-t, sawah b-ak ku mony-t, caw-n- rareuneuh ku mony-t. Sagala-gala diranjah ku mony-t. Turunanurang sieun ku nu niru-niru mony-t. Panarat dicekel ku monyet bari diuk dina bubuntut. Walukuna ditarik ku turunan urang keneh. Loba nu paraeh kalaparan. ti dinya, turunan urang ngarep-ngarep pelak jagong, sabari nyanyahoanan mares-k caturangga. Hanteu arengeuh, y-n jaman geus ganti deui lalakon.-
– -Dengarkan! yang saat ini memusuhi kita, akan berkuasa hanya untuk sementara waktu: tanahnyakering padahal di pinggir sungai Cibantaeun dijadikan kandang kerbau kosong. Nah di situlah, sebuah negara akan pecah, pecah oleh kerbau bule,yang digembalakan oleh orang yang tinggi dan memerintah di pusat kota. Semenjak itu, raja-raja dibelenggu. Kerbau bule memegang kendali, dan keturunan kita hanya jadi orangsuruhan. Tapi kendali itu tak terasa sebab semuanya serba dipenuhi dan murah serta banyak pilihan.Semenjakitu, pekerjaan dikuasai monyet.Suatu saat nantiketurunan kita akan ada yang sadar, tapi sadarseperti terbangun dari mimpi. Dari yang hilang dulu semakin banyak yang terbongkar. Tapibanyak yang tertukar sejarahnya, banyak yang dicuri bahkan dijual! Keturunan kita banyak yang tidak tahu, bahwa jaman sudah berganti! Pada saat itu geger di seluruh negara. Pintu dihancurkan olehmereka para pemimpin, tapi pemimpin yang salah arah!Yang memerintah bersembunyi, pusat kota kosong, kerbau bule kabur. Negara pecahan diserbu monyet! keturunan kita enak tertawa, tapi tertawa yang terpotong, sebab ternyata, pasar habis oleh penyakit, sawah habis oleh penyakit, tempat padi habis oleh penyakit, kebun habis oleh penyakit, perempuan hamiloleh penyakit. semuanya diserbu oleh penyakit. Keturunan kita takut oleh segala yang berbau penyakit.Semua alat digunakan untuk menyembuhkan penyakit sebab sudah semakin parah. yang mengerjakannyamasih bangsa sendiri. Banyak yang mati kelaparan. Semenjak itu keturunan kita banyak yang berharap bisa bercocok tanam sambil sok tahu membuka lahan. Mereka tidak sadar bahwa jaman sudah berganti cerita lagi.-
Kemudian akhirnya masuk pada masa Perang Dunia II dengan datangnya pasukan Jepang yang dilambangkan dengan gemuruh yang datang dari ujung laut utara. Dimana masa penjajahan Jepang menandai berakhirnya penindasan di negeri ini. Terutama peristiwa jatuhnya bom atom di Nagasaki dan Hiroshima oleh Amerika, sebagaiperlambang dalam naskah Wangsit Siliwangi bahwa situasi carut marut yang terjadi ada yangmenghentikan yaitu orang seberang.
-Laju hawar-hawar, ti tungtung sagarakal-r ngaguruh ngagulugur, galudra megarkeun endog. G-njlong saamparan jagat! Ari di urang ? Ram- ku nu mangpring. Pangpring sabuluh-buluh gading. Mony-t ngumpul ting rumpuyuk. Laju ngamuk turunan urang; ngamukna teu jeung aturan. loba nu para-h teu boga dosa. Puguh musuh, dijieun batur; puguh batur disebut musuh. Ngadak-ngadak loba nu pangkat nu mar-ntah cara nu -dan, nu bingung tambah baringung; barudak satepakjaradi bapa. nu ngaramuk tambah rosa; ngamukna teu ngilik bulu. Nu barodas dibuburak, nu harideung disieuh-sieuh. Mani sah-ng buana urang, sabab nu ngaramuk, henteu beda tinatawon, dipal-ngp-ng keuna sayangna. Sanusa dijieun jagal. Tapi, kaburu aya nu nyapih; nu nyapihna urang sabrang.-
– -Lalu sayup-sayup dari ujung laut utara terdengar gemuruh, burungmenetaskan telur. Riuh seluruh bumi! sementara di sini? Ramai oleh perang, saling menindas antar sesama. Penyakit bermunculan di sana sini. Lalu keturunan kita mengamuk: mengamuk tanpa aturan. Banyak yang mati tanpa dosa,jelas-jelas musuh dijadikan teman; yang jelas-jelas teman dijadikan musuh. Mendadak banyak pemimpindengan caranya sendiri. yang bingung semakin bingung. Banyak anak kecil sudah menjadi bapa. Yang mengamuk tambah berkuasa; mengamuk tanpa pandang bulu. Yang Putih dihancurkan, yang Hitam diusir. Kepulauanini semakin kacau, sebab banyak yang mengamuk, tidakbeda dengan tawon, hanya karena dirusak sarangnya. Seluruh nusa dihancurkan dan dikejar. Tetapi, ada yang menghentikan, yang menghentikan adalah orang seberang.-
Lalu selanjutnya terdapat suatu masa yang digambarkan dengan munculnya seorang pemimpin negeri ini dengan gambaran sbb :
-Laju ngadeg deui raja, asalnajalma biasa. Tapi m-mang titisan raja. Titisan raja baheula jeung biangna hiji putri pulo Dewata. da puguh titisan raja; raja anyar h-s- apes ku rogahala!-
– -Lalu berdiri lagi penguasa yang berasal dari orang biasa. Tapi memang keturunan raja dahulu kala dan ibunya adalah seorang putri Pulau Dewata. Karena jelas keturunan raja; penguasa baru susah dianiaya!-
Siapakah sosok yang dimaksud dalam bait ini? Dia adalah Soekarno, Presiden RI pertama. Ibunda Soekarno adalah Ida Ayu Nyoman Rai seorang putri bangsawanBali. Ayahnya seorang guru bernama Raden Soekeni Sosrodihardjo. Namun dari penelusuran secara spiritual, ayahanda Soekarno sejatinya adalahKanjeng Susuhunan Pakubuwono X. Nama kecil Soekarno adalah Raden Mas Malikul Koesno. Beliau termasuk -anak ciritan- dalam lingkaran kraton Solo. (Silakan dibuktikan..) Pada masa kepemimpinan Soekarno banyakterjadi upaya pembunuhan terhadap diri beliau, namun selalu saja terlindungi dan terselamatkan.
Selanjutnya setelah bergantimasa digambarkan bahwa semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli, memerintah sambil menyembah berhala. Kondisi ini melambangkan pemimpin yang tidak mau mengerti penderitaan rakyat. Memerintah tidak dengan hati tapi segala sesuatunya hanya mengandalkan akal pikiran/logika dan kepentinganpribadi ataupun kelompok sebagai berhalanya. Sehingga yang terjadi digambarkan banyak muncul peristiwa di luar penalaran. Menjadikan orang-orang pintar hanya bisa omong alias pinter keblinger, seperti yang dikatakan sbb :
-Mingkin hareup mingkin hareup, loba buta nu baruta, naritah deui nyembah berhala. Laju bubuntut salah nu ngatur, panarat pabeulitdina cacadan; danu ngawalukuna lain jalma tukang tani. Nya karuhan: tarat- h-p- sawar-h, kembang kapas hapa buahna; buah par- loba nu teu asup kanaaseupan. Da bonganan, nu ngebonna tukang barohong; nu tanina ngan wungkul jangji; nu palinter loba teuing, ngan pinterna kabalinger.-
– -Semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli, memerintah sambil menyembah berhala. Lalu anak-anak mudasalah pergaulan,aturan hanya menjadi bahan omong-an, karena yang membuatnya bukan orang yang mengerti aturan itu sendiri. Sudah pasti: bunga teratai hampa sebagian, bunga kapas kosong buahnya, buah pare banyak yang tidak masuk kukusan. Sebab yang berjanjinya banyak tukang bohong, semua diberangus janji-janji belaka, terlalu banyak orang pintar, tapi pintar keblinger.-
Lalu dalam situasi dan kondisi tersebut yang tidak berbeda dengan saat ini kemudian munculsosok orang yang dikatakan dalam naskah Wangsit Siliwangi sbb :
-Ti dinya datangbudak janggotan. Datangna sajamang hideung bari nyor-n kan-ron butut, ngageuingkeun nu keur sasar, ng-lingan nu keur paroho. Tapi henteu diwararo! Da pinterna kabalinger, hayang meunangsorangan. Arinyana teu areungeuh, langit anggeus semu beureum, haseup ngebul tina pirunan. Boro-boro d-k ngawaro, malah budak nu janggotan, ku arinyana dit-wak diasupkeun ka pangb-rokan. Laju arinyana ngawut-ngawut dapur batur, majarkeun n-angan musuh; padahal arinyana nyiar-nyiar pimusuheun.
Sing waspada! Sabab engk- arinyana, bakal nyaram Pajajaran didong-ngkeun. Sabab sarieuneun kanyahoan, saenyana arinyana anu jadi gara-gara sagala jadi dangdarat. Buta-buta nu baruta; ming-kinhareup mingkin bedegong, ngaleuwihan kebo bul-. Arinyana teu nyaraho, jaman manusa dikawasaan ku sato!-
– -Pada saat itu datang pemuda berjanggut, datangnya memakai baju serba hitam sambil menyanding sarung tua. Membangunkan semua yang salah arah, mengingatkan pada yang lupa, tapi tidak dianggap. Karena pintar keblinger, maunya menang sendiri. Mereka tidak sadar, langit sudah memerah, asap mengepul dari perapian. Alih-alih dianggap, pemuda berjanggut ditangkap dimasukan ke penjara. Lalu mereka mengacak-ngacak tanah orang lain, beralasan mencari musuh tapi sebenarnya mereka sengaja membuat permusuhan.
Waspadalah! sebab mereka nanti akan melarang untuk menceritakan Pajajaran. Sebab takut ketahuan, bahwa me-reka yang jadi gara-gara selama ini. Penguasa yang buta, semakin hari semakin berkuasa melebihi kerbau bule, mereka tidak sadar jaman manusia sudah dikuasai oleh kelakuan hewan.-
Sosok -Pemuda Berjanggut- di atas adalah lambang laki-laki sejati yang sangat kuat prinsip dan akidahnya serta selalu eling (dilambangkan dengan baju serba hitam). Dan dia juga seorang yang tekun dan taat beribadah serta kuat dalam memegang ajaran leluhur (dilambangkan dengan menyanding sarung tua). Digambarkan bahwa di tengah situasi negeri yang panas membara (carut marut) dimana manusia dipenuhi nafsu angkara, -Pemuda Berjanggut- datang mengingatkan yang pada lupa untuk kembali eling. Namun tidak dianggap.
Lalu pada alinea menjelang akhir dikatakan :
-Jayana buta-buta, hanteu pati lila; tapi, bongan kacarida teuing nyangsara ka somah anu pada ngarep-ngarep caringin reuntas di alun-alun. Buta bakal jaradi wadal, wadal pamolahna sorangan. Iraha mangsana? Engk-, mun geus t-mbong budak angon! Ti dinya loba nu ribut, ti dapur laju salembur, ti lembur jadi sanagara! Nu barodo jaradi g-lo marantuan nu garelut, dikokolotan ku budak buncireung! Matakna garelut? Marebutkeun warisan. Nu hawek hayang loba; nu boga hak mar-nta bagianana. Ngannu ar-ling caricing. Arinyana mah ngalalajoan. Tapi kabar-rang.-
– -Kekuasaan penguasa buta tidak berlangsung lama, tapi karena sudah kelewatan menyengsarakanrakyat yang sudah berharap agar ada mu-jizat datanguntuk mereka. Penguasa itu akan menjadi tumbal, tumbal untuk perbuatannya sendiri. Kapan waktunya? Nanti, saat munculnya Anak Gembala! Di situ akan banyak huru-hara, yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. Yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar, dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? memperebutkan tanah. Yang sudah punya ingin lebih, yang berhak meminta bagiannya. Hanya yang sadar pada diam,mereka hanya menonton tapi tetap terbawa-bawa.-
Situasi tersebut di atas adalah gambaran apa yang terjadi sekarang ini. Kalau kita perhatikan dengan cermat alinea ini, maka memang saat ini seluruh rakyat sedang berharap-harap menunggu datangnya mu-jizat di tengah-tengah carut marut yang sedang berlangsung di negeri ini. Lebih-lebih utamanya rakyat korban lumpur Lapindo yang kian hari makin kian sengsara. Bencana datang bertubi-tubi. Huru-hara terjadi di mana-mana. Danakhir-akhir ini banyak sekali terjadi kasus perebutan tanah. Fenomena palingtragis dalam perebutan tanahpada masa ini (2007) ditandai dengan kasus Pasuruan yang membawa 4 korban tewas rakyat kecil di tangan aparat. Pemuda Gendut merupakan lambang orang yang rakus dan serakah serta memiliki kepentingan pribadi.
Dalam bait ini dikatakan bahwa penguasatersebut akan tumbang pada saat munculnya -Budak Angon-. Dimana kemunculannya ditandai dengan banyak terjadi huru-hara yang bermula di daerah lalu meluas ke seluruh negeri.
Dalam mengkaji Wangsit Siliwangi ini kita telah menemui lelakon atau pemeran utama yang dikatakan dengan istilah -Budak Angon- (Anak Gembala) dan -Budak Janggotan- (Pemuda Berjanggut). Coba mari kita simak alinea berikut :
-Nu garelut laju rareureuh; laju kakara arengeuh; kab-h g- taya nu meunang bagian.Sabab warisan sakab-h b-ak, b-akna ku nu nyarekel gad-an.Buta-buta laju nyarusup, nu garelut jadi kareueung, sarieuneun ditempuhkeun leungitna nagara. Laju nar-angan budak angon, nu saungna di birit leuwi nu pantonabatu satangtung, nu dihateup ku handeuleum ditihangan ku hanjuang. Nar-anganana budak tumbal. sejana d-k mar-nta tumbal. Tapi, budak angon enggeus euweuh, geus narindak babarengan jeung budak anu janggotan; geus mariang pindah ngababakan, parindah ka Lebak Caw-n-!-
– -Yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan kosong, sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang. Para penguasa lalu menyusup, yang bertengkarketakutan, ketakutan kehilangan negara, lalu mereka mencari Budak Angon, yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu, yang rimbun olehpohon handeuleum dan hanjuang. Semuamencari tumbal, tapi Budak Angon sudah tidak ada, sudah pergi bersama Budak Janggotan, pergimembuka lahan baru di Lebak Caw-n-!-
Perselisihan yang terjadi adalah sia-sia belaka. Karena selalu saja pihakpenguasa membantu yang kuat, berdiri angkuh di atas yang lemah. Ada saat dimana -wong cilik- sebagai lambang-si lemah yang tertindas- mencari penuh harap sosok -Budak Angon dan Budak Janggotan.- Namun yang dicari sulit ditemukan karena telah pergi ke Lebak Caw-n-. Dimanakah Lebak Caw-n- ? Lebak Caw-n- adalah suatu lembah seperti cawan, yang dikatakan di dalam Serat Musarar Joyoboyo sebagai Gunung Perahu. Tempat itu digambarkan sebagai suatu lembah atau bukit dimana permukaannya cekung seperti tertumbuk perahu besar. Dikatakan oleh bapak Budi Marhaen, secaragambaran spiritual, di tempat itu terdapat 2 sumber air besar dan ditandai dengan 3 pohon berigin (Ringin Telu.
Lebih lanjut dikatakan :
-Nu kasampak ngan kari gagak,keur ngelak dina tutunggul. Dar-ng-keun! Jaman bakal ganti deui. tapi engk-, lamun Gunung Ged- anggeus bitu, disusul ku tujuh gunung. G-njlong deui sajajagat. Urang Sunda disarambat; urang Sunda ngahampura. Had- deui saka-b-hanana. Sanagara sahiji deui. Nusa Jaya, jaya deui; sabab ngadeg ratu adil; ratu adil nu sajati. Tapi ratusaha? Ti mana asalna -ta ratu? Engk- og- dia nyaraho. Ayeuna mah, siar ku dia -ta budak angon! Jig geuranarindak! Tapi, ulah ngalieuk ka tukang!-
– -Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahanmati. Dengarkan! jaman akan berganti lagi, tapi nanti, setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi. Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati. Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti jugakalian akan tahu. Sekarang, carilah Anak Gembala. Segeralah pergi. Tapi ingat, jangan menoleh ke belakang!-
Perlambang gagak berkoar didahan mati bermakna situasidimana banyak suara-suara tanpa arti. Rakyat menjerit-jerit, penguasa mengumbar janji-janji kosong. Sedangkan negara digambarkan banyak ditimpa bencana. Sekarang ini banyak gunung di nusantara sedang aktif bahkan beberapa gunung telah meletus. Ribut seluruh bumi merupakan lambang keresahan dunia internasional dewasa ini terhadap perubahan iklim dunia dan pemanasan global. Hal ini ditandai dengan banyak bencana yang terjadi di banyak negara.
Nampaknya kita sedang memasuki tahapan situasi ini. Mari kita renungkan dan perhatikan dengan apa yangsedang terjadi diseluruh negeri ini. Gunung-gunung telah mulai aktif, banyak terjadi bencana dengan unsur Air, Api, Angin dan Tanahdimana-mana, banyak pula terjadi huru-hara (demonstrasi/kerusuhan) sebagai lambang ketidakpuasan diberbagai tempat. Apakah ini terjadi secara kebetulan ? Tentu bagi yang memahami, ini semua adalah merupakan skenario langit.
Lalu, siapakah -Budak Angon- itu ? Dari bait tersebut diperlambangkan bahwa budak angon adalah orang sunda atau berdarah sunda. Hal ini akan kita bedah lagi setelah sampai pada kesimpulan setelah kita mengkaji karya-karya leluhur lainnya.
Dari:elangq BUMI MATARAM

SEJARAH PULAU JAWA DARI AWAL SAMPAI KIAMAT(tamat)

Untuk lanjutanya serat pramono sidhi coba kami tuliskan dalam bahasa nasional dan kami beri keterangan tambahan.
PULAU JAWA JAMAN PERTENGAHAN:
Dinamakan jaman kala yoga artinya jaman PEPATUT.Umur tanah jawa menurut tahun masehi berumur 700tahun sedangkan menurut kalender jawa berumur 703 tahun.Dijaman KALA YOGA terdapat 7 masa lagi.Dan setiap masanya terdiri dari 100tahun.
-jaman KALA BRATA.Artinya jaman LAMPAH LAKU.Saat itu orang jawa banyak melakukan laku NGESTHI kepada Tuhanya.Tanah jawa berumur 800tahun.
-jaman KALA WIGNYA.Artinya jaman lumprah.Orang jawa saat itu melumprahkan ilmunya.Tanah jawa berumur 900tahun.
-jaman KALA YUDA.Artinya jaman perang.Ditanah jawa mulai banyak peperangan.Umur tanah jawa 1000tahun.
-jaman KALA WISESA.Artinya jaman menangnya sendiri2.Mulai berkurangnya keadilan ditanah jawa yang sudah tertata.Tanah jawa berumur 1100 tahun.
-jaman KALA WISAYA.Artinya banyak kemaksiatan dan perselisihan.Tanah jawa berumur 1200tahun.
-jaman KOLO JANGGA.Artinya jaman memuja kerongkongan.Orang ditanah jawa mulai mengejar materi.Tanah jawa berumur 1300tahun.
-jaman KALA SAKTI.Artinya jaman kesaktian.Orang ditanah jawa mulai mengolah kesaktian.Tanah jawa berumur 1400tahun.
LALU MENGINJAK JAMAN AKHIR ATAU DISEBUT JAMAN KALI SANGORO Artinya jaman WEKASAN/Akhir.Yang didalamnya ada 7 masa pula:
-jaman KALA JAYA.Artinya jaman UNGGUL tanah jawa mencapai kemakmuran.Tanah jawa berumur 1500tahun.
-jaman KALA BENDHU.Artinya jaman murka.Penduduk tanah jawa mendapat murka dari tuhan.Mulai banyak perselisihan dan egois menuruti keinginan individu.Tanah jawa berumur 1600tahun.
-jaman KALA MARTA.Artinya ketentraman.Orang tanah jawa mendapatkan ketentraman karena dipimpin oleh RATUNING HAMBEG PARAMARTA disebut juga RATU ADIL.Tanah jawa berumur 1700tahun.
-jaman KALA ASMARA.Artinya jaman KASMARAN.raja2 dan orang tanah jawa mulai
berpoligami.Tanah jawa berumur 1800tahun.
-jaman KALA BRASMA.Artinya jaman kepanasan RATUNING ONCAT SAKING PENGADILAN/rajanya dapat lepas dari jerat hukum.(tambahan: yaitu masa orde baru).Tanah jawa berumur 1900tahun.
-jaman KALA SINELA.Artinya jaman KASELAN/DISELINGI/JEDA.Ditanah jawa diselingi
pemimpin yang bukan keturunan raja.”Ing tanah jawi kaselan ratu sanes dharahipun ratu jawi.Inggih puniko ratu sabrang ing nuswa sarenggi utawi saking sabrang ngatas angin.Wekasan dadosaken susahing tiyang alit”.Tanah jawa berumur 2000tahun
(tambahan:tanah jawa
mulai dipimpin oleh pemimpin bukan dr keturunan raja dia berasal dr luar jawa/sabrang.Berasal dr negri ngatas angin yaitu dr asalnya angin mamiri=Bpk.BJ.HABIBIE.Rakyat kecil mulai menderita sampai batas waktu yang ditentukan. sudah kodratnya jaman harus begitu).
-jaman KALA TINATA.Artinya jaman lagi dibenahi.Mulai masa itu tanah jawa dibenahi.Rajanya raja yang baik dan mendatangkan kebaikan bagi rakyat.Hilangnya agama2 dan keyakinan2 lama dan timbulnya agama baru yang akhirnya/wekasan tiba hari KIAMAT dengan ditandai datangnya BAB BATU ARLI(maaf kami tidak tahu artinya)berperang melawan IMAM MAHDI.Tanah jawa berumur 2100 tahun masehi.Kalau menurut kalender jawa berumur 2163 tahun.Artinya hari kiamat didahului adanya pertanda musnahnya agama muhamad saw.Jadi sudah tidak ada SALAT
SEMBAHYANG,PITEKUR PUJO,Lan OLAH BROTO(sudah tidak ada orang sholat,tafakur dzikir dan orang bertapa).Ing ngriku kanjeng nabi NGISA tumurun puniko pasemon dados ing jaman wekasan sampun angrasuk agami kristen sedoyo(lalu disitu Turunya nabi ISA as.Yang merupakan pertanda ditanah jawa diakhir jaman sudah beragama kristen semua).Tambahan:coba kita cocokan dg hari kiamat yg bersumber dari hadits:tidak akan terjadi hari kiamat bila masih ada orang islam walau hanya satu orang saja.Mungkinkah kiamat sudah sangat dekat ditahun 2100?Wallohu ‘alam.Bukan 212 lho kl dari ulasan serat ini.Mohon maaf bila ada kesalahan dalam menterjemahkan.Yang ada tulisan Tambahan berarti tambahan dr saya pribadi.Sedangkan lainya saya berusaha menterjemahkan teks aslinya.Nuwun…

SEJARAH PULAU JAWA DARI AWAL SAMPAI KIAMAT(serat pramono sidhi)

Assalamu alaikum wr.wb.Masih dalam situasi lebaran secara pribadi kami mengucapkan selamat hari raya idhul fitri mohon maaf lahir dan batin.Semoga para saudara berkenan memaafkan segala kesalahan kami.
Berawal tanda tanya dalam hati kenapa ada tempat2 ditanah jawa
namanya persis dalam dunia pewayangan maka seorang sahabat meminjami buku PRAMONO SIDHI.Serat PRAMONO SIDHI asli ditulis dengan huruf jawa,tidak diketahui siapa penulisnya.Yang kami ringkas ini adalah
gubahan/terjemahan dari NGABEHI YOSODIPURO 1 KALIWON
PUJONGGO ING NEGARI SUROKARTO.Ditulis kemis paing tanggal kaping 21 robingulakir ing warso ehe 1852 sinengkalan KARNO NO TO MURTINING RATU.
BAB 1 berisi sejarah nabi adam dan hawa.Lalu silsilah terbagi 2 cabang.Dari jalur nabi idris as sampai nabi muhamad saw.Di jalur 2 jalur silsilah dari nabi SIS:
-syang hyang NUR CAHYO
-Syang hyang NUR ROSO
-Syang hyang WENANG
-syang hyang TUNGGAL
-Syang hyang Girinoto
-bethoro brahmo
-bethoro bremani
-tritrustho
-parikenan
-manumanoso
-sekutrem
-sakri
-polosoro
-abiyoso
-pandhu dewonoto
-arjuno
-abimanyu
-yudoyono
-gendroyono
-joyoboyo
-joyomijoyo….Dan seterusnya sampai MUNDING SARI-MUNDING WANGI DAN SRI PAMEKAS.
BAB 2 berisi awal kejadianseluruh jagad
(ringkasan kitab JIPATSORO).Lalu sejarah para JIN dari syang JAN MARIJAH-SYANG BAJUJAN-JAN BANUJAN -JIN.Juga berisi wejangan ngelmu kasampurnan
(SASTRO HARJENDRO).
BAB SELANJUTNYA ISINYA SEBAGAI BERIKUT:
KENDeL aturipun syang panditha maulolana ngali syamsudien,sang
prabu joyoboyo lajeng winisik jatining gesang.Ing mriku syang aji joyoboyo sak langkungsuko hanarimo .Rumaos menawi sampun tetep kamanungsanipun ing bathos ngesthi wuwulanging guru.Ing tembe saged dados sor soraning kekarahan tekenipun sang pandhito rojo wau.Lajeng haminto keparingono seserapan KAWONTENANIPUN JONGKO.Ing naliko semanten syeh maolana ngalisyamsudien lajeng hanggelar kitabipun MUSAROR(JONGKO WIWITIPUN TANAH JAWI KAISENAN MANUNGSO SEPISAN NGANTOS DUMUGI JAGAD PRALOYO).
Ingkang rumiyin kawastanan zaman KALI HISWORO tegesipun zamaninggil/luhur.Ing salebetipun jaman kali hisworo wau umuripun menawi tahun SURYO 700warso.Menawi tahun CONDRO 721 CONDRO.Mawi mengku JAMAN PIPITU awasto KOLO sami amengku umur 100 warso tahun SURYO.Dene menawi tahun CONDRO 103 WARSO.Kadhos ing ngandap puniko:
-JAMAN KOLO ROGO tegesipun jaman kesakitan.Awit tiyang jawi sami anandhang sakit amargi sami kateluh ing seluman dados tanah jawi saweg umur 100 tahun.
-JAMAN KOLO KUKILO tegesipun jaman peksi
awit dereng wonten coro taksih kados peksi kemawon umuripun tanahjawi 200tahun.
-JAMAN KOLO DWORO tegesipun jaman pelawangan awit tiyang jawi taksih awas awas amargi taksih kacelakan dewonipun.Tanah jawi umur 300tahun.
-JAMAN KOLO TIRTO tegesipun jaman Banyu
dene wekdal puniko tanah jawi wiwit wonten banjir ageng karyo keleming daratan.Tanah jawi umur 400tahun.
-jaman kolo driyo tegese jaman kemokalan dene ing wiwit puniko ing tanah jawi sami hangudi ingkang gaib gaib.Tanah jawi umur 500tahun.
-jaman KOLO DROTO tegesipun jaman kerusuhan.Dene wiwit
puniko poro noto tanah jawi angen jajahing mengsah hanjembaraken bawah tuwin polatan.Tanah jawi umur 600tahun.
-jaman KOLO PURWO.Tegesipun jaman wiwitan dene tiang jawi wiwit sami angencengaken agaminipun datheng poro dewonipun piyambak.Tanah jawi umur 700tahun.
Lalu bersambung ke jaman TENGAHAN disebut jaman KOLO YOGA /PEPATUT.Bersambung….