CENTRIS DAN STIGMA

Di dunia ini mahkluk yg bernama menungso membutuhkan pemahaman & pemaknaan akan hidupnya, Baik lewat jalan spiritual maupun ilmupengetahuan, bisa lewat agama, pemuasan hawa nafsu juga eksploitasi alam.
Hanya dalam memperoleh pemahaman & pemaknan itu manusia butuh penanda ‘logos’, dimana para winasis mengibaratkan jaring dalam menangkap ikanikan sudah tertangkap seharusnya lupakan jaringnya jangan malah terpaku padanya
Inilah yang terjadi pada manusia saat ia memahami makna namunterperangkap dalam penanda atau logos
Alih-alih menemukan kesejatian diri ia malah terperangkap oleh penanda seperti Tuhan, Tanah Terjanji, Surga dll. Logos menjadi semacam komoditas yang diperdagangkan & diperebutkan.
Manusia tidak lagi mencari makna ia sudah puas dengan segala pemaknaan yang secara kutural didoktrinasi & diinternalisasi kepadanya.
Inilah sumber kekacauan atau chaos. Manusia tak mampu meneruskan evolusinya menuju manusia atas meminjam istilah Nietzche.
Sebenarnya dibalik segala penanda yang secara empiris kitacerap ada yang disebut arche, kalau orang Jawa menyebutnya Sangkan Paraning Dumadi nggih sumangga kersa, sebuah proses yang membawa kita pada suatu kepenuhan hidup.
Contohnya infrastruktur yang dibuat manusia untuk memnuhi kebutuhan hidup seperti bendungan atau waduk. Ratusantahun sebelumnya para Winasis telah meramalkan bahwa sebagian Jawa akan kembali jadi laut. Nah bukankah kalau terjadigempa besar di daratan Jawa bendungan seperti Wadas Lintang, Gajahmungkur dadal sungguh2 akan membuat Jawa menjadi laut.
Ada sebuah proses yang sedang berlangsung dalam setiap peristiwa yang terjadi
Ada makna dibalik segala penanda Sebuah cerita di keluargaku
Saat pertemuan keluarga besar yang diadakan di rumahku rajah Kalacakra yang kupasang diatas pintu lupa belum kuambil.
Banyak Saudaraku yang mengernyitkan dahi melihatnya seakan melihat suatu hal ganjil dan aneh.
Seorang pamanku beragama Kristen bertanya apa maksud dari gambar coret-coret yang ada di atas pintuku.
Sebelum sempat menjawab pamanku yang lain mengatakan,”Oh Tomy itukan penganut Kejawen..”
Yang lalu disambut pamanku yang tadi bertanya, “Gambar-gambar seperti itu namanya Antikris”
Dengan senyum aku menjawab sekenanya saja “Boleh jadi Om, tapi Yesus sendiri yang mengajarkan makna gambar itu kepada saya”.
Ah andai mereka mau mendengarkan tidak segera memberi penilaian dan stigma…
Simbol apapun baik dalam bentuk kata, lukisan atau tulisan diperlukan manusia untuk menangkap makna, seperti pamanku yang Kristen ia menggunakan Salib yang digantung di dinding untuk menjelaskan hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesamanya sementara pakdheku yang Islam lebih afdol memakai kalam 2 indah yang disebut dengan Al Fatihah.
“Kok bisa Yesus yang mengajarkan seperti itu?” Tanya pamanku sewot
“lho Yesus khan mengajarkan untuk mengasihi musuh-musuh kita bahkan salah satu sabdaNya adalah bila pipi kirimu ditampar berikan pipi kananmu. Sekarang coba Om kita simak doa dalam Kalacakra :
YAMARAJA…JARAMAYA
– siapa yang menyerang berbalik menjadi berbelas kasihan
YAMARANI…NIRAMAYA
– siapa datang bermaksud buruk akan malah menjauhi
YASILAPA…PALASIYA
– siapa membuat lapar akan malah memberi makan
YAMIRODA…DAROMIYA
– siapa memaksa, malah menjadi memberi keleluasaan atau kebebasan
YAMIDOSA…SADOMIYA
-siapa membuat dosa malah membuat jasa
YADAYUDA…DAYUDAYA
-siapa memerangi malah menjadidamai
YASIYACA…CAYASIYA
-siapa membuat celaka malah menjadi membuat sehat, sejahtera
YASIHAMA…MAHASIYA
-siapa membuat rusak malah menjadi membangun dan sayang.
Nah, makna yang tersirat sama antara tanda Salib, Al Fatihah maupun Rajah Kalacakra.
Bila kita telah mampu mengupas buah dan memakanisinya yang berasa sama, mengapa kita harus meributkan pembungkusnya
Sementara itu didalam rumah ada terpampang lukisan Ibu Ratu Kidul yang segera disikapi oleh bibiku sebagai musyrik. Dengan tenang istriku menjawab,
”Bila Bunda Maria menampakkandiri di Meksiko memakai pakaian Indian, masak Yesus jalan-jalan diTanah Jawa tidak boleh pakai blangkon”

Posted by tomyarjunanto .rujakbeling.wp

Iklan

324 thoughts on “CENTRIS DAN STIGMA”

  1. Aku gak melok2 mending edan wae.islam gak usah dibela yo mesti menang kui janjine allah..sopo sing iso ngalahke ALLAH.monggo kalau mau tabuh genderang..tenang mawon satria aswaja ummati gak usah diminta muncul sendiri.he.he.he.he..

    Suka

  2. Assalamualaikum BB lovers,….

    Absen siang………..menjelang sore

    kok jadi semakin seru diskusinya… salam takzim buat kang mas risang mukti dan para sesepuh dan admin @km ahmadrock…..
    apakah buktinya Alfateha itu bukan syair??????

    mohon ini dibabar biar saya yang jahil ini faham begitu juga BB lovers yang blm ngerti islam dan wahyu ilahi dapat pencerahan……. saya setuju kalo Nabi Muhammad SAW bukan nabi nya orang islam tapi nabi seluruh umat manusia, beda dengan nabi Isa AS hanya diperuntukan bagi kaum bani israel (bibel.com)

    mohon juga dibabar huruf BA’ dalam surat Alfateha poro sesepuh BB yang ahli ilmu hikma………. saya yakin ayat2 Alquran bukanlah syair dan ada sirr di setiap hurufnya……Allahua’lam…

    100% bersaudara

    Suka

  3. @bocah tua nakal
    hihihi….
    Mbah saya ga jaim, la wong td kan kalau ga salah mbahas masalah sareat, hakekat, makrifat, lha ilmu saya aja blm sampai kesana, trs mau coment apa, ya jd nya nyimak & memperhatikan…
    Kalau di sebelah kan coment nya saya minta pencerahan….

    Trs yg ngeres apa tho mbah, kalau ngeres biar saya saponi biar nanti ga ngerer lg, hi hi hi
    salam senyum

    Suka

  4. @lombok_ijo0
    salam kenal lek lombok_i…
    Memang jamane jaman edan, la ora edan ra keduman…
    trs lak edan tenan iso2 di pasung, seperti di tv
    hihihi…

    Suka

  5. siluk merah..kalau berkenan monggo isi daftar saudara dulu..mas yo ojo melu.gitu saja kok repot..xi.xi.xi..
    e&…enak mas kalau dipasung atas nama allah..xi.xi.xi..

    Suka

  6. Sy setuju dg pendapat romo denwiek dan ki risang yg diatas…Dan jg udah tdk kata2 duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi masing2 memuncul ego.Ya salam sungkem romo denwiek kok jualan rujak klau bgt pesan 2piring ya romo denwiek rujak pethisnya maaf ya romo sy duduknya lantai aja maklum ngak punya ilmu apa2 masih ingusan…

    Suka

  7. loh mbah lombok ijo mana ya?
    Katax cuman ngintip tapi ko’ lama g’ balek lagi?
    Jangan2 yg diintip. . . . . (sensor)
    qi qi qi qi. . . .
    Peace ah. . . .
    Langsung kabur. . . . .
    Wuueezz

    Suka

  8. Ijin lewat..wah wah ..siang begini jualan saja..teh.teh.teh.teh..mau rasa ,khodam,pelet,setan,wahdatul wujud,pesugihan,goceng 1 plastik ..ayo teh.teh.teh..
    u rasa ,khodam,pelet,setan,wahdatul wujud,pesugihan,goceng 1 plastik ..ayo teh.teh.teh..

    Suka

  9. g’ jd kabur . . . .
    Ada mbah cah kinyan nick cahx sama. . . . . .
    Salam salim @ mbah cah kinyan. . .
    Ati2 lo mbah ntar timbilen. . .
    Wkwkwkwk. . .
    Peace. . .

    Suka

  10. ngak akan timbilen kan pakai teropong bintang jadi gede 2 cemua …,.
    slam salim cah anyar
    langsung tancap kaaabuuur..,.. Aku di lempar sendal nnt

    Suka

  11. Assalamualaikum….

    mmmmm malah mumet ki kang….

    ….blub…blub…blub….

    sing haq wes telah haq e….

    sing batil wes telah batil e….

    tapi wong ijek bocah, koyok aku ki piyeh kang….?

    ben kabeh di Berkhati di dunya wal akhiroh…

    Suka

  12. ikutan jualan juga ah, mumpung udaranya masih panas.

    es krim …. ees kriiiiim, rasanya mantab seribu rupiah ….. aasyiiik coooyyyyy.

    Suka

  13. membaca komen dari awal sampai akhir saya tarik kesimpulan : mbuh ora mudeng 🙂 opo meneh koment @ Bocah Tua Nakal ga nyambung ama pikiran saya 🙂 apa karena saya tingkatan islam saya masih NOL TK ya ?

    All bolo bum kok pada double nickname ya serasa asing jadinya nih hi hi hi 🙂 🙂 🙂 🙂

    Suka

Komentar ditutup.